-->
✕
Showing posts with label wisata jatim. Show all posts
Showing posts with label wisata jatim. Show all posts

wisata jatim

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Jember - Tempat Belajar dan Menikmati Citarasa Enak Sebuah Coklat     Edit

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember

Masih ingat cerita buku sejarah di pelajaran bahwa dahulu Belanda memanfaatkan berkah tanah subur Nusantara salah satunya dengan membuka perkebunan salah satunya di wilayah Jember yang hingga saat ini perkebunan warisan Belanda tersebut masih beroperasi salah satunya adalah Besoekisch Proefstation atau yang kini kita kenal dengan nama Pusat Penelitian Kopi dan Kakao yang berada di wilayah Perkebunan Renteng , PT. Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII).  Kali ini saya dengan Rekan Blogger Jember Seuger dan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember berkesempatan berkunjung dan berwisata ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao.

Besoekisch Proefstation adalah nama pertama kali berdirinya Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) pada tanggal 1 Januari 1911. Berarti Penelitian tentang Kopi dan Kakao sudah lama ada di Indonesia, sehingga Kakao dan Kopi dari Indonesia pasti sudah tidak diragukan lagi oleh dunia.


Rute Menuju Pusat Penelitian Kopi dan Kakao dari Kota Jember
Puslit Kakao ini terletak di di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember atau sekitar 20km dari Kota Jember. Banyak yang mengira Puslit Koka ini masuk wilayah Jenggawah karena untuk menuju kesana harus melewati Kecamatan Jenggawah terlebih dahulu. Dari kota Jember menuju ke Perempatan Pasar Mangli ambil ke arah selatan menuju arah Pantai Papuma dan Watu Ulo. Sampai di Kecamatan Jenggawah, Pertigaan setelah Polsek ambil ke kanan atau arah barat, dari situ mulai ada petunjuk jalan menuju Kebun Renteng yang didalamnya ada Pusat Penelitian Kopi dan Kakao.

Tugu Iconik dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember
Ternyata untuk masuk ke Kawasan Kebun Renteng Puslit Koka, tiket masuknya cukup murah loh. Harga Rp3.000/orang dengan parkir kendaraan motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000. Namanya perkebunan, jalan masuknya sudah terlihat pohon-pohon seragam yang didominasi pohon karet dan mahoni, mendekati Puslit Koka mulai terlihat pohon Kakao dan Kopi yang berada di bawah tegakan Mahoni.

Sampai di Komplek Puslit Koka, banyak sekali bangunannya, dari gedung perkantorannya, pabrik pengolahannya, Resto dan pusat oleh-olehnya dan yang paling jelas terlihat adalah Tugu Air Mancur Puslit Koka yang sekilas mirip icon Universal Studio di Singapura :D. Tugu Air Mancur Puslit Koka juga ada tulisan menariknya yaitu Coffe and Cocoa Science Techno Park. Di dekat Tugu tersebut terdapat rimbunan pohon-pohon mahoni dengan bangku meja yang bisa dipakai untukpengunjung bersantai. Pengunjung bisa membuka bekal yang dibawa atau membelinya di warung penjaja makanan minuman yang berjualan di area tersebut.

Keliling Perkebunan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember dengan Kereta
Kami diajak Naik kereta kayu untuk menyelusuri perkebunan, untuk naik keretakayu tersebut pengunjung ditarik biaya Rp10.000 saja. Kami juga diajak keliling melihat proses pengelolaan Kakao menjadi coklat yang siap dimakan atau seduh. Ini pasti menarik karena bagaimana bisa biji masak Kakao yang rasanya masam bisa menjadi produk seenak coklat. Katanya penentu dari cita rasa coklat selain jenis pohon Kakao, dan tempat tumbuhnya juga proses pengolahan tahap awal ketika biji kakao masak dipisahkan dari buahnya, biji di fermentasi. Proses Fermentasi inilah yang katanya juga menentukan akan rasa yang dihasilkan saat menjadi coklat nanti.
Buah Kakao dan Biji yang sudah masak
Fermentasi Biji Kakao
tahapan pengelolaan biji kakao menjadi cokelat
Kami dibawa pemandu melihat-lihat proses pembuatan coklat dan mesin-mesin pembuat coklat dari luar. Walau dari luar, kaca bangunan di desain untuk dapat melihat kedalam sehingga apa yang diterangkan oleh pemandu bisa langsung kami tangkap. Ditunjukan pada proses Pengempaan ada dua produk yang dihasilkan Lemak Kakao yang jika dicampur dengan susu dan gula dengan takaran tertentu akan menjadi produk aneka coklat sedangkan bungkil kakao diolah lagi dengan penghalusan akan menjadi coklat bubuk.
Produk yang dihasilkan dari Pabrik Pembuatan Coklat di Puslit Koka Jember

Resto Kafe dan Pusat Oleh-oleh Coklat Puslik Koka Jember
Setelah keliling pabrik pembuatan coklat, kami diajak masuk ke kafe dan toko oleh-oleh Puslit Koka yang menyediakan berbagai produk coklat buatan Puslit Koka yang bermerek Vicco. Berbagai bentuk dan ukuran yang dijual dengan harga mulai 7.000 hingga lebih dari 25.000. Mereka juga menjual coklat dan kopi dingin siap minum seharga Rp3.000 saja. Coklat dinginnya saya nilai cukup enak, apalagi dengan harga semurah itu rasanya kurang wajar. Memang hanya saja kemasannya kurang menarik sih.
Setelah capek-capek keliling Puslit Koka Jember enaknya minum coklat dingin
Setelah merasakan Coklat dinginnya enak, akhirnya saya memutuskan untuk membeli beberapa jenis coklat untuk dicoba. Enak dan rasanya tidak kalah dengancoklat-coklat yang beredar di pasaran :D. Kalau kalian wisata ke Jember, mampir deh ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao dan beli Coklatnya. Pasti ketagian dan ingin membelinya lagi :D

3 Hari 2 Malam Menyelusuri Wisata Jember     Edit

Keliling Jember
"Di Jember ada apa?"

"Ke Jember enaknya wisata kemana aja?"

Banyak kawan-kawan yang sering bertanya kota yang masuk dalam kawasan ujung timurnya Pulau Jawa bersama Situbondo dan Banyuwangi.  Jember sejak dahulu hingga sekarang menjadi daerah pilihan para pendatang, hanya saja pada setiap era punya alasan berbeda. Dahulu mungkin berdatangan ke Jember karena tertarik dengan hamparan tanah luas untuk berkebun, kini Jember menjadi salah satu kota Pelajar yang mempunyai daya tarik wisata baik wisata alam, budaya, kuliner, dan pendidikan.

Ini kali kedua, saya pergi ke Jember untuk berlibur. Kali ini benar-benar terasa menyelusuri jember dari ujung selatan dan ke utara Jember, semacam puisi yang dibacakan Cinta dalam film AADC, “Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?”. Tempat yang saya kunjungi bersama kawan-kawan blogger Jember Seuger, blogger berbagai kota dan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember ini memang melintang menyelusuri hutan, pantai, hutan lagi lalu kembali ke Kota.

Warung Kembang Jember
Sebelum memulai perjalanan 3 hari 2 malam, kami mampir makan siang di Warung Kembang. Warung yang terletak sangat strategis menurut saya, di pinggir jalan menuju ke arah Puslit Kopi dan Kakao juga daerah wisata di selatan Jember seperti Pantai Papuma, Watu Ulo dan Payangan. Warung Kembang mempunyai lokasi parkir yang cukup luas, ruang makan yang dapat menampung banyak tamu. Makanannya pun saya rasa enak, terutama sayur dan sambalnya. Kalau saya ke Jember lagi mungkin akan makan siang ke Warung Kembang lagi. Setelah makan kami memulai perjalanan keliling Jember dengan tujuan destinasi wisata yang menarik ini.

1. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Indonesia.
Terletak di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, tidak jauh sekitar 30 menit dari Kota Jember atau lebih tepatnya di dalam perkebunan Renteng  yang merupakan bagian dari PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII). Datang ke Puslit Kakao dan Kopi ini seru loh, karena kita bisa melakukan wisata pendidikan yaitu belajar tentang proses pembuatan coklat  yang biasa kota makan dari buah tanaman Kakao juga proses pembuatan kopi. Belum lagi ada wahana keliling perkebunan kopi, kakao dan karet menggunakan kereta kayu. Terdapat juga bangku-bangku di bawah tegakan pohon dan taman bermain yang bisa digunakan untuk menyantap makanan yang dibawa dari rumah atau di beli di dalam puslit Kakao dan Kopi.
Hal yang berkesan dari kunjungan ke Puslit Kopi dan Kakao ini adalah adanya pusat oleh-oleh yang produknya berupa kopi dan coklat yang diproduksi mandiri oleh Puslit. Harga oleh-oleh coklat dan kopinya pun terjangkau. Dijamin kalian ga bakal kecewa sama cita rasa coklat olahan Puslit ini. Sampai saat ini saya masih ketagihan dengan coklat dari sana.
Cerita Lengkap tentang Pusat Penelitian Kopi dan Kakao bisa dibaca di sini : Belajar tentang Coklat di Pusat Kopi dan Kakao, Jember

2. Pantai Papuma (Tanjung Papuma).
Pemandangan Pantai Papuma dari ketinggian Pagi Hari
Pantai Papuma, singkatan dari Pantai Pasir Putih Malikan yang berada di selatan Jember. Pantai ini sudah terkenal sekali sejak dulu karena mempunyai batuan karang yang eksotis yang berada di sisi pojok kanan pantai. Kita bisa melihat karang-karang tersebut dengan naik bukit bernama Siti Hinggil. Dari karang-karang yang ada, Karang Kajang paling terkenal karena bentuknya yang segitiga, meruncing ke atas dan paling tinggi. Formasi karang pantai Papuma sering diabadikan indah oleh kalangan fotografer dengan teknik lowspeed yang menyebabkan air yang menabrak formasi batuan karang terlihat lembut seperti kapas.
foto teknik slowspeed Karang Kajang, Papuma
Kami datang sore hari dan rencananya ingin menyaksikan senja dari spot bukit Siti Hinggil. Sayangnya sorenya mendung jadi tidak tampak suasanya kemerahan saat senja karena tertutup kabut dan awan mendung. Namun keeksotisan dan keindahan karang pantai Papuma tetap indah. Kami menginap di penginapan milik Perhutani yang letaknya berada di pinggir pantai Papuma karena akan menyaksikan aktivitas pagi nelayan dan keindahan matahari terbit pantai Tanjung Papuma. Untungnya pagi cerah dan juga ada para nelayan yang menurunkan hasil melautnya di pantai Papuma.

3. Waton (Watu Ulo Pegon)
Pegon, Gerobak Sapi dari Jember
Budaya lahir dari kebiasaan. Jember juga bagian dari wilayah Jawa dan masyarakatnya pun dari masyarakat Jawa dari berbagai daerah. Setiap setelah lebaran, masyarakat Jawa mengenal adanya Hari Lebaran Ketupat yang diadakan hari H+7 setelah Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat Jember terutama di sekitar daerah Watuulo hingga Ambulu mempunyai kebiasaan berkumpul dengan saudara-saudara di tempat wisata dan menyantap ketupat opor atau makanan lain yang mereka siapkan dari Rumah pada Hari Lebaran Ketupat. Dari dulu keberadaan transportasi masih belum modern, mereka menggunakan Gerobak yang di kendarai oleh sapi. Kendaraan tersebut disebut Pegon. Pada saat ini pun keberadaan Pegon masih terus eksis, apalagi Pemda Kabupaten Jember mendukung kelestarian Pegon ini dengan mengadakan  Festival Waton (Watu Ulo Pegon) yang diadakan setelah Hari Raya Idul Fitri. Adanya festival ini juga menjadi Daya Tarik tersendiri untuk para wisatawan dari berbagai Kota atau mungkin Mancanegara yang antusias ingin mengenal Pegon.

Tentang acara Tradisi Pegon ini selengkapnya bisa dibaca di tulisan ini : Pantai Watu Ulo Dan Budaya Tradisi Pegon

4. Wisata Agro Kebun Kopi Rayap
Lorong Jalan Hutan Perkebunan Kopi Rayap
Terletak disebelah utara Kota Jember, di sekitar gunung Argopuro tepatnya di Dusun Darungan, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Sama seperti Puslit Kakao dan Kopi. Wisata Agro Kebun Kopi Rayap ini merupakan bagian dari PTPN XII yang terkenal akan produksi kopi robustanya. Kopi Robusta olahan Afdeling Rayap ini sudah diekspor ke Cina dan Amerika. Mengunjungi Agro Wisata Kebun Kopi Rayap ini selain kita bisa menikmati suasana alam perkebunan PTPN XII juga bisa belajar tentang pengelolaan kopi robusta dari pengelolaan yang menarik adalah tes citarasa kopi yang menjadi pengetahuan baru saya kali ini.
Villa di Perkebunan Kopi Rayap
Terdapat Villa dengan arsitektur kolonial belanda masa itu. Rumah tersebut dulunya adalah rumah dinas dari kepala afdeling rayap namun sekarang beralih fungsi menjadi penginapan yang bisa di sewa dengan harga yang terjangkau. Karena 1 kamar bisa di isi maksimal 8 orang saya rasa Villa Koffie Rayap ini cocok sekali untuk acara reunian atau malam keakraban yang diadakan oleh organisasi atau kegiatan mahasiswa.

5. Puncak Rembangan
Pemandangan Pagi di Puncak Rembangan
Wisata yang sudah lama terkenal, Puncak Rembangan tidak banyak berubah. Walaupun begitu Puncak Rembangan masih dianggap anak mudah tempat wisata jember yang hits, terlihat banyak wisatawan lokal untuk sekedar berenang di kolam renangnya, menikmati suasana pegunungan atau sekedar nongkrong di Kafe Rembangan yang harga makanannya terjangkau dan enak menurut saya. Kami datang sore hari dan langit sudah mulai gelap, sehingga pemandangan tidak terlalu terlihat jelas. Untungnya kami menginap di Rembangan sehingga esok paginya bisa menikmati suasana pagi hari di Puncak Rembangan. Dari Puncak Rembangan kita bisa gemerlap lampu kota Jember dan Gunung Raung dari kejauhan. Jika berjalan jalan batu di belakang Hotel Rembangannya bisa melihat pemandangan Gunung Argopuro dengan perkebunan kopi disekitarnya.

6. Museum Tembakau dan Perpustakaannya
Museum Tembakau Kota Jember
Di kota Jember terdapat Museum Menarik yang ada di dalam komplek perkantoran UPT. Pengujian Sertifikasi Mutu Barang Disperindag Provinsi Jatim. Sesuai dengan namanya, Museum Tembakau Jember berisikan tentang segala hal tentang Tembakau, mulai dari asal muasal tembakau hingga persebaran tembakau di Indonesia. Menariknya ternyata saya baru mengetahui ada manfaat lain dari tembakau selain untuk rokok yaitu sebagai parfum, minyak atsiri, sabun, dan bahan pestisida. Di lantai kedua museum terdapat perpustakaan yang menyediakan buku-buku pengetahuan umum juga buku-buku tentang tembakau. Baik perpus dan museumnya interiornya bagus sekali sehingga tidak membosankan untuk foto-foto disana.

7. Bin Cigar Factory
Pabrik Cerutu di Jember, Boss Image Nusantara (BIN) Cigar Factory
Terkenal dengan Kabupaten penghasil Tembakau yang memiliki cita rasa enak, Jember juga mempunyai Cerutu yang tidak kalah terkenalnya. Cerutu tersebut dibuat di BIN Cigar Factory yang letaknya tidak jauh dari pusat Kota Jember tepatnya di Jl. Brawijaya No.3, Krajan, Jubung, Sukorambi, Kabupaten Jember. Cerutu Produksi BIN Cigar ini sudah melalang buana memasuki pasar Cina, Jepang, Turki, Polandia, Malaysia, Amerika dan Siprus namun tidak terlalu terkenal di negeri sendiri. Padahal menurut para penikmat tembakau, Cigar produksi BIN ini mempunyai rasa yang khas. Harga Cerutu Produksi pun beragam, dari harga pukuhan ribu hingga jutaan tergantung kualitas dan citarasa cerutu tersebut. Mengunjungi Bin Cigar Factory, juga bisa melihat pembelajaran mengenai cara pengelolaan Tembakau mulai dari memilih daun yang baik, menggulung daun, hingga ke proses pengepakan. Jika kalian ahli hisap, kalian juga bisa membeli oleh-oleh cerutu untuk dicoba.

8. Pecel Gudeg Lumintu.
Penampakan Pecel Gudeg Lumintu
Perjalanan 3 hari 2 malam Keliling Jember ditutup dengan makan siang Pecel Gudeg Lumintu, salah satu kuliner legendaris Jember yang sudah ada sejak tahun 1975. Namun sebelumnya Pecel Gudeg Lumintu ini sudah berjualan di Bondowoso sejak tahun 1968. Pecel Gudeg Lumintu buka mulai jam 6 pagi biasanya setelah jam makan siang sekitar jam 12 lebih sudah ramai dan berdatangan bahkan bisa saja sudah habis terjual. Spesialnya Pecel Gudeg Lumintu ini menurut saya adalah gudegnya yang gurih dan tidak semanis Gudeg asal kota Jogja. Saya sempat bertanya kepada salah satu pelanggan yang sudah agak sepuh, dia bilang sejak dulu beli pecel lumintu, cita rasa belum pernah berubah. Kalian yang sedang berkunjung ke Jember wajib nyobain Pecel Gudeg Lumintu ini yang letaknya masih di sekitaran Kota Jember.
Selengkapnya tentang Pecel Gudeg Lumintu bisa baca tulisan ini : Kuliner Jember Pecel Gudeg Lumintu


Foto Keluarga Bani Lumintu :D
Ada pertemuan, ada perpisahan. Selesainya makan siang di Pecel Gudeg Lumintu, mau tidak mau teman-teman harus kembali ke kehidupan nyata setelah bersama 3 hari berkeliling Jember. Secara garis besar memang Jember sangat menarik baik wisata alamnya, wisata kulinernya, wisata budayanya, wisata pendidikan terutama wisata pendidikan coklat, kopi dan tembakau yang sudah siap menyambut para wisatawan. Saya harap Pariwisata Jember berkembang dengan senatural mungkin sesuai Tagline Kabupaten Jember, Naturally Jember

Video 3 hari 2 malam di Jember bisa dilihat disini


9 Tempat Mandi Seru Dengan Suasana Alam Di Banyuwangi     Edit



Bosen ga mandi di ruangan? Apalagi suasana dan gerakannya gitu-gitu ajakan.

Belakangan ini tiap berpergian selalu bawa handuk dan pakaian ganti. Yah buat  jaga-jaga aja, kalau nemu sungai atau sumber air yang jernih untuk main air bahkan memutuskan untuk mandi di sana. Berdomisili di Banyuwangi ini menyenangkan, banyak alam yang masih asri dan terjaga, sungai-sungai dan sumber air dijaga benar-benar. Apalagi melihat batas barat dan utara Banyuwangi dikelilingi benteng pegunungan Raung-Suket- Ranti- Merapi Ungup-ungup (ada yang menyebutnya pegunungan Ijen Purba) sehingga sambil mandi bisa menikmati alam sekitar yang mememiliki pemandangan yang menarik.

Ada 9 (sembilan) tempat mandi di alam Banyuwangi dengan pemandangan yang menawan untuk dikunjungi.

1. Air Terjun Jagir

Air terjun ini terletak di Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah. Secara letak cukup dekat dengan kota dan jika kita turun dari Kawah Ijen menuju ke kota Banyuwangi bisa sekalian mampir karena letaknya searah (lewat rute perkebunan kalibendo). Sumber air dari air terjun ini berasal dari bawah tanah sehingga airnya jernih dan sejuk banget.  Air tersebut jatuh melewati tanaman merambat di tebing air terjunnya ke kolam semi alami yang dalamnya hanya kurang lebih 70-80cm saja.  Ini yang kusuka, tak khawatir harus tenggelam karena tak bisa berenang atau mengajak anak-anak. Selain itu, kolam alami ini punya luasnya cukup pas untuk berendam dan bermain air. Jika datang pas sepi, datanglah sebelum jam 8, dan jam segitu, kondisi airnya lagi dingin-dinginnya :D.


2. Pemandian Alam Seladaan Japuro

Letaknya masih satu desa dengan air terjun Jagir yaitu di Dusun Japuro, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah . Bedanya dengan jagir yang berada di pinggir ruas jalan menuju kota Banyuwangi, Seladaan Japuro ini harus masuk ke jalan desa, menuju Dusun Japuro. Kolam merupakan kolam semi alami yang cukup luas, memiliki kedalaman paling dalam sekitar  70 cm dan anak-anak cocok bermain disini.  Pemandangan sekitar pemandian seladaan japuro ini berupa persawahan, namun tak perlu khawatir karena air di pemandian seladaan ini tidak bercampur dengan ai irigasi sawah sekitar karena punya saluran irigasi yang berbeda. Karena airnya berasal dari mata air bawah tanah, air ini sejuk. Bahkan warga dusun Japuro memanfaatkan air yang segar tersebut berbudidaya ikan koi, mas dan sidat. Bahkan saluran got mereka diisi dengan ikan mas sebagai wahana hiburan pengunjung pemandian seladaan japuro.


3. Sendang Seruni

Sendang Seruni ini terletak di Desa Taman Sari, Kecamatan Licin. Kondisinya cukup tenang, jauh dari hiruk pikuk keramaian karena terpagar alami oleh rimbunan bambu-bambu. Air disini pun sama, berasal dari dalam tanah yang keluar dari bawah vegetasi rumpun bambu. Benar kata orang tua dulu, biasanya di dekat hutan bambu ada sumber air. Dari sumber air tersebut mengalir ke sebuah kolam yang terbentuk semi alami yang luas. Kedalamannya bisa sampai 1 meter dan masih aman untuk anak-anak bermain air, berenang dan mandi. Hanya saja pihak pengelola melarang mendekati sumber air karena untuk menjaga agar sumber air tersebut tidak rusak. Untuk ke Sendang Seruni patokannya mudah ikuti jalan raya menuju ijen, setelah melewati pasar licin sekitar 10 menit akan ada pertigaan yang mempunyai plang Hotel Grand Harvest, masuk jalan tersebut dan tinggal ikuti petunjuk jalannya menuju Sendang Seruni.


4. Air Terjun Kembararum (Air Terjun Temcor)

Air Terjun yang juga dikenal dengan air terjun Temcor ini terletak di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.  Bentuk air terjunnya cukup eksotis karena air sungai di atas jatuh di tebing yang cukup lebar. Di bawah air terjunnya terdapat kolam semi alami yang dibuat dengan membendung aliran sungai.  Kedalamannya sekitar 1 meter bahkan di dekat tebingnyua ada sisi yang lebih dalam. Jika kalian bawa anak-anak kesini perlu didampingi atau bermain air di area anak-anak saja. Karena air terjun ini terletak di antara dua bukit atau di celah jurang, angin yang bertiup cukup banyak apalagi membawa butiran air dari air terjun sehingga suasana di sekitar air terjun Kembar Arum cukup menyegarkan.


5. Air Terjun Telunjuk Raung

Air terjun ini dekat dengan air terjun Kembangarum, tepatnya di Dusun Marangan, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon. Mata airnya keluar dari kaki Gunung Raung yang airnya selalu jernih sepanjang tahun. Air terjunnya jatuh dengan deras, agak menakutkan memang tapi kita bisa bermain air di sungainya, duduk di batu atau sekedar berendam. Airnya sudah dipastikan dingin dan siap menyegarkan badan kalian kembali.


6.  Seladaan Songgon ( Kebun Durian Pak Likin)

Di daerah Songgon, tepatnya di desa Pakis terdapat kebun yang dinamai daerah kampung durian karena di sekitar kebun tersebut banyak pohon durian. Di tengah kebun durian salah satu warga bernama pak Likin terdapat sumber air bawah tanah yang airnya menyegarkan. Karena ada sumber air yang mengalir melewati kebunnya, pak likin membuat kolam renang sedalam kira-kira 1 meter. Kolamnya dibuat seolah-olah alami dengan dinding dan lantai dasar kolam dari batuan kali. Asik sekali rasanya berendam dan berendam disini dan menjadi tempat mandi favorit saya selain air terjun Jagir. Pak Likin dan istrinya membuka usaha berjualan Durian (jika musim) dan warung makan sederhana berupa nasi tempong ikan wader yang wajib kalian coba. Kolam renang milik pak likin tidak bisa kalian tempuh dengan mobil, hanya bisa dengan motor. Mobil bisa kalian parkir di depan jalan masuk gapura kampung durian dan jalan kaki 1 km atau ngojek lokal (Rp.5.000) menuju kebun pak Likin yang berada di belakan wisata pemandian batu Hitam.


7. Air Terjun Legomoro

Letaknya di tengah hutan yang dulu dikenal hutan tengkorak atau lebih tepatnya di Dusun Margomulyo, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Glenmore. Lokasinya benar ditengah hutan mahoni dan pinus milik perhutani. Kawasan air terjun Legomoro mempunyai wahana-wahana menarik seperti flying fox, Hammockan dan arum jeram. Di kawasan ini ada dua air terjun yaitu air terjun Legomoro yang punya dia aliran air jatuh yang jatuh sebelahan. Air terjun satu lagi bernama air terjun Putri Ayu.  Anak-anak kecil biasanya bermain di depan air terjun Legomoro karena terdapat kolam renang yang tidak terlalu dalam. Sedangkan di aliran air terjun Putri Ayu kedalamannya sekitar 1 meter sangat pas untuk kegiatan berendam dan bermain air.


8. Pemandian Jatirono, Kalibaru (Sumber Salak)

Letaknya di tengah kawasan perkebunan milik PTPN XII  yang menawarkan pemandian dipinggir sebuah waduk. Sumber Air dari waduk Jatirono yang selebar sekitar 8 meter ini berasal dari bawah tanah yang berada di pojok waduknya. Airnya mengalir sepanjang tahun, sampai melimpahnya air tersebut juga diambil untuk produk air minum yang cukup terkenal di Banyuwangi. Jika dilihat waduknya cukup dalam,dan kita tidak boleh berenang di waduknya. Pengelola sudah menyediakan tempat berenang dan bermain di pinggir waduk berupa kolam renang seluas 4-5 meter dan kedalamannya cocok untuk anak-anak bermain air. Airnya dingin, sedingin udara kalibaru yang letaknya di kawasan pegunungan. Rasanya menyenangkan berendam disana dikelilingi suasana hutan yang jauh dari hiruk pikuk keramaian.


9. Kolam Atas Bukit Penawar

Kolam ini menjadi favorit karena pemandangannya yang istimewa karena bisa melihat Perairan Selat Bali dari ketinggian. Awalnya pemilik kolam bukan berniat membuat kolam renang, hanya embung yang airnya nanti digunakan untuk menyiramin tanaman di kebunnya. Beriring berjalannya waktu beliau menambahkan keramik di embung tersebut dan menjadi kolam. Perlahan-lahan mulai berdatangan pengunjung yang ingin berenang disana sambil menikmati panorama indah Selat Bali dari ketinggian. Kolam Atas Penawar ini terletak di perbukitan Penawar, Desa Bulusan, Kecamatan Ketapang. Menuju kesini tidak bisa menaiki mobil karena saat menaiki bukit jalannya cukup sempit. Enaknya datang kesini pagi atau sore sat cuaca di bukit penawar cukup sejuk, seakan berenang di kolam atas bukit penawar serasa makin nikmat.


Menurut saya, 9 (sembilan) tempat tersebut merupakan tempat asik untuk Mandi, berenang dan berendam sekaligus menikmati alamnya Banyuwangi. Dari 9 tempat tersebut, tempat mana yang kalian suka dan ingin mencobanya?

10 Tempat Bertualang Seru Di Banyuwangi     Edit



Banyuwangi tumbuh begitu cepat menjadi salah satu destinasi wisata. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa Banyuwangi mempunyai Potensi dari Bentang alam dan Panoramanya menakjubkan dan bisa dibilang lengkap. Dari Gunung, Hutan bahkan Pantai-pantai indah di sepanjang disepanjang  175,8 km dari ujung Utara hingga Barat. Dari sekian banyak potensi yang ada, 10 (Sepuluh) Destinasi ini akan meninggalkan pengalaman dan kesan serta memuaskan Jiwa Petualangan kalian.

1. Petualangan Seru Mendaki Kawah Ijen
pemandangan kawah ijen dari atas
Mengawali Petualangan Seru di Banyuwangi dengan mendaki Kawah Ijen yang berada di Gunung Merapi Ungup-ungup. Kawah Ijen mempunyai fenomena alam yang hanya ada satu-satunya di Dunia yaitu Api Biru. Pendakian untuk melihat si Api Biru di Kawah Ijen perlu dilakukan pada dini hari.  Sensasinya menyenangkan, Menyelusuri jalan setapak menanjak, melawan hawa dingin sekaligus mengalahkan diri sendiri. Pendakian Kawah Ijen dengan berjalan santai memakan waktu dua jam hingga sampai Bibir Kawahnya. Butuh waktu 20 menit untuk sampai ke bibir kawah jika kalian ingin melihat fenomena  Api Biru.  Panorama Kawah Ijen saat matahari perlahan-lahan terbit, memperlihatkan pesona Kawah Ijen dengan warna hijau tosca.  Banyak mata yang kulihat terpesona keindahan Pagi Kawah Ijen.

2. Mandi Pagi Di Air Terjun Jagir.
Anak-anak sekitar mandi dan bermain di air terjun jagir
Di Lereng Gunung Merapi Ungup-ungup terdapat mata air dari bawah tanah yang mengalir sepanjang tahun. Mata air tersebut jatuh kebawah tebing membentuk dua air terjun Kembar. Air Terjun  Jagir namanya. Air terjun ini terletak di Desa Kampunganyar, Kecamatan Tamansuruh sekitar 30 menit dari pos pendakian kawah ijen.  Air dari sumber terjun menuruni tebing yang ditumbuhi oleh banyak tanaman merambat, lalu air tertampung sementara pada sebuah kolam semi alami yang dalamnya sekitar  1 (satu) meter. Airnya pun dingin dan menyegarkan. Berendam dan mandi pagi di kolam semi alami air terjun ini rasa lelah dan capek setelah Pendakian Kawah Ijen sekejap hilang. 

3. Bercengkrama dengan Suku Osing Di Desa Kemiren
Perempuan Osing sedang Nyinang
Main di Air Terjun Jagir tidak bisa menghilangkan rasa lapar, bahkan jika meminum airnya hanya membuat perut kembung. Tak perlu khawatir, di dekat air terjun Jagir terdapat sebuah desa  bernama Desa Kemiren. Desa tersebut dihuni oleh Suku Osing yang merupakan Suku Asli  dari Banyuwangi . Di desa ini, masih terdapat rumah-rumah adat yang masih bertahan, masih banyak penduduk yang menggunakan pakaian adat sehari-harinya. Sapalah mereka, mereka ramah dan tidak sungkan mempersilahkan para tamu berkunjung ke rumahnya untuk ngobrol lebih jauh. Kanan-kiri di ruas jalan desa berbagai warung sederhana siap menyajikan makanan khas Suku Osing Banyuwangi untuk sebagai pemadam rasa lapar. Cara memasaknya juga unik, masih banyak yang mempertahankan cara tradisional dengan menggunakan kayu bakar dan

4. Tersesat di Hutan Misterius Sumber Manis.
Lorong Hutan Sumbermanis
Di sebelah timur Desa Suku OSing Kemiren, terdapat sebuah Hutan yang suasananya cukup misterius. Pohon-pohon tinggi menjulang membentuk suatu jalan yang bisa dilewati utnuk masuk ke Hutan jauh lebih dalam. Pada batang pohon besar tersebut tumbuh sejenis tumbuhan merambat yang cukup rapat hingga menutupi hampir keseluruhan pohon tersebut. Hutan ini jarang sekali terang, rasanya awan selalu menghalangi cahaya yang masuk bahkan jika tercium aroma Petricour yang menyeruak keluar dari arah dalam hutan selalu diikuti juga dengan datangnya kabut secara perlahan-lahan.

5. Belajar Tentang Kopi di Desa Gombengsari
memetik kopi
Desa Gombengsari terletak di Lereng Gunung Merapi Ungup-ungup dimana di desa tersebut banyak yang berkebun tanaman kopi. Ada 3 (tiga) jenis kopi yang tumbuh disini yaitu kopi Arabica, robusta dan exlesa. Kopi-kopi dari desa Gombengsari enak bahkan kopi-kopinya sudah dikirim ke daerah luar Banyuwangi. Dengan singgah di Desa Gombengsari, kita bisa menperluas pengetahuan tentang Pengelolaan Kopi Tradisional Unik yang masih dipertahankan, seperti pengupasan kulit buah biji kopi yang dilakukan dengan cara ditumbuk menggunakan batu.  Waktu berkunjung terbaik ke desa ini adalah saat musim kembang kopi, selain bisa melihat pengelolaan kopi tradisional, juga saat menyelusuri dan keliling desa ini, bisa menghirup aroma menyenangkan dari semerbak bunga kopi menyeruak memenuhi atmosfer.

6. Menyapa Matahari di Pantai Cacalan
menanti matahari terbit berdua
Banyuwangi terkenal dengan julukan Sunrise of Java. Matahari yang terbit paling pagi di Pulau Jawa. Menikmati Sunrise di Pesisir Pantai Banyuwangi adalah hal yang tidak boleh terlewatkan.  Dari banyak Pantai di dekat kota Banyuwangi, Pantai Cacalan perlu dikunjungi terutama saat pagi hari. Hawa sejuk dari angin pantai dan lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar menyejukan hati. Duduk di pesisir pantai menikmati langit pagi yang perlahan-lahan memerah. Menikmati angin sepoi-sepoi dengan bermain ayunannya, atau memesan minuman hangat di salah satu warung yang sudah buka sebelum pagi.

7. Menikmati Kesejukan Air Terjun Telunjuk Raung
Air Terjun Telunjuk Raung berada di tengah hutan
Selain Kawah Ijen, Gunung Raung juga terkenal dengan Gunung Raung dengan kemegahan Kalderanya. Di lereng Gunung Raung terdapat sebuah air terjun yang airnya mengalir dan jernih sepanjang tahun. Walau berada di tengah hutan dataran tinggi, tracking menuju ke air terjun telunjuk raung cukup ringan karena sudah ada jalan setapak dan tidak perlu khawatir tersesat. Sesampainya di air terjun Telunjuk Raung, cobalah berendam aliran sungai kecilnya, ada di sebuah kolam semi alaminya. Pejamkan mata, rasakan dinginnya, rasakan sejuknya. Hutan yang terjaga selalu punya kesejukan yang tiada tara.

8. Menyaksikan Alam Liar Pulau Jawa di Savana Sadengan.
Banteng liar di Sadengan
Savana Sadengan, padang rumput yang letaknya di tengah Hutan Konservasi Taman Nasional Alas Purwo. Savana Sadengan menjadi habitat terakhir satwa-satwa liar di Jawa seperti Banteng, Rusa, Ajag, Macan Tutul, Elang Jawa, Bangau Tong-tong dan berbagai jenis burung. Pagi hari atau Sore hari adalah waktu paling tepat mengunjungi savana sadengan, selain satwa liar sedang aktif mencari makan juga bisa merasakan semilir angin sejuk yang bertiup dari tengah savana.

9. Hutan Lord of The Ring, De Djawatan Benculuk.
Djawatan Benculuk
Hutan De Djawatan Benculuk dulunya merupakan tempat penimbunan kayu (TPK) milik Perhutani sejak Indonesia masih dijajah Belanda. TPK tersebut ditanamni oleh tumbuhan Trembesi yang mempunyai tipe tajuk berbentuk payung dan meneduhkan. Bentuk tajuk pohon tersebut difungsikan sebagai pelindung kayu-kayu yang disimpan di TPK tersebut. Seiring berjalannya waktu, pohon-pohon tersebut tumbuh besar dan unik, pada batangnya tumbuh semacam tumbuhan paku seperti rumput. Memasuki lorong jalan setapak di De Djawatan Benculuk seakan membangkitkan imajinasi film Lord Of The Ring.

“Cepat masuk, berlindung ke dalam hutan para peri, pasukan Orc mengejar”

Selain betah lama-lama untuk berfoto, tempat ini berhawa sejuk dan meneduhkan beda sekali dengan hawa di luar hutan De Djawatan. Hawa sejuk yang dirasakan merupakan Iklim Mikro yang diciptakan pohon-pohon Trembesi. Sambil menikmati suasana teduh dan sejuknya, kita bisa menenangkan diri dari kejaran pasukan Orc dengan memesan makanan dan minuman yang dijajakan oleh warga setempat.

10. Mengantar Matahari Pulang di Pantai Pancur.
Senja di Pantai Pancur
Walau tidak seterkenal Pulau Merah, pantai pancur merupakan pantai yang mempesona. Terletak di pesisir hutan konservasi Taman Nasional Alas Purwo Berpasir putih dan mempunyai butiran pasir gotri, pasir yang ukurannya lebih besar dari butiran pasir biasa. Terdapat pancuran air yang berasal dari Goa. Airnya cukup jernih dan mengalir sepanjang tahun dan bermuara ke lautan. Sore adalah waktu yang tepat mendatang pantai Pancur. Suasana sejuk, jika pantai sepi, sekelompok rusa yang ada di dalam hutan keluar dan berjalan menyelusuri pantai. Bukit Hilal, bukit yang berada di sebelah timur pantai Pancur menjadi spot indah menikmati Senja dan mengantar matahari pulang di ufuk Barat. Atau bisa juga menikmatinya di pesisir pantainya, duduk di kayu-kayu pohon tumbang yang terdampar sambil menikmati warna langit yang perlahan menjingga.

Banyuwangi mempunyai bentang yang lengkap untuk berpetualang. Bisa mendaki gunung, masuk ke Hutan, atau belok ke Pesisir Pantai, bahkan masyarakat lokalnya selalu ramah menyambut. Seperti tagline branding Banyuwangi “Jelajahi Banyuwangi, Anda Pasti Kembali” memang sangat tepat, dengan menjelajahi Banyuwangi, kami kembali lagi.


Berpetualang Seru Di Air Terjun Kapas Biru, Lumajang     Edit


AirTerjun Kapas Biru, Lumajang
Kapas-kapas ini berterbangan di dasar suatu jurang daerah Pronojiwo Lumajang. Kapas-kapas ini menyejukan, membasahi raga dan jiwa dua pemuda termakan usia yang mencoba menuruni jurang sedalam kurang 100 meter. Melihat sumber kapas-kapas menyejukan, Air Terjun Kapas Biru.

Trip ini dadakan sekali. Keinget omongan si Rifqi Papanpelangi tentang omongannya minggu lalu akan main ke air terjun di Perbatasan Malang-Lumajang hari sabtu pagi-pagi. Hari Jum’at pagi langsung beli tiket kereta, Jum’at malam berangkat dari Banyuwangi ke Malang Via Surabaya. Sesampainya di Malang, Kami meluncur ke arah Lumajang menuju Air Terjun Kapas Biru.

Rute Ke Air Terjun Kapas Biru dari Malang
Air Terjun Kapas Biru terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang tepatnya di Dusun Mulyoharjo, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Perjalanan dari Kota Malang ke Air Terjun Kapas Biru menempuh lama perjalanan 2,5 Jam menggunakan Motor.  Rute ke Air Terjun Kapas Biru cukup mudah tinggal mengikuti papan petunjuk arah ke Arah Lumajang melewati kota Kepanjen – Gondanglegi – Turen – Dampit- Ampelgading dan terakhir akan melewati perbatasan Malang dengan Lumajang, setelah melewati perbatasan tersebut berarti memasuki Kecamatan Pronojiwo, nanti akan ada petunjuk arah ke Air Terjun Kapas Biru yang menuntun kita sampai Parkir Kendaraan. Dengan membayar Rp. 10.000/Orang dan Rp. 5.000/ Motor kita bisa memasuki kawasan wisata Air Terjun Kapas Biru.

bis malang-lumajang
Jika kalian dari Stasiun Malang, Kalian bisa naik angkot kode G AG/GA jurusan Gadang. Dari Gadang kalian bisa pindah bis kecil jurusan Malang-Lumajang bilang ke kondekturnya atau supirnya ingin turun di Pronojiwo, atau sebut saja air terjun kapas biru. lebih baik berangkat pagi-pagi dan pulang sebelum sore karena bis ini susah ditemukan saat sore hari.

 “Jalannya ke bawah sana, nanti kita tracking ke bawah”. Kata Rifqi.

Saya percaya aja, kupikir tracking ringan menuruni jalan turun ke bawah. Ternyata Tracking tersebut menuntun kami menuruni sebuah Jurang yang cukup curam. Rifky berjalan di depan dan tiba-tiba menghilang dari pandangan. Ternyata dia sedang menuruni Tangga Vertikal karena memang tidak ada lagi jalan lain disana. Dari sini kaki mulai gemetar lemas melihat curamnya jalan. Sebelah kanan adalah berupakan jurang yang dibawahnya terdapat sungai yang dilalui Lahar Dingin Gunung Semeru. Setelah berjalan kurang lebih 45 menit, deru air terjun Kapas Biru sudah terdengar. Butiran sejuk yang terbawa angin seakan memberi sedikit tenaga memacu kaki untuk makin mendekat sumber bunyi deru tersebut. Yah kami sampai di hadapan Air Terjun Kapas Biru.

Air Terjun Kapas Biru berada di tebing berwarna kecoklatan yang terlihat sangat Kontras. Air yang jatuh lalu membentuk menuruni tumpukan membentuk seperti tangga lalu mengalir menjadi sungai kecil. Saya mengerti kenapa Air Terjun Kapas Biru ini dinamakan demikian. Air jatuh dari ketinggian kira-kira 100 meter dengan debit air yang besar membuat buih-buih air yang cukup banyak, lalu dia terbawa angin. Rasanya seperti melihat Kapas-Kapas beterbangan yang menyejukan. Jika cuaca sedang cerah, sekilas terlihat rona warna biru di bawah air terjunnya sehingga air terjun ini dinamakan Air Terjun Kapas Biru.
tangga vertikal ke arah kapas biru
jembatan bambu menuju air terjun kapas biru
Kami tidak menyangka, Air Terjun ini cukup sepi, padahal kami datang siang dan pada hari sabtu lagi. kami hanya menemukan 5 orang saja yang sudah lebih dulu tiba di air terjun kapas biru. Saat ke-5 orang yang bermain sedang beristirahat di shelter dan bangku sederhana yang dibuat pengelolanya. Kami coba lebih mendekat ke arah air terjun untuk mengambil beberapa gambar dan menikmatinya. Butiran air yang pecah setelah terjun dari ketinggian terbawa angin dan menerpa tubuh rasanya sangat menyegarkan. Ahh. Menyegarkan sekali, kelelahan setelah tracking rasanya hilang. Apalagi saat menghirup udara sekitar air terjun tersebut dalam-dalam, jiwa raga seakan segar kembali :D.
istirahat di bangku sederhana di sekitar air terjun
Datang ke Air Terjun Kapas Biru lebih baik membawa perbekalan, minimal air minum dan permen. Saat nanti kembali pulang sampah lebih baik dibawa kembali ke atas parkiran, karena di dekat air terjun belum ada sistem pengelolaan sampah yang baik. Beberapa saya liat, sampah berserakan begitu saja di tempat pembuangan sampah. Dan datang ke air terjun ini harus kuat fisik karena trackingnya cukup melelahkan, apalagi saat kembali pulang ke parkiran.

Tertarik ke Air Terjun Kapas Biru kan?

sehabis dari air terjun ini kami mengunjungi beberapa air terjun lagi disekitar sini. Simak tulisannya dilain kesempatan ya :D