-->
Showing posts with label wisata probolinggo. Show all posts
Showing posts with label wisata probolinggo. Show all posts

wisata probolinggo

Mampir Sebentar Di Pantai Bentar, Probolinggo - Itu Mustahil     Edit

Dermaga Kayu Pantai Bentar

Setelah mampir ke Pantai Duta, kami menuju kota Probolinggo. Siang itu, matahari cukup terik tanpa awan, kondisi jalan di pesisir pantura Probolinggo sangat panas, rasanya ingin sekali berhenti jika ada yang jual es dawet atau es kelapa sekalian beristirahat sebentar.  Hawa ngantuk sudah menyerang, padahal sudah dekat dengan Kota Probolinggo. Demi keamanan berkendara saya mengajak teman seperjalanan untuk istirahat.

“Mampir istirahat sebentar ya di Pantai Bentar” Ucapku.

Namanya unik ya, Pantai Bentar yang letaknya di pinggir jalan Pantura Probolinggo dan letaknya kira-kira di tengah-tengah perjalanan Surabaya-Banyuwangi via Situbondo. Kehadiran pantai Bentar rasanya seperti Oase di Padang Gersang Pulau Jawa untuk tempat beristirahat musafir-musafir pengendara bermotor seperti kami. Selain itu, Pantai Bentar mempunyai parkir yang luas, ada penjaja makanan, jejeran pohon sejuk dan point utamanya adalah pemandangan pantai yang indah.

Gapura Pantai Bentar
Rute ke Pantai Bentar, Probolinggo
Pantai Bentar letaknya di Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo atau dipinggir jalan Pantura menuju dari Probolinggo menuju Situbondo. Dari kota Probolinggo cukup dekat hanya sekitar 20 menit berkendara, kalian bisa sampai di Pantai Bentar. Rute ke Pantai Bentar Probolinggo ini cukup mudah kalian tinggal ambil arah ke Situbondo, melewati Pasar Bawang lalu dari sini akan terlihat papan petunjuk Pantai Bentar dan di kiri jalan akan ketemu gapura bertuliskan Pantai Bentar berlatar warna biru dari laut Jawa sisi Utara. Kalian bisa naik kendaraan umum berupa bis yang menuju arah ke Situbondo lalu minta turun di Pantai Bentar. Untuk memasuki Pantai Bentar cukup murah, Parkir Motor Rp. 3.000 dan Rp. 5.000 perorang. Murah ya?

area taman bermain, kolam renang dan penjaja makanan-minuman
Daya Tarik Pantai Bentar
Setelah membayar tiket masuk, ada dua tempat yang bisa tuju, kolam renang dan taman bermain untuk anak-anak atau ke arah pantai. Sudah jelas kami memilih pantailah. Laut biru, dermaga kayu sedari tadi memanggil agar mendekat. Sampai di bibir pantai, angin dari arah laut berhembus begitu sejuk, menyapu dan membawa pergi rasa lelah dan hawa panas dari menyelusuri jalur pantura. Ada tiga anak kecil, sedang berlarian menuju ke arah dermaga, saya merasa mereka adalah warga sekitar Pantai Bentar. Berlarian namun tidak sedang saling mendahului, hanya tawa senang terlihat diwajah mereka.

Hutan Mangrove dan anakan pohon mangrove yang mulai tumbuh
Kalau diperhatikan pantai ini tidak berpasir loh, dari pinggir pantai kita hanya bisa melihat endapan lumpur. Makanya pantai Bentar di bangun dermaga dan disekitarnya tumbuh vegetasi pohon mangrove (bakau).  Adanya hutan mangrove disini bisa melindungi bahaya erosi air laut atau yang disebut abrasi sehingga jalur Pantura daerah Probolinggo tetap ada hingga saat ini. Abrasi air laut terasa sekali di daerah jalur pantura indramayu menuju kota Cirebon. Dahulu laut terlihat jauh dari jalan raya, sekarang mungkin tinggal 20 meter saja. Selain itu, adanya hutan mangrove juga bisa memperluas luas daratan. Coba teman-teman bayangkan, ombak yang menyapu endapan lumpur-lumpur ke arah daratan terus menumpuk karena terhalau oleh formasi hutan mangrove. Hutan mangrove pun terus berkembang tumbuh meluas ke arah laut sehingga area daratan bertambah luas.

anak-anak sekitar pantai Benatar
Kami pun menyelusuri dermaga kayunya. Terlihat tua, beberapa lantainya pun sudah mulai lapuk dan harus diganti, beberapa sudah diganti sementara dengan bambu namun terlihatnya agak kurang eksotis. Sampai di tengah percabangan dermaga ada pilihan, menuju hutan mangrovenya atau ke arah ujung dermaga yang mempunyai semacam shelter untuk beristirahat menikmati panorama pantai Bentar. Sayang sepuluh ribu sayang, shelter atau tempat peristirahatan dipinggir laut tidak selamat dari tangan kreatif pengunjung. Banyak coretan bukti cinta di setiap kayunya, jika di cat lagi juga pasti kena coret lagi.
kayu2nya shelternya kena  coret2 tangan jahil
Gunung Argopuro yang terlihat agak samar
Angin berhembus cukup sejuk dari arah laut, apalagi berada di shelter yang teduh dari sinar matahari membuat kami enggan beranjak dari dermaga pantai bentar. Kami memperhatikan dari berbagai sisi pemandangan sekitar pantai Bentar. Ternyata dari sini terlihat pucuk Gunung Argopuro, yang bersembunyi dibalik punggung bukit yang ada didekat pantai Bentar. Bukit tersebut bernama Bukit Bintang Bentar yang juga merupakan daya tarik Pantai Bentar. Katanya pemandangan senja dan gemerlap lampu kota Probolinggo terlihat dari puncak bukit ini.

Eh ada satu daya tarik yang menarik lagi. Semenjak kedatangan di Pantai Bentar selalu melihat patung Hiu Paus, Gambar Hiu Pasu di Tembok bahkan banner bergambar ajakan melihat hiu paus. Setelah saya tanya, memang ada kehadiran ikan Hiu Paus setiap tahunnya di dekat Pantai Bentar sehingga pemilik kapal berinisiatif membuat paket wisata melihat Hiu Paus dari dekat tentunya dari atas kapal. Namun saat kunjungan kami kesini Hiu Pausnya sudah tidak ada. Menurut info dari masyarakat sekitar, biasanya hiu paus ada di antara bulan Januari sampai April, jadi untuk melihat Hiu Paus dari dekat, kami diajak kembali lagi pada bulan tersebut.

Pantai yang damai dan nyaman ini punya daya tarik cukup menarik. Jangan pernah meniatkan untuk mampir sebentar, atau istirahat sebentar di Pantai Bentar. Berat. Kami Saja Tidak Bisa :D




Pantai Duta, Probolinggo - Hutan Cemara dan Hutan Mangrove Sejuk Yang Bebas Dari Sampah     Edit

Ayunan ala Gili Trawangan
Probolinggo terletak di daerah pesisir utara Pulau Jawa, sehingga tak aneh jika Probolinggo mempunyai tempat wisata berupa Pantai. Saat melewati kota Probolinggo menuju Banyuwangi lewat Situbondo saya mencatat beberapa pantai yang bisa dikunjungi salah satunya yaitu Pantai Duta yang bikin penasaran karena yang terlihat dari tepi Jalur Pantura hanya papan petunjuk jalannya saja.

Pantai Duta ini terletak di Dusun Gilin, Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Wisata ini kembali mencuat kembali kepermukaan karena adanya atraksi baru untuk para wisatawan yaitu Mangrove Trail Pantai Duta dan Ayunan Laut sehingga Pantai Duta juga disebut-sebut sebagai  Gili Trawangan versi Jawa Timur. Selain itu ada beberapa hal yang mengejutkan dan menarik tentang Pantai Duta Probolinggo ini.

petunjuk jalan pantai duta dipinggir jalur pantura
Rute Menuju Pantai Duta dari Kota Probolinggo
Menuju ke Pantai Duta dari Kota Probolinggo cukup mudah, jika kalian menggunakan kendaraan pribadi tinggal mengambil arah ke Paiton atau Situbondo melewati Dringu – Gending - Kraksaan  - Jabung (1 Jam perjalanan). Memasuki daerah Jabung dan melewati papan petunjuk ke candi Jabung (kanan jalan) akan ada petunjuk jalan menuju ke Pantai Duta (setelah jembatan),  ikuti petunjuk jalan tersebut untuk mencapai Ke Pantai Duta. Jika kalian menggunakan kendaraan umum, kalian bisa naik Bis yang menuju arah Situbondo dan turun di depan papan petunjuk jalan Pantai Duta lalu lanjut jalan kaki sejauh 3-4 km.

Untuk memasuki pantai Duta, kita akan ditarik biaya tiket masuk sebesar Rp. 10.000 untuk dua orang dengan 1 motor. Pantai Duta ternyata sejuk, tumbuh pohon-pohon cemara laut (didaerah lain disebut cemara udang) yang tumbuh tinggi lurus ke atas. Tumbuh dalam beberapa baris sehingga panas menyengat dan udara pantai terasa sejuk ketika kita berada di bawah pohon-pohon cemara laut tersebut. Hal itu terjadi karena kumpulan pohon cemara laut tersebut menghasilkan iklim mikro yang berbeda dari iklim di luar kumpulan pohon cemara laut.

Pantai Bersih Dan Bebas Dari Sampah Se- Jawa Timur.
Bersih Tidak Ada Sampah
Ada dua zona yang ada di Pantai Duta yaitu Zona Publik dimana pada zona ini terdapat parkiran kendaraan, tempat persewaan alat  renang, gazebo juga tempat kuliner yang berada disisi selatan pantai. Zona yang satu lagi merupakan Zona Konservasi. Untuk memasuki zona ini kita dilarang membawa makanan dan minuman bahkan minuman yang terlanjur dibawa dari rumah mau tidak mau harus dititipkan atau ditinggal di gapura masuk zona Konservasi ini. Di dalam Zona Konservasi masih terdapat tegakan (kumpulan) pohon cemara laut yang tidak terlihat sama sekali sampah, bahkan setelah saya menelusuri dari ujung timur ke ujung barat juga tidak menemukan adanya sampah. Beberapa orang yang duduk di Gazebo pun juga tidak menyantap bekalnya, hanya mengobrol-ngobrol santai sambil menikmati panorama pantai Duta. Saking Bersihnya saya berguman ini yang harusnya masuk nominasi dan terpilih jadi Pantai terbersih :D
zona publik, parkiran dan tempat jualan
zona publik
larangan membawa makanan dan berjualan di Zona Konservasi
sejuknya pantai duta
Memiliki Hutan Mangrove Dan Mangrove Trail untuk Menelusurinya.
Di Zona Konservasi terdapat Hutan Mangrove yang bisa kita nikmati dengan berjalan di atas track mangrove trail. Mangrovenya masih tidak terlalu tinggi sehingga belum ada naungan untuk menghindari teriknya sinar matahari. Mangrove Jenis Mangrove disini 20 Jenis dari 43 Jenis Mangrove yang ada di Indonesia. Dan sepanjang saya melihat, di dominasi oleh jenis mangrove Rhizophora dan Avicenia (api-api).
Menyelusuri Hutan Mangrove
Dalam perjalanan menyelusuri tiap kelokan trail di Hutan Mangrove Pantai Duta, pengunjung di belakang kami berteriak.

“Eh ada burung Biru, burung apaan itu?”

Setelah melihat seksama terlihat seperti burung cekakak sungai . Kami juga menjumpai sejenis bangau yang terbang tiba-tiba mungkin karena mengetahui kehadiran kami. Walau kawasan ini merupakan kawasan hutan mangrove yang relatif muda, burung tersebut sudah bisa mencari makan dan tinggal di kawasan hutan mangrove tersebut. Akhir dari Mangrove Trail adalah sebuah jalan naik yang cukup tinggi yang bisa melihat keseluruhan wilayah hutan mangrove dan pemandangan gunung Argopuro yang agak tertutup kabut dari kejauhan.
Tangga naik untu melihat pemandangan hutan mangrove dari atas


Ayunan ala Gili Trawangan
Kembali dari Hutan Mangrove melipir ke gazebo pinggir pantai sambil menikmati semilir angin dan kesejukan iklim mikro di bawah pohon-pohon cemara laut. Jika memandang arah laut terlihat ada persewaan kapal yang membawa kalian ke tengah laut. Jika sedang musim Hiu Paus (Hiu Tutul/Geger Lintang) dengan kapal itu kalian bisa diajak sambil melihat lebih dekat hiu paus tersebut. Namun saat tidak musim Hiu Paus kalian bisa menikmati panorama pantai Duta dari tengah laut. Di tepian pantai ini juga terdapat Ayunan. Ayunan persis dengan yang ada di Gili Trawangan menghadap ke arah senja. Di taruh demikian agar nanti saat senja tiba, pengunjung bisa berfoto di ayunan dengan berlatarkan senja dan langit senja yang indah. Namun sayangnya karena tidak membawa pakaian ganti, saya tidak mencoba berfoto bermain ayunan tersebut.
ayunan Gili Trawangan
Ada sekitar 3-4 Ayunan ala Gili Trawangan disana, namun ada yang cukup aneh terutama pada bagian duduk ayunannya yang cukup tinggi, saya berpikir keras bagaimana cara naiknya jika setinggi itu. Mungkin mau tidak mau harus menunggu air pasang atau mungkin harus digendong untuk bisa naik ke atas ayunan.
perahu untuk melihat panorama pantai duta dari laut
Pantainya Kota Santri
Probolinggo merupakan salah satu kota Santri yang ada di Jawa. Bahkan sepanjang jalan menuju Pantai Duta pun saya melihat beberapa plang pondok pesantren, Di Alun-alun Probolinggo maupun Kraksaan pun juga melihat santri-santri dengan pakaian islami, baju koko dengan sarung. Saya jadi ingat, ada Hadist yang menyebutkan “kebersihan adalah sebagian dari iman. Pengelolaan Pantai Duta menerapkan Hadist tersebut pada konsep pantainya yang bersih dan bebas dari sampah. Menariknya di zona konservasi terdapat plang papan informasi yang bertuliskan Asma Ul Husna atau 99 Nama-nama Allah SWT. sehingga orang yang menelusuri pepohonan cemara laut di Pantai Duta pasti membacanya dan mengetahuinya.
salah satu Asma Ul Husna di Pantai Duta
Pantai ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap, dengan harga tiket masuk yang murah kita mendapatkan suasana pantai yang sejuk, indah dan bersih. Pantai Duta layak kalian kunjungi dan bisa menjadi tempat istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menyelusuri Jalur Pantura yang padat. Tetap jaga kebersihan di pantai ini, karena tanpa ada kesadaran pengunjung pantai ini bisa saja kehilangan gelarnya menjadi Pantai Terbersih dan Bebas Dari Sampah