-->
Showing posts with label hotel. Show all posts
Showing posts with label hotel. Show all posts

hotel

So! Boutique Hostel - Penginapan Murah dan Instagramable di Malang     Edit

Interior So! Boutique Hostel Malang

Teman-teman yang  travelling, Backpacker ke Malang dengan budget murah sudah pasti mencari penginapan-penginapan murah di Malang. Namanya manusia, sudah mencari penginapan murah, juga mencari penginapan yang nyaman. So! Boutique Hostel, salah satu penginapan murah di Malang dengan fasilitas yang memanjakan tamu yang menginap.

Sesuai namanya, So! Boutique Hostel merupakan penginapan berbentuk hostel dengan konsep kamar berupa Kamar Kapsul. Penginapan ini juga punya interior yang menarik yang Instagramable dan menarik. Selain itu, Letak So! Boutique Hostel sangat strategis karena cukup dekat dengan Alun-Alun Malang dan Stasiun Malang. Bahkan saya dari stasiun pun bisa jalan kaki menuju ke Hostel So! Boutique tersebut.

Penampakan So! Boutique Hostel dari Luar
Bangunan So! Boutique Hostel adalah bangunan baru yang dibangun di atas lahan kosong dekat ruko pertokoan yang cukup sejuk karena dinaungi oleh pohon trembesi atau munggur yang cukup besar. Bangunan berlantai tiga dan dibangun dengan konsep industrial dengan tembok-tembok unfinished. So! Boutique Hostel menempati kamar lantai 2 sebagai Lobby dan Lantai 3-4 sebagai kamar dan kamar mandi. Sedangkan lantai 1 ditempati oleh Fugu, salah satu Kopi Kekinian yang ada di Kota Malang. Interiornya So! Boutique Hostel ini menarik banget, Bahkan sebagian tamu yang sempat saya ajak ngobrol membayangkan jika Interior So! Boutique Hostel ini bisa diterapkan di rumah mereka, pasti bakal betah di rumah haha. Ruang ini sering jadi ruang kumpul tamu sambil nonton tv bareng atau sekedar ngobrol.
Cafe Fugu yang berada di Lantai 1 So! Boutique Hostel

Ruang Tengah dan Lobby So! Boutique untuk ruang kumpul tamu
Kamarnya konsep dormitory dengan kasur kapsul dan campur. Maksudnya campur adalah laki dan perempuan jadi satu dalam 1 kamar dormitory tersebut. Kamarnya mempunyai 2 AC di ujung pintu dan jendela kamar. Namun mungkin karena dalam 1 kamar berisi banyak kasur kapsul, kasur yang bagian tengah tidak bisa merasakan dingin AC sehingga waktu malam rasanya panas dan sumuk masih kerasa. Mungkin perlu ditambah 1 AC lagi yang diletakan di tengah ruang kamar sehingga dinginnya merata. So! Boutique Hostel letaknya juga berada di pinggir jalan utama, kadang suara kendaraan yang ada di jalan terdengar di kamar. Terdapat loker juga yang berada di depan kamar, lokornya juga cukup besar untuk menyimpan backpack 45l-50l. Kamar mandi dan toiletnya terpisah dari kamarnya dab berada di lantai 2, 3 dan 4. Luasannya bisa dibilang cukup untuk nyaman untuk buang mandi maupun buang air.
Penampakan Kamarnya
Penampakan Loker yang ada di depan kamar
Untuk memesan Kamar ini cukup mudah, kalian bisa datang langsung juga. Namun karena So! Boutique Hostel merupakan salah satu penginapan murah dan favorit di kota Malang, hostel ini serig penuh dan dianjurkan untuk pesan Online. Jika pesan offline langsung harga untuk 1 malam Rp. 150.000 lebih mahal dibanding pesan Online via Aplikasi Reddorz seharga Rp 50.000 hingga 80.000 tergantung hari dan tanggal menginap. Pembayarannya pun gampang bisa via ATM dan E-Banking berbagai bank, bahkan kita bisa membayar di Indomaret. Jika kalian tertarik kalian bisa Install  Reddorz disini (klik ini) dan dapatkan Rp. 50.000 Redcash yang bisa digunakan untuk potongan harga penginapan. Jika kalian ini menginap di So! Boutique Hostel ini dengan memesan di Reddorz, kalian bisa cari nama RedDoorz Hostel Near Malang Train Station 2.

Menurut saya, So! Boutique Hostel cukup baik untuk direkomendasikan untuk kalian yang mencari penginapan murah di Malang dengan fasilitas yang baik. Apalagi letaknya berada di tengah kota Malang yang dekat dengan Stasiun dan Alun-alun Malang. 

Kapan punya rencana ke Malang?




Dialoog Hotel - Tempat Hening Menikmati Pesisir Pantai Banyuwangi     Edit

Dialoog Hotel

Rasanya jiwa dan raga sudah bosan dengan aktivitas rutin harian, mungkin saatnya pergi berlibur. Kebetulan kemarin dapat voucher menginap dari Dialoog Hotel yang merupakan salah satu hotel baru di Banyuwangi yang letaknya cukup menyenangkan, ditepian pesisir pantai Banyuwangi.

Karena waktu libur Cuma Weekend, berangkatlah saya hari Sabtu ke Dialoog Hotel yang beralamat di Jl. Yos Sudarso, Lingkungan Kaliklatak, Kelurahan Klatak,Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Letaknya tidak jauh dari pusat kota Banyuwangi, hanya menempuh waktu 10-15 menit saja dari Pusat Kota Banyuwangi ke arah Pelabuhan Ketapang.

Sejuk dan Menyatu Dengan Alam

Kesan pertama saat sampai di Dialoog Hotel, Tempatnya Tenang,seakan bersatu dengan alam dengan membiarkan pohon-pohon kelapa yang tumbuh sebelum berdirinya hotel Dialoog ini. Sehingga adanya pohon kelapa di sekitar halaman hotel membuat hotel seakan-akan menyatu dengan alam sekitar yaitu perkebunan kelapa milik warga setempat. Jika melihat arah laut, ada kolam yang di konsep infinity pool seolah-olah menyatu dengan warna laut.

Kamar dan Tata Bangunannya menyenangkan
Foto Kamar Dialoog Hotel
Arsitekturnya juga menarik, seperti mengacu pada model arsitektur modern minimalis dengan bangunan kota/kubus. Selain adanya pohon kelapa, dialoog banyuwangi juga menanam tanaman keladi hias yang tumbuh besar,tanaman jenis phylodendron dan tanaman bunga-bungaan. Rasanya walau berada di pinggir pantai, kesan hotel Dialoog terasa sejuk.  Kamarnya juga kesannya minimalis dengan warna putih dan abu-abu dipadukan dengan kayu, menjadi paduan yang pas. Kamarpun mendapat cahaya yang cukup karena mempunyai jendela yang besar dengan pemandangan halaman hotel dialoog beserta laut selat Bali. Jika membuka pintu jendela otomatis AC dalam kamar akan mati dan akan digantikan dengan semilir angin pantai. Konsep yang bagus dan menerapkan hemat daya listrik.

Sunyi dan Jauh dari Keramaian Kota
Saat menjalang Malam
Walau letaknya sebenarnya dekat jalan nasional menuju pelabuhan Ketapang (penyebrangan Jawa Bali), suara ramai kendaraan tidak terdengar, karena dari jalan raya ke hotelnya masih ada jalan kecil menuju ke pelataran hotelnya.  Jika sudah sore berganti malam, suasananya tenang sekali. Hanya ada riuh suara jangkrik, sejenis serangga lainnya, kodok dan deburan ombak.  Jika malas keluar malam dan ingin menikmati suasana Dialoog hotel malam hari, di sini juga ada Resto yang menyediakan makanan dan minuman sekaligus menawarkan suasana pantai malam hari. Saya membayangkan saat purnama, makan malam di pinggir pantai sana. Bisa menyaksikan matahari terbit di balik pulau Bali setelah Magrib.

Pemandangan Sunrise di Banyuwangi yang tak terlupakan
Dialoog Hotel berada di pinggir pantai, menghadap ke timur. Sudah bisa membayangkan bakal seindah apa pemandangan matahari terbit disini. Kalian bisa menikmatinya dari dalam kamar, karena ada beberapa kamar yang menghadap ke laut. Atau bisa langsung menikmatinya di pinggiran pantai. Dari pinggiran pantai, kita bisa melihat perjuangan beberapa nelayan yang mencari ikan di perairan selat bali menggunakan perahu kecil bermotor, bahkan ada yang hanya menggunakan layar. Jika dilihat dengan seksama, ada pula yang mencari ikan dengan menggunakan pelampung Ban.

Infinity Pool Dialoog Hotel untuk tamu yang menginap
Kita juga bisa menikmati pemandangan matahari terbit dari Infinity Poolnya Dialoog Hotel. Disini kita bisa menikmati ketenangan dipinggiran pantai memandangi kemegahan langit timur pagi hari, sambil berdialog dengan teman, berdialog dengan diri sendiri bahkan dengan Tuhan Pencipta Pagi yang indah ini.
Habis Renang jangan lupa sarapan hehe
Jika teman-teman ingin bersantai dan menikmati Indahnya Pemandangan Pagi Banyuwangi, Kalian Bisa mencoba menginap di Dialoog Hotel ini.

Rumah Turi - Penginapan Eco Friendly Di Tengah Kota Solo     Edit



Ke Solo dadakan, dan sendiri.
Di perjalanan menuju kota Solo, saya masih belum mendapatkan tempat menginap. Karena tiba di Solo malam hari, saya mencari penginapan yang dekat dengan stasiun Solo Balapan. Lihatlah gambar sebuah penginapan yang hijau, penuh dengan tanaman di setiap sudutlah. Seperti jatuh cinta pada pandangan pertama, saya langsung memutuskan untuk menginap disana, di Rumah Turi.

Pukul  10 malam, akhirnya tiba di Solo Balapan dan langsung pergi menuju Rumah Turi yang letaknya ternyata tidak jauh dari Stasiun Solo Balapan dan sangat dekat dengan Mall Solo Paragon. Atau lebih tepatnya beralamat di Jalan Srigading II 12 Turisari, Mangkubumen, Kota Surakarta.

Ruang Makan dan Perpus Mini
Kesan Pertama
Saya terkesima saat memasuki Rumah Turi ini, Bangunan bergaya klasik dengan banyak ornamen-ornamen kayu dan dinding bangunan dibuat unfinished wall dengan pewarnaan yang pas. Dengan cahaya lampu yang temaram membuat kesan Rumah Turi terasa wow. Ada dua bangunan yang masing-masing berlantai dua, bangunan bagian depan merupakan sebuah tempat makan yang disusun menarik dan terdapat perpustakaan mini yang memuat segala hal tentang tanaman dan arsitekturnya dan di lantai atasnya berupa tempat seperti joglo untuk tempat bersantai . Bangunan kedua yang berada dibelakang merupakan kamar-kamar untuk tamu menginap. Dari Bangunan Pertama menuju Lobby, melewati halaman tengah yang terlihat samar penuh sekali dengan tanaman. Karena sudah terlalu malam, saya tidak mengeksplorasi lebih jauh, lalu segera masuk ke kamar, mandi dan tidur.

Kamar Hotel Turi
Kamar
Saya menyewa kamar standar dengan luas kamar sekitar 4x5 atau 5x5. Kamarnya nyaman sekali, ventilasinya kawat anti nyamuk, sehingga nyamuk-nyamuk tidak bisa masuk selama pintu kamar ditutup rapat. Kamar mandi pun cukup luas. Interior kamar maupun kamar mandi terlihat bergaya klasik, ornament dari kayu dan warna yang dipilih terasa pas sekali untuk dipandang.

Hujan Buatan di Rumah Turi, Solo
Hotel Ramah Lingkungan
Setelah tidur cukup nyenyak, saya melakukan explorasi kecil-kecilan dengan keliling hotel pada pagi harinya. Sejuk sekali, suara gemerincik air memenuhi sampai ke pojok-pojok ruangan Rumah Turi. Salah satu pegawai Rumah Turi yang bertugas merawat tanaman menyapa saya.
“mas mau lihat hujan buatan khas Rumah Turi?”
“hujan buatan? pikirku bingung.”
Beliau pun segera menekan sebuah saklar yang membuat sebuah pompa air menyala. Perlahan-lahan dari atas genteng rumah Turi keluarlah air, yah jatuhnya rata, persis seperti air hujan. Air pun keluar dari bawah jembatan yang menghubungkan antar bangunan di lantai dua. Beliau menjelaskan bahwa air hujan buatan ini merupakan sistem penyiraman tanaman yang ada di Rumah Turi. Airnya menggunakan sumur resapan dari air yang digunakan tamu untuk mandi. Air tersebut melewati 3 (tiga) penyaringan sumur resapan untuk memisahkan busa sabun dan kotoran hingga akhirnya air siap untuk digunakan untuk penyiraman tanaman Rumah Turi yang jumlahnya cukup banyak.

Joglo Bersantai di Lantai Atas
Lorong hijau penghubung Antar Bangunan

Di kamar  yang saya pakai, terdapat ventilasi kaca yang bisa dibuka jika ingin merasakan angin sepoi-sepoi dari luar. Bangunan Rumah Turi bagian depan, yang merupakan tempat makan,  jendelanya sangat fleksibel. Bisa dibuka semua secara vertical ke atas sehingga tempat makan dari Rumah Turi ini tidak membutuhkan AC sebagai pendingin ruangan. Di lantai atas bangunan depan terdapat joglo tanpa dinding yang membuat udara sejuk dari pohon dan tanaman di Rumah Turi bisa dirasakan saat bersantai di Joglo tersebut. Sambil bersantai, kita bisa mencoba belajar dan memaikan seperangkat gamelan yang ada disana.

Sarapan di Rumah Turi
Makanan
Makanan yang disajikan oleh Rumah Turi bukanlah prasmanan seperti halnya penginapan lainnya, setiap hari berbeda. Saat saya menginap, menunya sederhana yaitu nasi, ayam goreng, tempe dan sayur lodeh. Saya memilih sarapan di luar ruangan agar lebih merasakan hawa sejuk pagi hari di kota Solo. Mengambil satu buku menarik dari rak perpustakaan mininya untuk dibaca sembari makan. Sayur lodeh yang disajikan hangat ini ternyata enak dan sedap.  Biasanya saya tidak berekspetasi tinggi dengan makanan di penginapan tapi sayur lodeh buatan Rumah Turi ini bener-bener enak.
Rumah Turi serasa rumah sendiri
Beberapa kekurangannya mungkin menurut saya kurang adalah Wifi yang kadang suka tersendat-sendat namun secara keseluruhan saya cukup puas menginap di Rumah Turi ini. Belajar tentang tanaman dan desain rumah ramah lingkungan dan pembuatan sistem sumur resapan. Lingkungan yang tenang juga asri membuat istirahat setelah perjalanan 12 jam serasa nyaman. Rasanya ingin sekali mempunyai rumah berkonsep seperti Rumah Turi suatu saat nanti.. Aamiin

Rumah Turi
The first and only Eco-friendly Boutique Hotel in Solo
Jl. Srigading II no. 12 Turisari,
Solo 57139,
Jawa Tengah, Indonesia.

Phone : 62 271 736606
Fax : 62 271 712928

Pengalaman Menginap Di InnBox Capsule Hotel, Hotel Kapsul Pertama di Jember     Edit

Kasur Single bed untuk berdua
Jember merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang menurut saya punya banyak potensi wisata yang menarik, saya inget kenangan pertama kalinya ke Jember untuk mencari ilmu di Hutan Pinus Garahan dan piknik sebentar di Pantai Papuma tahun 2010 silam. Sudah lewat 8 tahun, Jember sudah berkembang baik terutama sektor wisata yang mulai banyak tempat yang bisa dikunjungi. Untuk mendukung makin banyaknya pejalan dan wisatawan yang datang ke Jember, penginapan dan hotel yang ada di Jember juga mulai tumbuh. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah Innbox Capsule Hotel.

Sesuai namanya Innbox Capsule Hotel merupakan penginapan gabungan konsep penginapan kapsul dan dormitory yang belakangan mulai ada di Indonesia. Innbox Capsule Hotel terbilang penginapan baru karena baru buka sejak 4 bulan yang lalu. Walau merupakan Penginapan baru di Jember, penginapan ini sudah ramai dikunjungi wisatawan baik wisatawan nusantara dan mancanegara. Menurut saya karena harganya murah namun kita mendapatkan fasilitas yang memuaskan.

Menuju ke Innbox Capsule
Innbox Capsule Hotel ini terletak di daerah seputaran kampus Universitas Jember atau lebih tepatnya beralamat di Gang 4 No.8 Jalan Kalimantan, Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Jarak dari Stasiun Jember ke Innbox Capsule Hotel ini hanya 2 km atau sekitar 5-10 Menit dari Stasiun Jember jika kalian menggunakan Ojek. Jika kalian naik angkutan umum bisa naik Angkot Kuning jurusan Line D turun di Jalan Kalimantan Gang 4.
Hotel InnBox Capsule Hotel dari Luar
Ruangan
Dilihat dari luar, Innbox Capsule Hotel ini merupakan bangunan tingkat 2 dengan penampakan model arsitektur masa kini. Namun ketika sudah masuk, saya takjub dengan desain interiornya, pada lantai satu yang merupakan lobby sekaligus ruang kumpul para tamu, di desain ala-ala Art Space sederhana yang ada di Yogyakarta dengan meja panjang, bangku dan lantai bermotif alur-alur kayu yang nyaman dinikmati. Dipojok depan pintu juga tersedia minuman berupa air dingin, air panas, kopi atau teh yang bisa dibuat sendiri. Di pojok dinding terdapat black board dengan grafiti tulisan jember, pada black board tersebuh sudah penuh dengan tanda tangan dan kalimat kesan-kesan dari wisatawan yang pernah menginap di Innbox Capsule Hotel. Di teras depan terdapat kursi yang nyaman dengan hiasan dinding  Velg sepeda yang berwarna-warni dan sangat bagus untuk spot foto. Lantai 1 yang didesain menyenangkan seperti ini sangat enak untuk tempat kumpul dan interaksi para wisatawan yang menginap di sini. Lantai dua hanya berisikan kamar dan beranda kecil. Pada dinding beranda tersebut terdapat tulisan gambar unik, begitu pula dinding yang ada diantar kamar lantai dua.
Ruang Tengah Lantai 1
Teras lantai 1
Lantai 2

Yang menurut saya menarik adalah Rooftop dari Innbox Capsule Hotel ini. Rooftopnya istimewa, mempunyai pemandangan yang leluasa memandang sekitar. Jika cuaca cerah, bisa terlihat Gunung Argopuro bahkan pemandangan senja dan matahari terbit yang menawan. Menurut owner, rooftop ini nantinya akan dikembangkan juga menjadi tempat untuk bersantainya para tamu, menikmati pemandangan matahari terbit atau terbenam sambil pelan-pelan meneguk kopi atau teh panas.
saat senja, ada pelangi apinya di balik awan, salah satu jenis pelangi langka

terlihat jauh, ada punggung gunung Argopuro

ngopi pagi di rooftop
Kamar
Hotel tipe kapsul dan dormitory identik dengan sempit bahkan saat saya mengupdate instastory banyak yang bertanya “lan sumpek ga sih hotel kapsul”.  Ya Tergantung masing-masing orang sih pasti punya rasa yang berbeda.

Dalam satu kamar terdapat 8 kasur atau bed dengan masing-masing 4 kasur atas-bawah berada disisi dinding. Dalam 1 kamar tersebut ada ruang tengah leluasa untuk para penghuni kamar saling mengobrol. Panjang kasur sekitar 2 meter lebih sedikit, saya pun harus merangkak masuk dulu untuk sampai ke bantal yang ada dipojok. Setiap kamar memiliki AC yang bisa disetting hingga 16 derajat, jadi menginap di Innbox Capsule hotel ini tidak usah takut sumpek atau panas.
Single Bed untuk satu orang

Jenis kamar yang ada di Innbox Capsule Hotel ini ada beberapa macam, yaitu Single Bed untuk 1 orang, Single Bed untuk 2 orang, dan tersedia 1 Privat Room. Tidak perlu khawatir karena di penginapan ini kamar cowok dan cewek dipisah dan owner pun sudah berkomitmen tetap menjaga hal tersebut.  Adanya pilihan jenis kasur membuat kita, para Backpacker yang punya Budget terbatas bisa menyesuaikan. Jika kita datang berdua, kita bisa menyewa kasur yang Single Bed untuk dua orang seharga Rp. 150.000 hemat Rp.50.000 jika memesan Single Bed 1 per satu. Jika kalian rombongan 8 orang, kalian bisa memesan 1 kamar dengan harga yang lebih murah jika kalian memesan 8 Single Bed.
kamar mandinya bersih
Kamar Mandi yang disediakan berada diluar kamar, tamu mendapatkan fasilitas handuk bersih dan sabun mandi yang sudah tersedia disetiap lantainya. Pada lantai 3 atau Rooftop terdapat banyak kamar mandi dan Toilet sedangkan pada lantai 1  dan lantai 2 hanya terdapat 1 kamar mandi dan 1 toilet. Jika pada lantai tersebut penuh, kalian bisa menggunakan Toilet di lantai 3 atau Rooftop. Saya senang dengan kamar mandinya karena menggunakan shower dan tersedia juga air panas, sehabis capek keliling jember, mandinya bisa air panas untuk menghilangkan rasa capek.


Jadi…
Menginap dengan harga Rp.100.000 perhari di Innbox Capsule Hotel Jember yang merupakan hotel pertama di jember yang berkonsep hotel kapsul ini perlu dicoba. Apalagi untuk kalian yang datang sendiri karena InnBox Capsule Hotel termasuk Penginapan Murah Jember dengan Fasilitas yang sangat baik. Dengan menginap disini saya merasakan fasilitas yang didapat berupa kamar ber-AC, Kamar Mandi Bersih dan dapat mandi air panas, Wifi, Sarapan Pagi, Free Drink berupa Kop, Teh, dan air dingin, dan teman sekamar yang mungkin luar biasa.
sarapan paginya, roti bakar dan kopi yang bisa di bikin sendiri
Beberapa catatan saya, mungkin perlu ada ditambah loker kecil atau safetybox untuk para tamu yang kebetulan membawa barang berharga seperti laptop sehingga dia bisa tenang berjalan-jalan di Jember dan saya rasa kamar mandi dan toilet yang ada di lantai 3 atau rooftop perlu diberi lubang ventilasi agar hawa di kamar mandi serasa lebih sejuk.

Jika kalian ke Jember, cobalah Innbox Capsule Hotel Jember ini, Hotel Kapsul pertama di Jember :D



Berry Glee Hotel : Hotel Penuh Warna Di Kuta, Bali     Edit


Tulisan ini sambungan dari tulisan sebelumnya yaitu perjalanan ke Denpasar, Bali dengan menggunakan motor. Saya sebelumnya mendapatkan voucher menginap gratis dari Avilla Bali Go di Berry Glee Hotel. Hotel ini ternyata letaknya strategis sekali karena letaknya di pinggir jalan raya Kuta yang merupakan salah satu jalan yang berdekatan dengan jalan utama menuju Jimbaran, Sanur dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

mural di Lobby

Warna-warni Furnitur di Lobby
kolam renangnya
Kesan pertama melihat Berry Glee Hotel ini, hotelnya penuh dengan warna. Lobbynya saja di desain cukup mencolok mata dengan warna-warninya, baik warna-warni furniturnya, bahkan sampai mural yang ada di tembok. Pada lantai dasar ini juga terdapat kolam renang yang cukup luas yang terpisah menjadi dua, yaitu untuk kolam renang dewasa kedalaman 1,15 meter dan anak-anak yang kedalaman air sekitar dengkul orang dewasa. Rasanya melihat pemandangan interior ini di Hotel Berry Glee ini sangat membangkitkan mood kembali setelah perjalanan panjang menuju Denpasar Bali dari Gilimanuk dengan motor.



Suasana Kamar
Saya mendapatkan kamar Superior di lantai 3, kamarnya bagus, pencahayaannya bagus, memainkan lampu penuh warna-warni di dinding. Terdapat jendela kaca lebar sepanjang dinding kamar dengan pemandangan lorong kamar hotel dan kolam renang yang berada di lantai bawah. jika jendela dibuka penuh saat pagi-sore hari, kondisi kamar cukup terang dan tidak perlu menggunakan lampu. namun setelah dilihat dari luar, keadaan di dalam kamar masih bisa semi terlihat. Mungkin untuk privasi, buka tirai jendela secara secukupnya saja. kamar mandinya juga demikian, dominan warna putih namun ada beberapa keramik berwarna sebagai perwujudan konsep warna-warni yang diterapkan Berry Glee Hotel. Sayangnya saat mencoba air panasnya di pagi hari, merasa airnya kurang panas mungkin karena saat itu hotel ini sedang kedatangan banyak tamu dan banyak menggunakan air panas sehingga panasnya berkurang. Koneksi internet di dalam kamar juga terbilang cukup cepat, sambil menunggu terlelap, saya berseluncur di dunia maya dan melihat-lihat video-video di youtube. Koneksi sangat lancar dan video yang diputar tidak mengalami kendala seperti lelet.

Hutan Mangrove Suwung dekat Berry Glee Hotel (tunggu dipostingan selanjutnya ya)

Letaknya Strategis
Seperti yang saya bilang diawal, hotel ini letaknya sangat strategis. Stategis terletak dekat dengan objek wisata di Denpasar. Saat 3 hari 2 malam menginap disini saya mengunjungi beberapa tempat dekat sini yaitu Hutan Mangrove Suwung 10 menit dari Berry Glee, Pantai Double Six dan pantai pesisir Kuta 10-15 menit, Pantai-pantai tersembunyi di daerah Jimbaran seperti Tegalwangi, Nyang-nyang dan Balangan memakan waktu hanya sekitar 30 menit juga mengejar sunrise di pantai Karang, Sanur juga menempuh perjalanan sekitar 15-20 menit saja. Keuntungan menginap disini juga bagi kalian yang akan pulang menggunakan pesawat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai tidak akan memakan waktu lama untuk sampai di Bandara dari Berry Glee Hotel.

Tempat Makannya pun masih dengan konsep warna warni
tempat makannya
menu sarapan yang saya ambil
 Breakfast
Selama menginap di Berry Glee Hotel, saya menyukai sarapannya lokasinya berada di lantai bawah, di sebelah kolam renang. Sajiaannya sederhana, namun saya rasa lengkap dari makanan utama hingga hidangan penutup juga minuman yang menyegarkan. Satu hal yang saya suka dari Berry Glee ini adalah waktu sarapannya maksimal sampai jam 11. Saya yang tidak mau kehilangan moment mengabadikan dan menikmati lembayung pagi di langit Bali merasa lega, karena tidak perlu buru-buru kembali ke hotel untuk sarapan karena masih ditunggu sampai jam 11 siang.

Jadi....
Pengalaman yang menyenangkan bisa menginap di Berry Glee Hotel ini. Kalian yang suka dengan warna-warni dan furniture kekinian harus mencoba menginap disini, apalagi hotel ini letaknya juga sangat stategis untuk kemana-mana di Denpasar, Bali.


Berry Glee Kuta
Jl. Raya Kuta No. 139 Kuta, Bali
Phone: +62 (0361) 760008
Website: www.BerryGleeHotel.com

Taman Wisata Osing - Penginapan Di Tengah Hutan Rakyat Dan Desa Kemiren, Banyuwangi     Edit

Kolam Renang Taman Wisata Osing
Hotel dan penginapan di Banyuwangi makin hari dirasakan makin bertambah, beberapa hotel lawas terlihat mulai melakukan renovasi untuk memberikan pelayanan terbaik. Apalagi saya merasakan kunjungan ke Banyuwangi mulai meningkat.

Taman Wisata Osing merupakan taman rekreasi yang berada di Desa Kemiren, Banyuwangi.  Desa tersebut merupakan desa yang penduduknya merupakan Masyaakat Suku Osing, Suku Aslinya Banyuwangi. Taman Wisata Osing ini terletak 8-10 km dari pusat Kota Banyuwangi atau sekitar 5 km dari stasiun Karangasem. Jika naik motor dari Kota Banyuwangi bisa dicapai selama 15 menit dan dari Stasiun Karangasem bisa ditempuh selama 5-10 menit.

gerbang depan Taman Wisata Using
Rute Ke Taman Wisata OsingRute Ke Taman Wisata Osing dari Kota Banyuwangi cukup mudah kok. Rutenya dari Simpang Lima Kota Banyuwangi Ke Arah Barat – Jl. Jaksa Agung Suprapto – Jln. Hos Cokroaminoto – Melewati Rel Kereta – Pertigaan Patung Barong lurus hingga menemukan gapura masuk desa Kemiren – Melewati Gapura Lurus Terus Sampai menemukan Pertigaan yang ada Kepala Barongnya lalu ambil kiri – Taman Wisata Osing ada di Kanan Jalan.

Taman Wisata Osing (TWO) , bisa dibilang adalah taman bermain yang dilengkapi beberapa fasilitas yang cukup lengkap jika disebut Resort. Sekitar TWO ini istimewa , selain karena berada di tengah desa mayoritas dari suku Osing, suku asli Banyuwangi, TWO berbatasan langsung dengan Hutan Masyarakat Desa Kemiren, sehingga suasana di TWO sangat asri. Bagian sebelah barat TWO ditumbuh berbagai pohon yang relatif besar dan banyak pohon durian. Jika sedang musim durian, durian dari pohon ini pun dijual kepada pengunjung. TWO mempunyai fasilitas seperti Dua Kolam Renang, satu untuk anak-anak satu untuk orang dewasa. Terdapata taman bermain anak-anak yang terdapat mainan seperti ayunan, prosotan, jungkat-jungkit dan mainan lainnya.

ayunan di taman bermain anak-anak
Terdapat pula penginapan dengan fasilitas yang sama tiap kamarnya seperti Kasur dua atau kasur satu, kamar mandi dalam dan kipas angin. Letaknya yang berada di Desa Kemiren membuat kami ingin mencoba menginap disini, sekaligus mencari penginapan terdekat untuk hadir di acara Festival Ngopi Sepuluh Ewu yang diadakan bulan November kemarin.  Dari Penginapan ke pusat acaranya Cuma tinggal berjalan kaki sekitar 2 menit saja sudah sampai di pusat keramaian Festival Ngopi Sewu. Penginapan ini juga pernah dipilih seorang teman untuk pendakian ke Ijen karena penginapannya searah dengan jalur ke Kawah Ijen (sekitar 45 menit naik motor sampe ke paltuding, pos pendakian kawah ijen)

malam hari, syahduu
bangunan adat osing

kamarnya
Sesuai dengan lokasi dan namanya, bangunan berbentuk rumah adat suku osing dengan dinding terbuat dari anyaman bambu kecuali modifikasi kamar mandi yang menempel di bagian samping kamar terbuat dari semen dan batu bata. Karena terbuat dari anyaman bambu, aroma khas terasa saat memasuki kamarnya. Jika menginap di hari weekday rasanya nyaman sekali, taman wisatanya jarang sekali pengunjung, menjadi seperti milik pribadi. Berjalan menyelusuri halaman luasnya, berenang-renang menikmati kolam renangnya atau keluar hotel menikmati suasana desa kemiren atau mencoba beberapa kuliner khas masyarakat osing kemiren yaitu pecel pitik dan Uyah Asem yang bisa dibeli di Pesantogan Kemangi yang letaknya 5 menit dari hotel dengan berjalan kaki.
pesantogan kemangi kemiren
Pengalaman saya untuk memesan kamar di penginapan sini agak kesulitan karena Taman Wisata Osing ini tidak punya nomor telepon kantor. Saya mencatat salah satu npegawainya saat survey,namun tidak bisa dihubungi (mungkin karena sinyal disana agak susah), sehingga perlu kesana kembali lagi kesana untuk mememesan. Baiknya memang Taman Wisata Osing ini memiliki Telpon Kantor atau HP khusus Kantor, sehingga bisa meningkatkan lagi pelayanan terhadap pengunjung khususnya yang ingin menginap dan memesan kamar di penginapan tersebut.

Yukk nyoba nginap disini :D

Harga per November 2016
Kamar Rp. 165.000/malam untuk 2 orang
Ekstra Bed Rp. 40.000
Dapat Sarapan Pagi di Kantin
Nomor Telpon (nyusul ya, belum dapat dapat dihubungi)