-->
Showing posts with label wisata alam. Show all posts
Showing posts with label wisata alam. Show all posts

wisata alam

Waduk Lecari Dan Jajang Sebarong, Gambiran - Tempat Kuliner Banyuwangi Seru di Pinggir Waduk     Edit

Minggu kemarin, saya mencari bibit tanaman hias di daerah Jajag, Gambiran dan Yosomulyo sekalian paginya mampir sebentar ke wisata lokal Banyuwangi yang berusaha eksis kembali setelah sempat tak terurus. Namanya adalah Waduk Lecari, waduk kecil yang cukup lingkungannya cukup asri di tengah pedesaan.

Waduk Lecari terletak di Dusun Sumberejo, Desa Wringin Agung Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Dahulu Waduk ini diusulkan sebagai wisata agro perikanan dimana di tengah waduk terdapat keramba perternakan ikan nila. Namun berjalannya waktu, waduk tersebut tak terurus dan terlihat kumuh dan awal tahun 2020 atau sebelum pandemi Covid-19, waduk ini mulai berbenah untuk kembali eksis meramaikan destinasi wisata lokal di Banyuwangi.

Rute Menuju Waduk Lecari

Pertigaan SD N 1 Wringin Agung

Untuk ke Waduk Lecari ini dari Banyuwangi Kota atau Genteng cukup mudah. Jika kalian dari Kota Banyuwangi kalian bisa melewati rute Rogojampi-Srono-Benculuk- Lampu lalu lintas Jajag ambil lurus ke arah Gambiran sampai di pertigaan SD Negeri 1 Wringinagung ambil kiri masuk ke jalan bergapura Pondok Pesantren Mamba’ul Huda Krasak. Ikuti jalan tersebut hingga Perempatan SD Negeri 3 Wringinagung lalu ambil kanan dan ikuti saja jalan sampai ketemu Petunjuk jalan Rumah Makan Jajang Sebarong ikuti petunjuk tersebut kalian akan sampai di Waduk Lecari. Rumah Makan Jajang Sebarong berada di pinggir Waduk Lecari.

Waduk Lecari terlihat cukup asri, sekelilingnya banyak sekali pepohonan, di daerah yang dibuka untuk wisata dominan ditumbuhi oleh jenis-jenis bambu, seperti bambu ori yang sangat tinggi mungkin bisa mencapai 25 meter (perkiraan saya saja). Keberadaan pohon-pohon tersebut membuat hawa di sekitar waduk lecari ini cukup sejuk bahkan pada saat siang hari.

Salah satu Menu di Jajang Sebarong, Nasi Sambel Wader

Waduk Lecari mulai menggeliat lagi karena ada rumah makan keluarga atau resto keluarga Jajang Sebarong yang punya konsep menarik yaitu menyediakan tempat makan dipinggir waduk Lecari berbentuk saung-saung atau gazebo santai. Selain itu juga ada meja kursi yang berada di teduhan rumpun bambu. Menu di Jajang Sebarong cukup banyak berupa Nasi Sambal dengan pilihan lauk yang beragam dengan harga mulai 8.000 sampai 17.000. Ada juga pilihan camilan snack seperti Gorengan, Kentang Goreng, Piscok Keju dan lainnya dengan kisaran harga 5.000-8.000 saja. Minumannya pun bisa dibilang murah dari 3.000 hingga 10.000.

Di waduk lecari juga ada wahana bermain seperti perahu bebek yang bisa di sewa seharga 15.000 untuk sepuasnya jika sedang sepi dan jika sedang ramai akan ada batas waktu sehingga bisa bergantian dengan pengunjung lainnya. Selain itu, ada kapal perahu jukung yang bisa mengantar pengunjung untuk berkeliling waduk, melihat sisi lain waduk sebelah hulu yang katanya ada keramba peternakan ikan yang dahulunya memenuhi tengah waduk ini. Untuk naik perahu jukung ini kalian hanya membayar sebesar 6.000 saja.

Piknik Keluarga ke Waduk Lecari

Di sebelah rumah makan Jajang Sebarong terdapat hutan bambu yang rimbun, disekitarnya sedang ada pembangunan namun saya belum tahu akan dikelola seperti apa nantinya area hutan bambu tersebut. Cuma saya membayangkan membuat pasar jajanan tradisional mingguan dengan konsep mirip pasar papringan di temanggung atau Pasar Wit-Witan yang ada di Alas Malang, Singojuruh.

Waduk Lecari dengan Rumah Makan Jajang Sebarong ini menurut saya sangat direkomendasikan untuk kalian yang ingin mencari tempat makan atau resto yang cocok untuk kumpul bersama keluarga. Sambil menunggu makanan selesai dimasak dan disajikan kalian bisa ngobrol-ngobrol menikmati suasana waduk atau berkeliling danau dengan menyewa perahu bebek atau menggunakan jasa perahu jukung.

Video Suasana Waduk Lecari.

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/mdeXtDzHhZE" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>


Pemandian Sumber Waras Banyuwangi - Waterpark Sejuk Di Tengah Pedesaan     Edit

Main air memang menyenangkan, apalagi airnya berasal dari Sumber Air dalam tanah sehingga airnya dingin dan terasa menyegarkan. Setelah sendang seruni, saya mencari lagi tempat bermain air dan mandi di alam yang menyenangkan. Saya mendapatkan ada Waterpark Baru di Tengah Pedesaan di daerah Glagah bernama Waterpark Sumber Waras.

Waterpark Sumber Waras atau lebih dikenal Pemandian Sumber Waras terletak di Desa Gadog, Kecamatan Tamansuruh, Kabupaten Banyuwangi. Walau lokasinya di tengah desa, pemandian Sumber Waras ini berbeda dengan Pemandian Alam Banyuwangi lainnya karena sudah semi modern hingga pengelola memberi nama lain sebagai Waterpark Sumber Waras.

Rute menuju Waterpark Pemandian Sumber Waras
Gapura masuk ke Sumber Waras di Desa Gadog
Menuju Waterpark/Pemandian Sumberwaras dari Kota Banyuwangi cukup mudah kalian tinggal arahkan kendaraan menuju ke arah Barat menuju Desa Kemiren lalu melewati Warung Kemarang dan pertigaan kedua setelah Warung Kemarang ambil ke kanan. Ikuti jalan tersebut melewati Desa Mondoluko dan memasuki gapura desa Gadog. Ikuti jalan saja hingga menemukan baliho petunjuk jalan Waterpark Sumber Waras di pertigaan, ambil ke kanan memasuki gapura bambu ke arah bawah. Kalian akan sampai di parkiran Waterpark Sumber Waras. Kalian hanya tinggal membayar Rp. 5.000 untuk memasuki Waterpark tersebut.

kolam anak-anak di Pemandian Sumber Waras
Lokasinya sejuk, berada di tengah-tengah kebun atau mungkin hutan desa Gadog yang masih rimbun dengan pepohonan sehingga disini masih bisa ditemukan kicau-kicau burung apalagi jika kalian datang pagi atau sore hari. Ada dua kolam di Waterpark ini yaitu pemandian anak-anak yang letaknya dekat pintu masuk. Kolamnya cukup teduh karena berada dibawah naungan beberapa pohon besar disana. Kedalaman kolam anak-anak ini sekitar selutut orang dewasa. Pada Kolam Anak Kecil juga terdapat wahana permainan prosotan khas waterpark pada umumnya. Pada kolam dewasa berada tengah-tengah area Waterpark dengan lantai kolam dominan berwarna putih dan krem terlihat cukup mencolok. Kolam renang dewasa ini mulai dari 1 meter hingga 2 meter. Bagi yang tidak bisa berenang jangan mendekat ke area dua meter. Untuk area dewasa ini kalian juga bisa sewa pelampung atau ban seharga 10.000 untuk pelampung yang dua lubang dan 5.000 untuk pelampung dengan 1 lubang.
Kolam Renang Dewasa di Pemandian Sumber Waras
Di dekat kolam renang ada tempat santai berupa meja kursi yang dibawahnya terdapat kolam yang kedalamannya sedikit diatas mata kaki. Jadi duduk disana serasa sedang bermain air juga karena kaki kita basah. Katanya kolam tersebut di rencananya akan dikasih ikan. Bisa sekalian terapi ikan dong nanti hehe. Jika ingin duduk tidak basah kalian bisa duduk di kursi dari semen di sisi kolam juga bisa duduk di bale santai yang di bangun sekitar kolam. Air yang ada di kolam dewasa, kolam anak-anak dan kolam untuk duduk bersantai airnya selalu mengalir karena berasal dari sumber air dari dalam tanah yang ada di atas bukit dekat dengan Waterpark atau Pemandian Sumber Waras ini. Airnya muncul dari bawah tanah dengan debit air yang cukup banyak sepanjang tahun.

Sejarah dan Cerita Dahulu Tentang Sumber Waras
Sumber Air ini dulu bernama Sumber Domyong karena disekitar mata air tersebut ada Pohon Domyong. Pohon Dompyong juga dikenal dengan pohon Gowok atau Kepa ini merupakan pohon buah yang buahnya dulu sering ditemukan di pasar. Namun Domyong sendiri juga disukai kelelawar sehingga kadang sebelum buah Dompyong masak siap petik sudah banyak dimakan  kelelawar. Seiring berjalannya waktu, sumber tersebut sering digunakan warga setempat untuk kebutuhan sehari-harinya termasuk juga mandi. Warga setempat meyakini bahwa mandi setelah subuh di sumber tersebut dapat menyembuhkan penyakit (Waras) sehingga lama kelamaan nama Sumber Dompyong berubah menjadi Sumber Waras.

Meja Kursi di dalam kolam
Fasilitas di Pemandian Sumbe Waras bisa dibilang lengkap. Terdapat beberapa kamar mandi untuk tempat bilas namun jumlahnya masih terbatas, resto dan kafetaria  bagi pengunjung yang ingin memesan makanan dan minuman. Harga makanan dan minuman pun bisa terbilang murah berkisar antara 5.000 hingga 15.000 mulai dr jajanan pasar seperti kucur, gorengan, nasi bungkus, jamur krispi hingga mie instan yang memang cocok dimakan setelah kedinginan berenang. Terdapat juga beberapa kamar penginapan dengan bangunan dari kayu namun untuk saat ini masih belum dibuka untuk umum.
Suasana Sejuk di sekitar Pemandian Sumber Waras
Waterpark Sumber Waras ini buka pagi hari jam 07.00, saat baru buka keadaan masih sepi dan airnya masih cukup dingin hehe, namun sangat cocok bagi kalian yang tidak ingin ketemu keramaian saat berenang apalagi di era covid-19 Renang punya resiko penularan yang lumayan. Saat berkunjung kesini, kita harus tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan oleh pengelola ya :)

Video Rute Perjalanan Ke Sumber Waras dan Penampakan Kolam Renangnay bisa dilihat di Video ini: 

Mencari Penyembuhan Di Hutan Sukabumi-Cianjur     Edit


Saat Pandemi Covid-19 atau Virus Corona menyerang, Segala pikiran kita pasti sangat terkuras memikirkan itu semua sampai-sampai terkena Psikomatis dimana tubuh merasa sakit padahal kita dalam keadaan sehat dan bugar. Setelah Pandemi Covid-19 ini berakhir saya merencanakan Pulang ke Rumah di Jakarta dan melakukan perjalanan ke Sukabumi untuk melakukan Healing Forest atau melakukan penyembuhan dari stress pandemi Covid-19 di Hutan.

Healing Forest bisa dibilang semacam terapi yang dilakukan dengan memanfaatkan salah satu fungsi hutan yang tidak disadari oleh manusia yaitu sebagai media penyembuh alami. Saat memasuki hutan atau berada di alam, kita menghirup udara segar, melihat pemandangan, merasakan aroma, mendengarkan suara burung atau gemerincik air. Hal-hal tersebut secara tidak sadar bisa mengurangi produksi hormon stress kita sehingga kita merasa lebih baik saat berada di alam atau hutan.

Kenapa Melakukan Healing Forest di Cianjur-Sukabumi
Seperti yang kita ketahui, daerah Cianjur dan Sukabumi memiliki kawasan pegunungan dan kawasan pantai. Daerah pegunungannya saja menakjubkan, Ada Taman Nasional (TN) Gunung Gede Pangrango, TN Gunung Halimun Salak dimana dua Taman Nasional ini mempunyai potensi alam hutan serta ekosistem yang menakjubkan sehingga kita sebagai pengunjung bisa melepaskan kepenatan di Hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan TN Gunung Gede Pangrango. Selain itu, Sukabumi juga mempunyai wisata perbukitan dengan pemandangan yang indah, Hutan-hutan Pinus, telaga dan air terjun  di Sukabumi yang terkenal di kalangan traveller. Memilih Cianjur dan Sukabumi selain dekat dengan Jakarta yang bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi, saya ingin mengulang momen masa muda bersama ke keluarga saat piknik di Sukabumi dan Cianjur.

Kemana aja saat di Cianjur - Sukabumi
Sudah jelas kita tidak bisa memasukan semua destinasi alam di Cianjur-Sukabumi. Selain karena wisata alam di Cianjur dan Sukabumi sangat banyak, waktu yang kita punya juga terbatas sehingga saya memilih beberapa tempat yaitu:

Kemah di Bumi Perkemahan Mandalawangi
Perkemahan Mandalawangi dan pemandangan sekitarnya
Bumi Perkemahan Mandalawangi ini letaknya di daerah Cibodas, Kabupaten Cianjur dekat sekali dengan kawasan Kebun Teh dan Puncak Pass. Bumi Perkemahan ini sangat indah, dengan pemandangan hutan kecil di pinggir Hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Dari Bumi Perkemahan Mandalawangi kita bisa pemandangan indah Gunung Gede Pangrango baik secara jelas maupun perlahan-lahan tertutup kabut. Malam harinya, walau udara cukup dingin, kita bisa dihibur dengan suara gemerincik air yang ada dari telaga kolam yang ada di dekat perkemahan, belum lagi suara serangga-serangga malam yang membuat malam di Mandalawangi serasa tentram.

Tracking ke Air Terjun Cibereum
Air Terjun Cibereum
Karena dekat dengan jalur pendakian ke Puncak Gunung Gede Pangrango, pagi harinya kita bisa loh tracking seru ke Jalur Pendakian menuju air terjun Cibereum. Kita tinggal melewati jalan setapak yang cukup bagus dengan petunjuk jalan yang sudah jelas sehingga tak perlu khawatir tersesat. Coba nikmatiperjalanannya, rasakan udara sejuk dari iklim mikro yang terbentuk akibat rimbunnya pepohonan di hutan, suara-suara serangga dan burung yang bersahut-sahutan. Jika beruntung, kita bisa bertemu dengan rombongan kelompok satwa Owa Jawa yang sedang turun gunung mencari makan. Suasana tersebut yang bisa diri kita sembuh dari rasa stress menghadapi Pandemi Covid-19 .  Setelah 1 Jam perjalanan kita akan sampai di Air Terjun Cibereum. Air terjunnya cukup besar, alirannya deras sehinga menghasilkan angin yang cukup besar membawa embun-embun atau partikel air yang pecah menghujani tubuh kita. Sejuk sekali rasanya. Air tersebut serasa merefresh diri kembali segar seperti sedia kala.

Telaga Situ Gunung
Pemandangan Telaga Situgunung saat pagi (FB:Backpacker,
Situ Gunung merupakan Danau yang terletak di Desa Kadudampit, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Telaga ini juga masuk dalam Kawasan TN Nasional Gunung Gede Pangrango dan berada di ketinggian sekitar 850 Mdpl sehingga membuat suasana di Telaga Situ Gunung begitu sejuk. Rekomendasi waktu yang baik untuk mengunjungi Telaga Situ Gunung ini adalah waktu pagi hari. Kalian bisa datang pada hari sebelumnya dan menginap di area camping groundnya atau juga bisa datang menjelang pagi dengan bermalam di penginapan atau Hotel di Sukabumi karena letak Telaga Situ Gunung juga tidak jauh dan mudah ditempuh dari kota Sukabumi.

Pemandangan menjelang pagi di Telaga Situ Gunung ini menakjubkan. Dari cahaya malam yang terlihat samar-samar dari pantulan air telaga, perlahan terang. Dari telaga seolah-olah ada kumpulan kabut yang keluar perlahan-lahan. Perlahan pula kita bisa melihat sekeliling telaga ditumbuhin rimbunan pohon-pohon besar dan berselimut kabut. Saat sudah terang, hawa dingin berganti sejuk, suara serangga dan kicau burung bisa menjadi penghilang rasa penat dan stress. Hal ini juga merupakan bagian dari Healing Forest, Penyembuhan dari Hutan.

Jembatan Suspension Bridge Situgunung dan Curug Sawer
Jembatan Suspension Situgunung saat sepi pengunjung
Setelah puas menikmati pemandangan dan suasana asri dari telaga Situ Gunung pagi hari, kita bisa beranjak ke Jembatan Suspension Brigde yang merupakan salah satu jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara. Letaknya masih berdekatan dengan Telaga Situgunung yaitu di Kawasan TN Gunung Gede Pangrango sehingga kalian bisa sekalian mampir ke Jembatan Suspension Brigde ini. Jembatan ini menghubungkan bukit satu dengan bukit disebrangnya dengan panjang jembatan sejauh 243 meter, lebar jembatan 2 meter dan tinggi sekitar 150 meter. Kedatangan di Jembatan Suspension Bridge pagi-pagi ini menyenangkan, kondisinya sepi tidak banyak orang sehingga jika kita foto tidak tampak lalu lalang orang lain. Selain itu dengan datang pagi hari disana, kita bisa melihat Kabut yang seakan-akan keluar dari pohon-pohon dan bergerak mengikuti arah angina. Karena kita berada diantara bukit dan jurang, kita bisa merasakan angin sejuk sepoi-sepoi yang berhembus saat kita berada diatas jembatan. Rasa dingin dari anginya serasa menyegarkan badan, terhirup dan menyebar ke seluruh tubuh sehingga badan rasanya plong sekali.

Air Terjun Sawer dari Kejauhan
Setelah puas menikmati suasana di Jembatan Suspension Bridge, kita bisa mampir ke air terjun Sawer yang letaknya masih dekat dengan jembatan, mungkin kita akan berjalan kaki selama 10-15 menit saja. Jalannya pun sudah enak, sudah padat dan ada petunjuk jalan jadi tidak usah khawatir tersesat. Curug Sawer ini berada di ketinggian 1025 Mdpl dengan tinggi air terjun sekitar 35 meter. Main ke Curug sawer ini menyenangkan karena udaranya sejuk karena adanya efek iklim mikro yang diciptakan oleh pohon-pohon hutan sekitar air terjun juga butiran-butiran air dari air terjun yang terhempas angina ke arah kita. Di depan Curug Sawer terdapat jembatan yang dilewati untuk kita yang ingin melihat dan menikmati curug sawer lebih dekat atau berfoto-foto.

Situs Megalitikum Gunung Padang
pemandangan pagi di Situs Megalitikum Gunung Padang
Masih belum puas melihat keindahan alam, saya memilih menginap di sekitaran kota Sukabumi semalam lagi. Selain banyak hotel murah di Sukabumi, juga dekat dengan tujuan saya berikutnya yaitu mengunjungi Situs Megalitikum Gunung Padang yang secara administrasi masuk di dalam Kabupaten Cianjur.  Waktu yang tepat untuk datang ke Gunung Padang adalah pagi hari, hawa sana sejuk sekali, apalagi Situs Megalitikum Gunung Padang berada pada ketinggian 885 Mdpl. Gunung Padang ini mempunyai beberapa teras dan di setiap terasnya mempunyai pemaknaan sendiri. Menaiki Situs Megalitikum tak perlu buru-buru, nikmati saja setiap langkah naik dari teras ke teras. Nimkati juga suasana dan cerita di setiap terasnya. Melihat sekeliling di situs megalitikum Gunung Padang ini seperti bukan berada di belahan bumi. Kesannya berbeda sekali, bongkahan batu-batu besar berbentuk balok yang potongannya cukup rapih seakan-akan ada yang sengaja meninggalkannya disini. Apalagi kalau kita melihat pemandangan pagi di sekelilingnya juga indah. Kabut-kabut tipis masih terlihat menghiasi bukit-bukit di sekitar gunung padang bergerak mengikuti arah angin. Ada yang menarik di Teras kedua, disana ada pohon besar cendana dan hamirung yang diantaranya ada gundukan batu. Jika kita melihat ke arah barat bisa melihat Gunung Gede. Duduk diatas bongkahan batu tersebut, pejamkan mata dan nikmati semilir angin sejuk yang nantinya akan berhembus melewatimu dan kedua pohon besar tersebut. Rasanya ini seperti orang melakukan meditasi, badan juga rongga dalam tubuh seakan segar sekali diterpa angin dingin seakan-akan angin tersebut mereset tubuh kita menjadi segar kembali,

Saya percaya Cianjur dan Sukabumi punya tempat lain yang tidak kalah dari tempat-tempat yang saya sebutkan ini. Namun lima tempat ini ingin sekali saya kunjungi kembali setelah Pandemi Covid-19 ini berakhir sekalian melakukan terapi penyembuhan hutan atau Healing Forest mengurangi stress yang bertumpuk-tumpuk setelah mengadapi Pandemi.

Jaga kesehatan teman-teman, patuhi protokol covid-19 dengan menggunakan masker, menjaga jarak, keluar rumah saat perlu saja. Nanti saat Pandemi berakhir kita piknik ke alam sama-sama ya :)

Rekomendasi Itinerary Paket Tour Wisata Di Bogor     Edit

Tugu Kujang, Landmark kota Bogor
Bicara soal kegiatan happy bersama keluarga atau teman memang lebih asyik jika melakukan tour wisata. Salah satu tempat yang paling menarik untuk dijadikan tujuan wisata adalah kota Bogor.  Salah satunya tempat yang kemarin secara tidak sengaja saya menemukan tempat kuliner menarik yaitu di Teras Salak yang menyuguhkan keindahan  Kota Bogor dari ketinggian dan panorama Gunung Salak. Selain itu, Kota hujan tersebut masih memiliki banyak sekali tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Teman-teman tertarik berkunjung ke Bogor? Saya punya rekomendasi paket tour wisata di Bogor yang bisa kamu coba.
Itinerary Paket Tour Wisata di Bogor
Untuk berwisata di Bogor, kamu bisa mencoba membuat paket one day tour Bogor. Untuk memudahkan perjalan wisatamu, kamu bisa menggunakan jasa sewa mobil secara online agar kamu lebih nyaman dan mudah untuk berwisata di Bogor yang kebanyakan berada di kawasan pegunungan.
Berikut ini rekomendasi itinerary liburan ke Bogor yang bisa kamu coba.
1.Taman Safari
Ketika kamu berjalan jalan di Bogor, tempat wisata pertama yang bisa kamu kunjungi adalah Taman Safari Bogor. Taman Safari sendiri berada di Kecamatan Cisarua, Bogor, Jawa Barat.
Di sana kamu bisa memberi makan dan berinteraksi langsung dengan hewan disana melalui kendaraan yang disediakan. Di program ini kurang lebih ada 20 wahana bermain, 7 exhibit satwa dan 9 pertunjukan edukasi seperti safari theater, elephant show, raja rimba, dolphin dan masih banyak lagi.
2.The Ranch Mega Mendung Bogor
Selanjutnya kamu bisa travel ke Puncak Bogor mengunjungi the Ranch Bogor yang hampir mirip dengan the Ranch Bandung. Di tempat ini menyajikan arsitektur bangunan seperti di kawasan Benua Amerika yang indah. Kamu bisa berkuda, memanah, berkuliner dan berfoto di spot foto menarik di sana.
3.Taman Bunga Nusantara
Salah satu kemudahan yang bisa kamu dapatkan dengan menyewa mobil online, kamu bisa memilih jenis mobil yang kamu inginkan dan tentunya memudahkanmu untuk mengunjungi wisata satu ke wisata yang lain.  Nah setelah itu, kamu bisa lanjut ke Taman Bunga Nusantara.
Di sana ada berbagai jenis taman, seperti Taman Jepang yang berdesain seperti taman Jepang asli, kemudian ada Taman Labirin yang berbentuk labirin dimana kamu bisa membeli peta dan bermain petak umpet disana. Kemudian ada Taman Air, Taman Perancis, Rumah Kaca dan masih banyak lagi. Kamu juga bisa sekalian beristirahat dan makan di restoran di sana.
4.Little Venice
Selanjutnya kamu bisa melanjutkan perjalanan wisata di Little Venice, sebuah miniatur dari kota Venesia di Italia. Tempat wisata yang satu ini benar benar akan membawamu seperti di Italia. Kamu bisa menaiki gondola untuk berkeliling sungai, berfoto di spot spot foto menarik dan merasakan wahana lainnya.
5.The Lake House Pesona Alam Sedayu
Setelah menghabiskan waktu untuk berkeliling wisata, saatnya berhenti sejenak di wisata kuliner. The Lake ini adalah sebuah restoran cantik yang berada di tengah kolam dengan dikelilingi banyak pepohonan hijau. Ada banyak sajian menu yang bisa kamu nikmati di sana. Kamu juga bisa berfoto ria di tengah kolam dan pepohonan nan indah.
Sangat menarik bukan? Untuk mendapat pengalaman menjelajah yang lebih seru, kamu bisa menyewa mobil secara online dengan TRAC. TRAC memberikan akses jaringan mudah dan luas, kemudahan menyewa mobil secara online, jaminan proteksi dan layanan prima. Kamu bisa melihat harga sewa mobil  dan memilih varian kendaraan yang ingin kamu sewa di TRAC.
Standar keamanan dan kebersihan armada TRAC memprioritaskan keamanan kamu dalam perjalanan. TRAC menerapkan prosedur kesehatan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Seluruh kendaraan dibersihkan secara rutin dengan pengemudi yang bertugas benar benar sehat dan tidak memiliki gejala sakit. Jadi, paket tour wisata di Bogor kamu bisa berjalan dengan nyaman.

Wisata Goa Sodong, Banyuwangi - Pemandian Alam di Hutan Daerah Giri     Edit

Pemandian Alam Goa Sodong, Banyuwangi
Wilayah Barat Banyuwangi hampir seluruhnya adalah daerah pegunungan yang kondisi hutannya masih terjaga, sehingga tidak aneh jika banyak sumber air-sumber air di Banyuwangi. Kali ini saya mampir ke sumber air yang didalamnya punya sejarah keislaman. Lokasinya dekat Desa Kemiren sehingga setelah mencari sarapan di Pasar Jajanan Khas Osing pada hari Minggu pagi, saya melanjutkan untuk mampir ke Gowa Sodong atau lebih terkenal oleh warga setempat adalah WGS (Wisata Gowa Sodong).

Wisata Gowa Sodong atau Gua Sodong terletak di Dusun Pelinggihan, Desa Grogol Kecamatan Giri Banyuwangi. Gowa Sodong mulai dibuka untuk wisata Tahun 2018 lalu, namun saya baru punya kesempatan piknik akhir pekan disana kemarin minggu. Tidak menyangka tempatnya berada di pinggiran hutan dan jauh dari keramaian hingga disana hanya terdengar gemerincik air, suara burung dan suara-suara cerianya pengunjung yang sedang bermain air.


Rute menuju Goa Sodong dari Kota Banyuwangi.
Letaknya di Kecamatan Giri sehingga tempat ini tidak terlalu jauh dari pusat kota Banyuwangi. Ada dua pilihan rute untuk menuju wisata Goa Sodong. Rute lewat Penataban dan rute melewati desa Kemiren. Rute Penataban kalian bisa melewati Jalan Brawijaya ke arah ketapang, sebelum sip hal ada pertigaan kecil ambil arah ke barat atau ke kiri (Jalan Akasia). Ikuti jalan tersebut menyebrangi rel kereta api hingga sampai pertigaan balai desa Grogol. Dari depan Balai Desa Grogol akan ada petunjuk jalan berupa spanduk Wisata Goa Sodong, kalian tinggal ikuti jalan saja. 
Gapura gang masuk ke Wisata Goa Sodong
Jika kalian memilih rute desa Kemiren, arahkan kendaraan ke Desa Kemiren, pertigaan sebelum Pesantogan Kemangi, belok ke kanan atau ke utara, melewati kolam renang taman wisata osing dan sampai di perempatan besar, ambil arah utara atau lurus melewati desa Jambesari. Dari sini kalian tinggal ikuti jalan aspal saja hingga ketemu gapura masuk ke Wisata Goa Sodong. Jika kalian membawa kendaraan mobil kalian bisa memarkirkan kendaraan di dekat gapura karena mobil tidak bisa masuk sampai dalam. Untuk memasuk ke tempat wisata Goa Sodong kita harus membayar tiket masuk seharga Rp 4.000 per orang. 

Goa Sodong
Dari parkiran dan loket masuk, kita harus menyebrangi sungai kecil dengan menggunakan jembatan Bambu. Sampai di Sebrang terlihat rimbunnya objek wisata Goa Sodong. Banyak pohon-pohon buah yang sudah tinggi seperti Durian, Kepundung dan Manggis. Dibawah jembatan kayu terdapat mata air yang keluar melalui pipa, mata air tersebut berasal dari dalam Goa Sodong. Walau kondisi mulut goanya cukup kecil, namun di dalam goanya cukup besar seperti sebuah aula. Sekarang kondisi goa sudah ditutup sementara karena takut terjadi kejadian yang tidak diinginkan.

Menurut Pak Ali, pemilik kebun di Wisata Goa Sodong, Sodong diambil dari suku kata Sidang dimana lokasi ini sejak dulu digunakan sebagai tempat bersidang atau bermusyawarah oleh para Wali dan Ulama. Bisa dijelaskan karena ditemukannya makam Syekh Ali Muhammad Al- Magrobi yang letaknya berada tidak jauh dari Wisata Goa Sodong. Namun karena masih dalam tahap perbaikan, jadi saya belum bisa mengunjungi makam beliau.

Shelter dan Kursi untuk menikmati alamnya Goa Sodong
Setelah melihat kondisi Goa Sodong, saya lanjut berjalan mengikuti jalan setapak ke arah kolam pemandian. Terlihat dibawah pepohonan ada beberapa shelter yang dibuat sederhana dari bambu dan kayu. Di sekitar shelter terdapat warung-warung milik warga setempat, kalian bisa memesan makanan dan minuman yang dijajakan mereka saat berkunjung kesini. Dari shelter kita juga bisa mengawasi anak-anak bermain di kolam pemandian alami di Wisata Goa Sodong.
Kolam untuk anak-anak
Kolam pemandian di Wisata Goa Sodong ada dua, untuk anak-anak yang berada agak atas. letaknya agak kecil sehingga anak-anak mungkin tidak leluasa untuk berenang. Di lokasi area untuk anak-anak, juga kadang digunakan oleh orang dewasa karena di kolam tersebut tempat pertemuan 7 mata air yang diyakini bisa menyembuhkan penyakit. Pertemuan 7 mata air sangat jarang. Baru ada dua tempat di Banyuwangi yaitu di Sendang Seruni dan Goa Sodong.
Kolam untuk orang Dewasa
Agak kebawah terdapat kolam semi alami yang dibuat untuk kolam renang dewasa yang kedalamannya mencapai 120-150 cm. Anak-anak yang tidak bisa berenang tidak dianjurkan berenang dan bermain air disini. Sayangnya sejauh yang saya lihat tidak ada penyewaan ban juga. Mau tidak mau harus membawa sendiri dari rumah. Seperti ibu yang membawakan anaknya ban bentuk bebek. Rasanya seru sekali bisa melihat anaknya dengan riang bermain air dengan ban tersebut.
Asik kan main air disini
Walau terbilang cukup lama, Wisata Goa Sodong belum terlalu ramai dikunjungi. Mungkin karena dulu saat dibuka jalan menuju ke Goa Sodong masih belum bagus dan kini sudah diaspal baik kalian yang ingin melewati rute penataban atau lewat rute desa Kemiren. Jika kalian mencari suasana wisata alam baru di Banyuwangi, coba deh mampir ke Wisata Goa Sodong di daerah Giri ini.


Tonton Videonya jangan lupa bantu Subscribe biar saya semangat bikin konten lagi haha. Terima Kasih


Wisata dan Kuliner Menarik Di Sekitar Taman Nasional Baluran     Edit

Ada apa saja di Sekitar Baluran
Sering kali ditanya, kalau main ke Taman Nasional Baluran, apa aja yang bisa dicoba dan dilihat searah ke Baluran. Dulu jawabannya cuma dua, bisa sekalian mampir ke Waduk Bajulmati dan Pantai Bunder Bangsring. Ternyata setelah menelusuri di daerah sana ada banyak hal menarik yang ada di Sekitar dan searah menuju Taman Nasional Baluran.

1.  Pantai Pandean dan Perengan
Salah satu pantai yang berbatasan langsung dengan Kawasan Taman Nasional Baluran. Pantai ini berada di sebelah selatan Baluran tepatnya di desa “Kebangsaan” Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, SItubondo. Pantai ini merupakan pantai nelayan dimana kalian bisa melihat aktivitas nelayan dan kapal-kapal nelayan. Kapal-kapalnya pun beragam, mulai dari Jukung hingga kapal Slerek dengan bentuk seperti bulan sabit dan bercorak khas. Di pantai ini kalian bisa melihat pesona Gunung Baluran dari tepian pantai juga bisa melihat indahnya matahari terbit di laut karena pantai ini menghadap ke arah timur. Selain itu, di dekat pos jaga terdapat taman baca yang sering digunakan anak-anak untuk belajar dan membaca koleksi buku yang ada di sana.

2. Perkebunan Pasewaran
Perkebunan Pasewaran merupakan perkebunan PTPN XII yang terletak di wilayah Banyuwangi tepatnta di Desa Watukebo Kecamatan Wongsorejo. Walau dari peta Gmaps terlihat dekat namun dari Baluran ke Perkebunan Pasewaran memakan waktu sekitar 45 menit karena setengah jalan menuju ke Perkebunan masih rusak (aspalnya rusak bolong-bolong). Setelah melewati desa terakhir kita akan memasuki lorong hutan mahoni dahulu lalu akan sampai di Perkebunan Pasewaran yang punya julukan The Secret Garden. Memang benar-benar kebun tersembunyi dibalik rimbunnya hutan. Di dalam komplek perkebunan ini terdapat pohon raksasa Trembesi yang umurnya lebih dari 300 tahun, bisa dibilang sama umurnya hampir sama seperti Pohon Trembesi di Hutan Djawatan Benculuk. Disini juga bisa melihat perkebunan karet dimana pada pohon karet tersebut digantung kotak-kotak rumah lebah untuk berternak lebah madu yang sari madunya berasal dari bunga karet. Selain itu, hal menarik yang saya lihat adalah Rumah-rumah bergaya belanda dan ada sistem pengairan perkebunan pada masa Penjajahan Belanda yang masih digunakan sampai sekarang. Oh iya tempat penampungan ini pernah viral di twitter karena diduga adalah sendang yang disebutkan dalam kisah KKN Desa Penari, ternyata itu adalah bak penampungan yang sekarang digunakan untuk wisata sebagai kolam renang yang punya pemandangan menikmati laut dari kejauhan, jika cuaca disana tidak berkabut.

3. Air Terjun Selotirto
Air Terjun Selotirto ini searah dengan perkebunan Pasewaran. Sebelum masuk komplek perkebunan Pasewaran ada jalan setapak kecil di kanan jalan, tempat tersebut merupakan lokasi parkir penitipan kendaraan yang kini menjadi kebun karena air terjun Selogiri sudah sepi pengunjung sehingga tidak terawat. Dari parkiran kendaraan kita tinggal menyelusuri tangga dan jalan setapak menuruni jurang yang tidak terjal. Saat jalan turun, sudah terdengar suara-suara gemerincik sungai dan suara air terjun yang gemuruhnya cukup kuat terdengar. Air Terjunnya cukup tinggi, kemungkinan lebih dari 15 meter. Airnya mengalir sepanjang tahun karena berasal dari sumber air lansung.

Waduk Bajulmati musim kemarau
Letaknya berada setelah melewati gerbang depan Baluran ke arah Situbondo (arah utara) nanti di kanan jalan akan ada gapura Waduk Bajulmati dan Patung Penari khas Banyuwangi dan Situbondo karena Waduk ini terletak di daerah perbatasan Banyuwangi dan Situbondo. Ada yang bilang Waduk ini dibilang Raja Ampat KW karena mirip dengan Raja Ampat dika dilihat dari titik tertentu, ada juga yang bilang mirip danau Sentani yang ada di Papua. Waduk Bajulmati ini dibuat selain PLTA juga sebagai cadangan air yang dialirkan untuk para petani di sekitar saat musim kemarau tiba.

5. Sego Rujak Wongsorejo
Kalau Rujak Soto mungkin bagi sebagian orang yang beberapa kali ke Banyuwangi sudah biasa, bagaimana jika Sego Rujak. Nasi Rujak atau Sego Rujak ini bisa dibilang kuliner unik di Wongsorejo, karena hanya bisa ditemukan disini saja. Warungnya sederhana namun sering sekali ramai yang datang membeli. Rujak racikan Bik Ning terlihat sederhana, campuran Jantung Pisang, Ote-ote (Bakwan),nasi dan kerupuk warna warni diaduk didalam cobek yang sudah diracik terlebih dahulu. Setelah itu dihidangkan di dalam piring. Tak lupa diberi sedikit petis Madura berwarna pink di tepi piring. Petis ini nantinya menambah rasa dari Nasi Rujak. Harganya murah, mulai dari 5.000 dan makin mahal jika kalian mengambil lauk tambahan. Buka mulai jam 6 pagi dan sekitar jam 10 pagi biasanya sudah habis.

6. Pantai dan Hutan Mangrove Bengkak
Masih di Kecamatan Wongsorejo, tepatnya di Desa Bengkak, terdapat hutan mangrove dan pantai dengan panorama Selat Bali dan Gunung Baluran yang terlihat jelas. Mangrove ini tumbuh di rawa-rawa payau di pinggir pantai, airnya merupakan air laut yang terjebak masuk ke rawa saat pasang dan tidak bisa kembali lagi ke laut.  Wisata pendidikan cocok sekali dikembangkan di Hutan Mangrove Center Bengkak selain dijadikan tempat wisata selfie semata. Sehingga pengunjung yang berwisata kemari tidak hanya menyegarkan pikiran dan hilangkan kepenatan, juga mendapatkan ilmu dan pengalaman baru.

Biasanya wisatawan mampir kesini untuk sekedar makan, melihat rumah apung dan panorama selat Bali dan snorkeling melihat hasil penanaman terumbu karang nelayan-nelayan kelompok bunder ini. Spot Snorkelingnya ada banyak, kita tingga mengikuti rute tali yang sudah dipasangkan oleh pengelola. Di Rumah Apung yang berada di tengah laut, terdapat penangkaran ikan hiu yang pernah terjerat oleh jaring nelayan. Ikan hiu tersebut dirawat terlebih dahulu disana sebelum kembali dilepaskan kembali di laut. Dari Pantai Bunder Bangsring ini kita bisa melanjutkan perjalanan juga ke Pulau Tabuhan dan menjangan.

Pulau Tabuhan adalah pulau kecil berada di tengah perairan Selat Bali, untuk menuju kesana wisatawan bisa memilih 3 lokasi keberangkatan yaitu dari Pantai Grand Watudodol, Pantai Bunder Bangsring, dan Pantai Kampe. Harga sewa kapalnya untuk 1 kapal sebesar Rp. 500.000 yang bisa diisi 8 orang. Pulau Tabuhan merupakan pulau berpasir putih yang tidak ada pohon peneduh sama sekali, kalau datang weekend biasanya ada penjual makanan dan minuman yang tempatnya bisa dibuat sebagai tempat berteduh.

List Ada Apa Saja Di Sekitar Baluran ini akan bertambah lagi, jika saya menemukan suatu yang menarik di sekitar Baluran. Kalau ada waktu ngetrip ke Banyuwangi cobain main sebentar atau cicip kuliner yang ada di sekitar Baluran ini :)

Aksi Sadar Lingkungan Para Milenial Dan Penanaman Pohon di Kawah Ijen     Edit

Darling Squad dari Universitas Airlangga melakukan penanaman di Kawah Ijen

Kalian ingatkan kabar Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Ijen beserta Cagar Alam (CA) Merapi Ungup-ungup pada beberapa bulan lalu terbakar hebat cukup lama. Kalau tidak salah mulai terbakar tanggal 20 Okteber 2019, api berasal bukan dari kawasan TWA Kawah Ijen melainkan dari Dunung Dadapan yang berada di sebelahnya, namun karena saat kebakaran sedan ada angin besar api cepat merambat hingga membakar TWA dan CA Kawah Ijen hingga pada tanggal 5 November. Api membakar cukup banyak kawasan hutan di TWA dan CA Kawah Ijen yaitu seluas 900 Hektar.

Pemandangan Area terbakar di Kawah Ijen
Sakit sekali rasanya melihat Kawasan Konservasi terbakar hebat, melihatnya luluh lantah pasca kebakaran hebat terjadi. Saat kebakaran terjadi sebenarnya banyak yang peduli ingin membantu namun masyarakat tidak diperkenankan karena khawatir malah akan mengganggu jalannya pemadaman. Setelah api di kawasan TWA dan CA Kawah Ijen padam, Bakti Lingkungan Djarum Foundation bekerja sama dengan BKSDA Jawa Timur melalui Gerakan Siap Sadar Lingkungan (#SiapDarling). Gerakan Siap Darling ini mengajak Generasi Milenial untuk kembali menghijaukan kawasan konservasi Kawah Ijen, sehingga mereka bukan hanya sekedar peduli, namun juga terlibat dalam aksi nyata mengembalikan ekosistem hutan di kawasan konservasi Kawah Ijen.

Para Darling Squad Berkumpul untuk Aksi Siap Darling
Pada acara Aksi Sadar Lingkungan dengan menanam bibit pohon di Kawasan Taman Wisata Kawah Ijen, diikuti oleh 257 Mahasiswa yang berasal dari 27 Universitas di Indonesia seperti Universitas Airlangga Banyuwangi, Politeknik Negeri Banyuwangi, Institut Teknologi Sepoloh Nopember, dan lain-lainnya. Para mahasiswa dari Universitas tersebut hadir untuk menanam bibit pohon Cemara Gunung (Casuarina junghuniana) dengan luas area penanaman sebesar 1,1 Hektar. Dari luasan 1,1 Hektar tersebut dibagi 3 zona tergantung jenis topografi kemiringan area penanaman, Datar, agak curam, curam.

pengambilan bibit cemara gunung
Kenapa menanam Cemara Gunung di TWA Kawah Ijen.
Bibit pohon Cemara Gunung dipilih karena merupakan jenis asli yang tumbuh dan endemik di kawasan Taman Wisata Kawah Ijen. Selain itu, Cemara Gunung merupakan pohon jenis pioneer dan jenis yang cepat tumbuh sehingga sangat berguna untuk pemulihan ekosistem di kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen.

Darling Squad sebutan dari para mahasiswa peserta Aksi Penanaman SiapDarling dibekali dahulu materi teknik menanam yang baik bibit cemara gunung agar persentase tumbuhnya tinggi dan setelahnya mereka berkumpul mengambil bibit dan berangkat ke area penanaman masing-masing yang sudah dibagi saat briefing. Darling Squad terlihat semangat dan antusias sekali dalam berjalan ke lokasi, dan melakukan aksi penanaman. Mereka saling memberi intruksi dan saling melengkapi jika ada darling squad lain yang butuh bantuan dalam penanaman. Hasilnya penanaman seluas 1,1 Hektar selesai dengan jumlah bibit pohon cemara gunung yang ditanam sebanyak 500 batang pohon.

menanam di antara pohon-pohon yang mati terbakar dan rubuh 
Mengitup dari perkataan bapak FX Supanji, Vice President Director Djarum Foundation, Siap Darling ini program pelestarian lingkungan yang diinisiasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation yang senantiasa mengajak generasi milenial bergerak sama-sama untuk peduli lingkungan dan terlibat langsung. Tujuan tersebut sekaligus pasti menumbuhkan rasa cinta lingkungan dan bangga memiliki. Jangka panjangnya program ini sebagai langkah kecil menuju terciptanya ekosistem lingkungan yang seimbang.

Setelah selesai melakukan kegiatan aksi SiapDarling Penanaman di Taman Wisata Kawah Ijen, Darling Squad dapat tambahan ilmu di Acara Talk Show, menghadiri lokasi stand pelatihan menanam tanaman hias dimana di stand tersebut diajarkan komposisi media tanah yang baik untuk bibit tanaman dan bibit tanaman dapat dibawa pulang. Sebagai penutup acara Aksi Siap Darling di Taman Wisata Kawah Ijen, ada pentas musik yang dibawakan oleh Barasuara. Barasuara ini bisa dibilang merupakan Band Indie yang keberadaanya sangat disukai oleh kalangan generasi milenial.

Kami Sudah Siap Darling, Kalian Kapan?
Foto peserta penanaman di kawah ijen

Serunya Bermain Air Di Sendang Seruni - Banyuwangi     Edit

Sendang Seruni dari Atas

Cuaca Banyuwangi sedang panas-panasnya, hujan sebenarnya udah turun namun merata. Bawaannya enak kalau membuat minuman dingin atau berendam di kolam renang, apalagi kolam renang alami yang airnya berasal dari sumber air pegunungan yang airnya cukup dingin. Nah dekat Kawah Ijen ada Sumber Air yang dimanfaatkan sebagai wisata alam pemandian, Namanya Sendang Seruni.

Sendang Seruni merupakan salah satu tempat pemandian alami di Banyuwangi. Letaknya berada di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Sendang Seruni ini mencuat karena di duga merupakan sendang yang disebutkan di cerita Desa KKN Penari, memang secara lokasi berada di dekat hutan namun tebakan tersebut salah.


Rute ke Sendang Seruni
Rute menuju ke Sendang Seruni dari Kota Banyuwangi cukup mudah kok. Kalian tinggal mengambil arah menuju Kawah Ijen melewati Desa Olehsari – Desa Glagah- Jelun – Pasar Licin ambil ke kanan – ikuti jalan sampai ketemu gapura jalan Grand Harvest – ikuti jalan Paving tersebut hingga menemukan petunjuk jalan ke Sendang Seruni, dengan mengikuti petunjuk jalan tersebut, kalian akan sampai ke Parkiran Kendaraan Roda Dua dan Loket Masuk. Untuk kalian yang membawa kendaraan roda 4 parkir kendaraan bisa di halaman rumah warga di depan Gapura masuk Sendang Seruni. Untuk memasuki area wisata Sendang Seruni, harga tiket masuk Rp. 5.000/orang dan parkir motor Rp. 2.000 dan Mobil Rp. 5.000 saja, cukup murah kan.
Ada petunjuk jalan ke Seruni menuju ke kawah Ijen
Sejarah Sendang Seruni
Sendang Seruni punya kisah, dulunya ada dua sumber air kembar di tengah hutan namun seiring berjalannya waktu salah satu sumbernya tersumbat akar pohon yang rubuh, namun seiring berjalannya waktu muncul beberapa sumber disekitarnya dan hingga kini ada 7 buah sumber air yang mengelilingi sendang tersebut, tiga diantaranya berada di dasar sendang seruni. Penamaan Seruni sudah ada sejak dahulu, Dulunya di Sumber Seruni ini tumbuh tumbuhan Seruni yang bunganya mudah dikenali karena warnanya cukup cerah, hingga kini Tumbuhan Seruni dapat ditemui di Sendang Seruni.
Kembang dari Tumbuhan Seruni
Air Jernih dari Sendang Seruni
Sendang Seruni ini tempat asik buat mandi. Karena airnya berasal dari mata air dalam tanah, airnya sejuk sekali, rasanya bisa menghilangkan rasa lelah dan menyegarkan seluruh tubuh jika berendam disini. Apalagi Sendang Seruni letaknya dekat dan searah dengan Kawah Ijen jadi setelah kalian lelah keringetan mendaki kawah ijen, kalian bisa mampir mandi dan berenang di Sendang Seruni ini. Kedalaman air sendang seruni ini sekitar 130-160 cm. Kedalamannya pas sekali untuk berenang, atau sekedar berendam dan bermain air dengan menggunakan ban yang bisa di sewa. Untuk anak-anak, pihak pengelola sedang menyiapkan kolam semi alami untuk anak-anak sehingga nantinya anak-anak bisa bermain air dengan aman.

Teh Panas yang bisa dipesan di Kantin Sendang Seruni

Di Sendang Seruni Bisa buat acara Perkemahan Juga
Fasilitas yang ada di Sendang Seruni ini menurut saya sudah cukup lengkap. Sudah ada kamar mandi, kamar ganti dan musholla. Ada Gazebo atau Balai Santai yang dibangun mengelilingi Sendang, Balai Santai ini bisa digunakan secara gratis oleh para pengunjung yang datang kesini. Ada juga warung-warung masyarakat sekitar yang menyediakan makanan ringan, indomie, gorengan dan minuman hangat. Memang pas sekali, berendam di air yang dingin dan minum teh panas setelahnya.

Sendang Seruni ini masuk dari daftar salah satu dari tempat mandi atau kolam renang dengan suasana alam di Banyuwangi versi catatannobi. Pemandian Sendang Seruni ini asik untuk dikunjungi, selain airnya menyegarkan, suasananya yang masih asri bisa membuat diri kembali segar bugar kembali. Letaknya yang dekat dengan kawah ijen membuat tempat ini cocok untuk kalian kunjungi setelah mendaki kawah ijen.

Tertarik mandi di Sendang Seruni, Banyuwangi kan :)