Pantai Karang, Denpasar - Tempat Menikmati Matahari Terbit di Bali
Hutan Mangrove Jatipapak - Wisata Baru Di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi
Pantai Watu Ulo, Cerita Mitos Heroik dan Budaya Tradisional Pegon
3 Hari 2 Malam Menyelusuri Wisata Jember
9 Tempat Ngabuburit Seru Di Banyuwangi
Pantai Sembulungan, Banyuwangi - Pantai Dengan Potensi Sejarah Luar Biasa dan Kearifan Lokal Yang Kental Edit
Pantai Sembulungan adalah salah satu pantai di Banyuwangi yang punya daya tarik lain dibanding pantai-pantai lain di Banyuwangi. Selain keindahan pantainya, juga terdapat peninggalan sejarah mulai era kerajaan hingga era penjajahan kolonial Belanda dan Jepang. Selain itu juga terdapat kearifan-kearifan lokal masyarakat pesisir Banyuwangi terutama Muncar yang wilayahnya sangat dekat dengan Pantai Sembulungan yang hanya dipisahkan oleh Perairan Teluk Pangpang.
Pantai Sembulungan terletak di wilayah konservasi Taman Nasional Alas Purwo berdekatan dengan Daerah Muncar, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. Jika kita berada di pelabuhan Muncar kita bisa melihat sebuah daratan tinggi atau Tanjung yang menjorok ke arah Laut, wilayah tersebut bernama Sembulungan.
Rute menuju pantai Sembulungan dari kota Banyuwangi.
Untuk ke Pantai Sembulungan ada dua cara yaitu lewat darat dan lewat laut menggunakan kapal/jukung. Rute ke Pantai Sembulungan dengan jalur darat adalah lewat Jatipapak yang terkenal dengan wisata mangrove Trail Jatipapak.
Sembulungan rute darat hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua saja. Dari kota Banyuwangi ambil rute ke TN Alas Purwo melewati Rogojampi-Pertigaan Lampu Lalu Lintas Srono ambil ke arah timur (arah Muncar) – Pertigaan lampu lalu lintas Tembok ambil ke barat – dari sini ikuti saja petunjuk jalan ke TN Alas Purwo hingga sampai daerah Kalipait akan ada Kantor TN Alas Purwo dan Lapangan Sepakbola sebelum masuk ke hutan. Ikuti jalan berbatu dekat Lapangan Bola tersebut hingga ke Jatipapak, dari jatipapak kalian bisa menanyakan rute ke Sembulungan. Jika kondisi musim hujan tidak disarankan rute darat ini.
Sembulungan Rute Laut bisa ditempuh dari Pelabuhan Muncar menyewa kapal/jukung. Saya bisanya malah lewat Sungai Stail dengan menyewa jasa transportasi dari Kelompok Masyarakat Bahari Stail Sejahtera (BSS) yang berada di Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar. Kelompok BSS ini sering mengantarkan tamu untuk memancing, juga untuk wisata trip ke Teluk Biru. Untuk ke Basecamp Kelompok BSS ini cukup mudah. Dari kota Banyuwangi ambil rute ke TN Alas Purwo melewati Rogojampi-Pertigaan Lampu Lalu Lintas Srono ambil ke arah timur (arah Muncar) – Perempatan Tembok ambil ke kanan lalu ikuti sampai di pertigaan Pasar Sumberayu ambil kiri – ikuti jalan dan tanya warga setelmpat Kantor Resort Tanjung Pasir TN Alas Purwo atau kalian bisa ikuti rute di Google maps. Jika kalian tertarik bisa menghubungi nomor Whatsapp 081216695429.
Rute laut ini seru, apalagi lewat sungai Stail. Kalian bisa melihat kehidupan dipesisir sungai Stail, aktivitas masyarakat, melewati hutan mangrove dan akhirnya bermuara di teluk pangpang dan sampai di Pantai Sembulungan. Kelemahan dari rute laut lewat sungai stail adalah masih terpengaruh pasang surut air laut. Jika air laut surut, untuk menyebrang ke Sembulungan agak sulit. Atau bahkan tidak bisa.
Di Pantai Sembulungan
Tetibanya di Pantai Sembulungan cukup takjub dengan perubahannya. Dahulu jika berlabuh kesini, celana bagian bawah agak basah terkena ombak saat turun kapal namun sekarang ada Dermaga yang bisa digunakan untuk pelabuhan kapal terutama saat air laut sedang pasang. Pantao Sembulungan berpasir putih dan saat datang dalam kondisi bersih hanya ada sampah-sampah dari seresah daun yang basah terbawa ombak laut dan angin. Namun memang jika kita kesini saat musim angin barat yang membuat ombak membawa sampah-sampah dilautan menepi sehingga pesisir pantai ini banyak terlihat sampah yang berserakan.
Di tepian pantai terlihat bangunan yang sedikit timbul dari pasir pantai, saat saya dekati ternyata sebuah Bungker sudah tidak digunakan lagi. Jumlahnya cukup banyak, belum lagi bungker yang ada di atas bukit sembulungan. Kalau kita ke atas bukitnya makin ditemukan banyak bungker dengan sedikit lubang untuk keluarnya moncong senjata dan mengintip. Sepertinya Tanjung Sembulungan ini menjadi seperti benteng pertahanan yang digunakan pada masa era kolonial belanda dan jepang untuk menghadapi serangan dari laut. Dengan adanya benteng pertahanan di tanjung sembulungan ini kapal musuh akan kesulitan mendarat ke wilayah Muncar. Di area atas bukit juga ada sisa meriam yang digunakan pada masa penjajahan dulu. Meriamnya cukup besar bertuliskan FRIED KRUPP ESSEN 1900 yang berarti meriam ini dibuat tahun 1900 oleh Tokoh Industrial Terkenal, Fried Krupp yang membangun industri cetakan logam di Essen, Jerman. Tulisan tersebut juga ditemukan pada meriam-meriam peninggalan masa penjajahan. Diatas bukit cukup sejuk karena banyak rimbunan pohon dan bambu yang menaungi, ditambah lagi angin laut yang cukup sejuk masuk dari sela-sela dahan pohon dan bambu membuat lupa cuaca panas di area pantai.
Jika kita lebih naik ke puncak sembulungan ini kita bisa menemukan situs peninggalan Empu Supo. Situsnya ini hanya berupa bongkahan batu bata yang berukuran tidak wajar juga ditemukan umpak yang memperkuat dugaan adanya bangunan disini. Empu Supo ini terkenal dalam cerita sejarah Kerajaan Majapahit dan Blambangan. Singkat ceritanya Prabu Brawijaya mengutus Empu Supo mencari Keris Kiai Sengkelat yang hilang. Setelah sekian lama mencari dari daerah ke daerah hingga sampailah di daerah Blambangan (Banyuwangi). Saat di Blambangan, beliau dipanggil oleh bupati Blambangan untuk memperbaiki bilah kerisnya yang rusak, ternyata keris milik bupati adalah keris yang dicari oleh beliau. Empu Supo menyarankan untuk membuat duplikat keris tersebut sebanyak 3 buah untuk menghindari terjadinya kerusakan atau kehilangan sedangkan yang asli di simpan oleh beliau. Bupati Blambangan terkesan atas hasil kerja Empu Supo yang bisa memperbaiki keris dan membuat duplikatnya. Konon cerita Keris Kiai Sengkelat yang asli dikembalikan ke Prabu Brawijaya. Untuk ke Situs Empu Supo ini tidak bisa sembarangan, karena tidak ada jalan setapaknya sehingga kalian perlu izin dulu kepada petugas agar bisa didampingi naik ke atas bukit tersebut.
Kearifan Lokal di Sembulungan.
Setiap tanggal 14,15 pada Tanggalan Islam, masyarakat nelayan di muncar melakukan kegiatan pembersihan kapal-kapal mereka di pesisir pantai Sembulungan. Membersihkan kapal dari kerak dan kerang yang menempel di lumbung kapal, kebersihan kapal hingga memperbaiki kapal seperti mencat kembali warna kapal yang memudar. Kapal Nelayan Muncar ini sangat khas sekali dengan warna warni yang menawan dan bentuknya yang unik. Pada lumbung kapalnya terdapat corak garis warna-warni dan diakhir pada garis teratas biasanya berwarna kuning. Kapal Khas Nelayan di Muncar ini bernama Kapal Slerek. Jika kalian datang pada pagi sampai sore hari pada tanggal tersebut, kalian bisa menjumpai aktivitas ini.
Pada setiap bulan Muharram pada Tanggalan Islam, Masyarakat nelayan muncar melakukan Upacara Petik Laur Muncar yang diadakan sangat meriah. Bahkan banyak wisatawan yang datang untuk melihat upacara ini. Upacara ini diadakan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut yang didapat dan hasil laut kedepannya juga melimpah. Poin menarik dari petik laut adalah keramaian warna-warni kapal Slerek yang berangkat bersama-sama melabuhkan umbe rampe, sesaji dalam bentuk kapal dan dihanyutkan atau ditenggelamkan di laut. Rasanya Perairan Teluk Pangpang dan Selat Bali hari itu penuh dengan warna. Setelah melabuhkan dilanjutkan syukuran di Pantai Sembulungan dan napak tilas sekaligus mendoakan Mbah Kalong. Salah satu tokoh Gandrung yang dihormati di Wilayah Muncar dan sekitarnya.
Video Petik Laut Muncar
<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/vlkm9HB4VEA" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
Secara garis besar, Pantai Sembulungan ini menarik untuk di kunjungi baik pesona alamnya, keunikan budaya dan kearifan lokalnya juga peninggalan sejarah yang ada disana. Jika ada waktu coba dikunjungi pantai Sembulungan ya, coba juga menggunakan jalur lautnya :)
Pantai Karang, Denpasar - Tempat Menikmati Matahari Terbit di Bali Edit
| Gardu Pandang Pinggir Pantai |
Berangkat dari hotel jam 5 pagi, saya menghapal jalan dahulu dengan maps google, maklum baru pertama kali ke Bali hahaha. Saya memilih Pantai Karang karena terdapat Gubuk Santai yang berada di pinggir laut dan tengah laut yang bisa saya jadikan sebuah objek foto sunrise.
Rute Ke Pantai Karang, Bali dari Kuta
Untuk menuju Pantai Karang dari Kuta cukup mudah, saya tingga mengikuti jalan By Pass menuju Pantai Kuta, di perjalanan ada papan petunjuk jalan yang membantu mengarahkan ke arah pantai Sanur. Sebelum memasuki parkiran pantai Sanur, saya terus jalan ke utara hingga ke pintu masuk Pantai Karang. Dari parkiran kendaraan, suara dan angin pantai Karang Sudah memanggil-manggil.
| Fotografer sudah berjejer mengabadikan sunrise di pantai karang |
| Penjual Lumpia di Pantai Karang Bali |
Matahari sudah mulai naik, terasa makin banyak pengunjung, Beach Walk yang menghubungkan pantai-pantai di daerah sanur mulai terlihat orang yang berolahraga lari juga bersepeda. Beberapa sepeda memilih berhenti di pinggir pantai dan pengendara beristirahat sambil memandangi laut.
| Sepedaan di Pantai Karang Bali juga seru |
Sudah puas menikmati suasana pagi di Pantai Sanur, saya bersiap-siap melanjuti perjalanan ke pantai di daerah Jimbaran yang pemandangannya punya nuansa berbeda dengan Pantai di daerah Sanur dan Kuta.
Hutan Mangrove Jatipapak - Wisata Baru Di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi Edit
| Hutan Mangrove dan Mangrove Trail Jatipapak |
![]() |
| Lurus (warna hitam ke Alas Purwo), ke kiri ke Jatipapak |
| Gapura Masuk Mangrove Trail Jatipapak |
| Kondisi Teluk Pangpang Sedang Surut |
| Lorong Adem di Jembatan Bakau Jatipapak |
| Ujung Mangrove Trail Jatipapak dan Pemandangannya |
Video Tentang Mangrove Jatipapak bisa ditonton disini :)
Pantai Watu Ulo, Cerita Mitos Heroik dan Budaya Tradisional Pegon Edit
| Pegon Jember di Watu Ulo |
| makan di bawah pohon pandan di pinggir pantai |
| Opor Ayam salah satu makanan yang dibawa di festival Waton |
| Reog Ponorogo |
| Warga sekitar Pantai Watu Ulo yang menaiki Pegon |
| Makanan yang disantap nanti di pantai tak lupa di bawa di dalam geropak sapi |
| Gunungan Ketupat yang dibawa pawai |
| ibu-ibu yang dapat ketupat dari gunungan ketupat |
| Pegon, Gerobak sapi khas Jember |
3 Hari 2 Malam Menyelusuri Wisata Jember Edit
![]() |
| Keliling Jember |
| Warung Kembang Jember |
Terletak di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, tidak jauh sekitar 30 menit dari Kota Jember atau lebih tepatnya di dalam perkebunan Renteng yang merupakan bagian dari PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII). Datang ke Puslit Kakao dan Kopi ini seru loh, karena kita bisa melakukan wisata pendidikan yaitu belajar tentang proses pembuatan coklat yang biasa kota makan dari buah tanaman Kakao juga proses pembuatan kopi. Belum lagi ada wahana keliling perkebunan kopi, kakao dan karet menggunakan kereta kayu. Terdapat juga bangku-bangku di bawah tegakan pohon dan taman bermain yang bisa digunakan untuk menyantap makanan yang dibawa dari rumah atau di beli di dalam puslit Kakao dan Kopi.
Cerita Lengkap tentang Pusat Penelitian Kopi dan Kakao bisa dibaca di sini : Belajar tentang Coklat di Pusat Kopi dan Kakao, Jember
| Pemandangan Pantai Papuma dari ketinggian Pagi Hari |
| foto teknik slowspeed Karang Kajang, Papuma |
| Pegon, Gerobak Sapi dari Jember |
Tentang acara Tradisi Pegon ini selengkapnya bisa dibaca di tulisan ini : Pantai Watu Ulo Dan Budaya Tradisi Pegon
| Lorong Jalan Hutan Perkebunan Kopi Rayap |
| Villa di Perkebunan Kopi Rayap |
| Pemandangan Pagi di Puncak Rembangan |
| Museum Tembakau Kota Jember |
| Pabrik Cerutu di Jember, Boss Image Nusantara (BIN) Cigar Factory |
| Penampakan Pecel Gudeg Lumintu |
Selengkapnya tentang Pecel Gudeg Lumintu bisa baca tulisan ini : Kuliner Jember Pecel Gudeg Lumintu
![]() |
| Foto Keluarga Bani Lumintu :D |
Video 3 hari 2 malam di Jember bisa dilihat disini
9 Tempat Ngabuburit Seru Di Banyuwangi Edit
![]() |
| Tempat Ngerandu Buko di Banyuwangi |
Walau Jauh, Ngabuburit di Pulau Merah ini menarik. Selain mengasikan menikmati semilir angin sore di pinggiran pantai, kalian juga bisa melihat pemandangan senja di pinggir pantai pulau merah yang terkenal keindanhannya. Jika kalian ingin berangkat Ngabuburit dan melihat senja di Pulau Merah dari Banyuwangi kota, saya sarankan untuk berangkat jam 13.00 atau paling lambat jam 14.00 karena perjalanan ke Pulau Merah dari Kota Banyuwangi sekitar 2 Jam perjalanan.
Hutan yang mempunyai pohon-pohon Trembesi Unik yang ditumbuhi jenis tumbuhan paku pada batangnya. Selain itu, pohon-pohon Trembesi tersebut ditaksir ditanam pada masa VOC dan penjajahan Belanda, jadi sudah berumur sekitar 300 tahun lebih. Ke Djawatan Benculuk sore-sore itu enak, suasana lebih sejuk dan rasanya untuk foto-foto juga enak. Jika beruntung dapat menemukan ada cahaya-cahaya matahari yang melewati celah-celah dahan pohon-pohon trembesi. Cahaya tersebut menambah takjubnya suasana sore di Djawatan Benculuk.
Mempunyai Panorama yang menarik. Di Puncak Asmoro kita bisa melihat Gunung Meranti dan Merapi Ungup-Ungup (Kawah Ijen) dari dekat juga bisa melihat pemandangan perairan selat bali dari ketinggian. Jika cuaca cerah, bisa melihat senja dengan latar formasi gunung yang ada di perbatasan Banyuwangi-Bondowoso. Sayangnya untuk ke Puncak Asmoro belum bisa ditempuh kendaraan roda empat, hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua karena akses jalan belum lebar. Selengkapnya tentang Puncak Asmoro bisa diklik disini
Mungkin masih banyak tempat seru buat Ngerandu Buko atau Ngabuburit Seru Di Banyuwangi. Jika teman-teman punya rekomendasi tempat buat ngabuburit di Banyuwangi bisa ditulis di kolom komentar ya :)
Selamat Berpuasa di Bulan Suci Ramadan :)




