-->
✕
Showing posts with label wisata jogja. Show all posts
Showing posts with label wisata jogja. Show all posts

wisata jogja

Wake Up Homestay - Penginapan Dormitory Murah di Kawasan Malioboro, Jogja     Edit

Rooftop Wake Up Homestay

Jalan-jalan ke Jogja tuh enak, banyak pilihan hotel atau penginapan dari yang harganya murah, hostel dengan desain interior yang unik atau hotel dengan view pemandangan yang memanjakan mata. Terakhir ke Jogja, saya mencari penginapan tipe dormitory atau asrama. Memilih penginapan tipe dormitory karena murah dan solo traveling. Untuk menghemat pengeluaran saat solo Travelling ya nginapnya di hostel tipe dormitory saja hehe. Ke Jogja kali ini, saya mencari penginapan murah di sekitar malioboro dan setelah browsing dapatlah Wakeup Homestay dengan harga Rp. 75.000 saja. Murahkan.

penampakan depan Wake Up Homestay dari jalan Sosrowijaya dan Jalan Gadekan
Wakeup Homestay terletak di Jalan Ujung Jalan Sosrowijayan sebelah barat, Gang pertama di Jalan Malioboro. Memilih menginap disini, selain dapat harga murah, Wakeup Homestay letaknya sangat strategis dekat Malioboro dan Stasiun Tugu Yogyakarta. Wakeup Homestay ini menawarkan penginapan dengan kamar berkonsep dormitory atau asrama kamar campur (laki-laki dan wanita) atau kamar wanita (female only).

Rute menuju Wakeup Homestay
Jika kalian turun kereta di Stasiun Tugu Yogyakarta, keluar dari pintu Selatan Stasiun kalian bisa lanjut jalan kaki ke hotel tersebut melalui gang pasar kembang lalu nembus ke jalan Sosrowijayan atau dari pintu keluar stasiun sebelah selatan, jalan ke arah barat menuju lampu merah pertigaan jalan Gadekan, jalan kaki ke selatan kira-kira 500-700 meter akan sampai di depan Wake Up Homestay. Kalau rempong bawaan bisa naik becak, taksi konveksiona maupun taksi online.

Kamarnya Wake Up Homestay
Setelah sampai Jogja langsung check-in masuk kamar. Saya memilih kamar Mix Dorm dan ternyata kamarnya luas sekali, banyak space kosong sehingga tak terasa sempit. 1 Kamar Mix Dorm berisi 10 kasur dengan 5 ranjang bertingkat. Ternyata berbeda dengan kamar female only yang berisi lebih sedikit ranjang karena kamarnya terlalu luas. Setiap kamarnya terdapat AC yang mencukupi, tidur bisa lebih nyaman. Tiap ranjang mempunyai tirai penutup, selimut bantal dan colokan. Di samping ranjang terdapat lemari yang bisa kita gunakan untuk menyimpan barang berharga. Sayangnya tidak disediakan gembok, sehingga mau tidak mau kita harus membeli gembok sendiri atau membawanya sendiri. Kemarin, lemari ini tidak saya gembok karena memang tidak bawa gembok dan sedang malas cari. Alhamdulillah aman-aman aja hehe.

Sarapan dibawah ke rooftop
Lantai paling atas ternyata ada rooftop menghadap ke arah barat dengan bangku-bangku yang nyaman enak sekali dijadikan tempat ngobrol-ngobrol menikmati senja atau malamnya jogja. Sayang waktu menginap disini. Baru sadar ada rooftop sekece ini, kayaknya harus diniatkan lagi untuk menginap di Wakeup Homestay lagi saat di Jogja. Baru paginya saya dan mba Donna, menghabiskan waktu pagi, sarapan bersama diatas rooftop. Ngobrol-ngobrol tentang rumah impian masa pensiunan nanti haha. Baru kerja kemarin udah mikir pensiun :D.

bagian bawah atau lobby homestay menjadi kafe
Wake Up Homestay ini menyediakan parkiran namun jumlahnya terbatas, kalian yang membawa mobil bisa menitipkan kendaraan di parkir umum. Saya pun juga was-was parkirkan motor pinjaman di pinggir jalan di depan homestay, walau pihak homestay sendiri bilang aman jika di parkir disitu.
Wakeup Homestay ini saya rasa cocok juga buat kalian yang sedang dharma wisata, punya kamar dan ranjang yang cukup banyak, bisa menampung banyak orang. Letaknya juga strategis di dekat malioboro dan stasiun tugu yogyakarta, sehingga kita bisa langsung jalan kaki saja jika ingin ke tempat tersebut.


Serunya Keliling Jogja Seharian Menggunakan Mobil Rental Tanpa Sopir     Edit

Sunrise di Tugu Jogja
Yogyakarta emang tempat yang asik buat berlibur apalagi berlibur bersama keluarga. Jogja punya jenis wisata yang lengkap, dari wisata minat khusus(petualangan), wisata alam, wisata seni budaya, wisata peninggalan bersejarah, wisata kuliner dan lain-lainnya. Banyak dari wisata-wisata yang ada di Jogja cocok sekali untuk liburan keluarga sehingga saya memutuskan untuk membawa keluarga berlibur ke Jogja.

Wisata Jogja yang kami sekeluarga ingin kunjungi letaknya bukan di tengah kota Jogja sehingga kami membutuhkan persewaan mobil. Saya sendiri pernah tinggal di Jogja dan masih hafal jalan di wilayah Jogja, sehingga kami memutuskan untuk sewa mobil di Jogja yang tanpa sopir agar bisa menghemat sedikit biaya perjalanan kami selama di Jogja hehe. Harga rental mobil Jogja tanpa sopir kisarannya mulai dari Rp.300.000 hingga Rp.450.000 yang biasanya dengan harga segitu, mobil yang siap direntalkan adalah mobil jenis Avanza atau Innova. Saya mendengar di Traveloka ada jasa rental mobil yang bisa dipesan secara online dan harganya juga bersaing dengan jasa rental mobil lainnya di Jogja.

Seharian Kemana Aja di Jogja?
Kami memilih berwisata ke arah Kulonprogo, apalagi wisata daerah Kulonprogo tidak terlalu sering dikunjungi banyak wisatawan sehingga bisa lebih leluasa menikmati daerah wisata. Sebelum Berangkat kami sudah menyusun rute perjalanan biar perjalanannya lebih teratur dan efisien waktu.

1. Bukit Panguk Kediwung
Sebelum ke Kulonprogo kami menyempatkan diri untuk mencari Sunrise di daerah Dlingo yang disebut negeri atas awannya Bantul. Jika beruntung bisa bertemu dengan kabut yang berbentuk lautan seperti melihat lautan awan di atas gunung. Ada banyak tempat menikmati pagi di Dlingo, Kami memilih buat sunrise di Panguk Kediwung. Berangkat dari Jogja setelah Subuh, rutenya cukup gampang dan sesuai map di google sehingga kami tak khawatir kesasar walau berangkat pagi buta. Matahari terlihat belum terbit, cuaca cerah, namun pagi itu tak nampak bakal ada lautan kabut. Matahari sudah terbit, beberapa orang sudah terlihat mengantri dengan berbagai gaya fotonya. Setelah puas foto-foto berlatar matahari terbut di Spot Selfienya Panguk Kediwung, kami meluncur ke daerah Kulonprogo.

2. Geblek Pari
Suasana Geblek Pari, Kulonprogo
Setelah melihat matahari terbit di Putuk Kediwung, kami menuju Geblek Pari untuk sarapan. Geblek Pari ini adalah warung makan kecil yang menjajakan makanan khas pedesaan dengan view area persawahan dan terlihat pemandangan bukit Menorehnya Kulonprogo. Makanan yang dijajakan sederhana, Nasi putih atau merah dengan sayur lodeh tempe juga beberapa lauk pauk seperti tempe bacem, tempe goreng, ayam, ikan dan telur dadar. Mereka juga menjual makanan khas Kulon Progo yaitu Geblek. Penampilan Geblek sekilas seperti Cireng namun bahan dan cara membuatnya berbeda. Rasanya menyenangkan sekali, sarapan di Geblek Pari, sambil merasakan angin sepoi-sepoi pinggir sawah dan pemandangan pegunungan menoreh.

3. Air Terjun Kembangsoka
Main Air Di Kolam Alami Air Terjun Kembang Soka
Udah kenyang sarapan di Geblek Pari, lanjut mandi dan main air di Air Terjun. Apalagi di desa Girimulyo, Kulonprogo yang letaknya tidak jauh dengan Geblek Pari punya beberapa air terjun yang menarik. Kami sih memilih Air Terjun Kembang Soka yang tempatnya agak luas dan bisa leluasa bermain air. Perjalanan sekitar 30 menit dari Geblek Pari, kelok-kelok melewati jalan pegunungan menoreh yang terlihat dari warung makan tersebut. Tidak perlu khawatir nyasar karena lokasi yang ada di Googlemap valid atau jika ragu bisa tanya warga setempat.
Air terjun Kembangsoka itu jika dilihat dari atas adalah sungai kecil yang airnya berasal dari mata air bawah tanah. Dasar sungainya terlihat menarik karena berupa batuan gamping putih dengan dinding tebingnya malah berwarna agak kemerahan, sehingga jika dilihat air terjun ini seperti mempunyai banyak warna. Di dekat air terjunnya ada beberapa kolam alami yang dalamnya sekitar 1 meter. Di tempat tersebut menjadi tempat yang enak untuk main air dan berenang-renang. Kami beruntung karena datang, kondisi air terjun masih agak sepi sehingga kolam alami di sungai kembang soka terasa seperti milik kami sendiri ahaha.

4. Gunung Gajah
View Waduk Sermo dari Gunung Gajah
Tidak jauh dari Air Terjun Kembangsoka, ada objek wisata view pemandangan pegunungan yaitu Gunung Gajah. Dari depan gerbang masuk Air Terjun Kembangsoka menempuh perjalanan sekitar 10-15 menit saja sudah sampai di wisata Gunung Gajah tersebut. Gunung Gajah sendiri puncaknya tidak bisa didaki karena medannya ekstrim dan tidak ada jalan setapak menuju ke puncaknya. Namun ada spot gardu pandang di pinggir jalan yang mempunyai pemandangan bagus yaitu melihat Waduk Sermo dari ketinggian. Rasanya seperti melihat waduk sermo dari Kalibiru. Dari Gunung Gajah ini bisa melihat view laut pantai selatan juga jika kondisi langit tidak tertutup oleh kabut. Di Gunung Gajah yang kami lakukan hanya duduk di gazebo atau shelter yang disediakan oleh pengelolanya sekaligus memakan mie instan. Mie Instan terasa enak apalagi di sambil melihat view pegunungan dan waduk sermo dari ketinggian. Setelah puas di Gunung Gajah kami beranjak kembali ke Kota Jogja.

5. Sunset di Tugu Jogja



Setelah kembali dari Kulonprogo, kami sempat kembali ke penginapan, istirahat sebentar dan kembali pergi untuk menikmati Senja di Kota Jogja. Kami memilih Tugu Jogja karena Tugu Jogja adalah Landmarknya Kota Jogja. Sampai ada semboyan kalau belum foto di Tugu Jogja, belum sah ke Jogjanya. Di Tugu Jogja juga kami janjian kepada pemilik mobil untuk mengembalikannya.
Sisi timur Tugu Jogja menjadi area publik yang bisa digunakan pengunjung untuk duduk di pinggir jalan. Kami duduk di pinggir jalan tersebut memperhatikan kendaraan yang lalu lalang tiada habisnya, lebih banyak mengobrol tentang apa saja dampai akhirnya tidak terasa langit perlahan berwarna jingga. Saya segera menyiapkan dan memasang tripod kecil dan mengabadikan momen senja di Tugu Jogja dengan teknik Low Speed sehingga kendaraan yang melintas terlihat membentuk sebuah garis yang ciamik. Setelah senja, kami menunggu pemilik kendaraan datang dan mengembalikannya.

Memang Jogja tuh cocok banget buat jadi pilihan wisata keluarga apalagi kota ini punya harga yang terjangkau untuk menginap, makan sampai harga sewa mobil yang relatif terjangkau. Rasanya setelah ini bakal ada wisata keluarga ke Jogja lagi untuk melihat daerah lainnya.

Pawon Purba - Tempat Makan Ala Pedesaan di Bawah Kaki Gunung Nglanggeran, Jogja     Edit

Pawon Purba di Nglanggeran, Gunungkidul
Lagi di Jogja nih, cari makanan ala pedesaan yuh. Selain Kopi Klotok dan Geblek Pari Kulonprogo ya kan udah pernah.

Chat saya ke rekan blusukan saya di Jogja dulu, Anno. Karena sudah rindu makanan khas pedesaan yang tidak bisa ditemukan di Kota, kami memilih untuk mencoba Pawon Purba. Sebuah tempat makan baru yang berasa di desa wisata Nglanggeran Gunungkidul. Tepatnya di bawah kaki Gunung Merapi Purba,Gunung karst yang terkenal karena keindahan dan keunikan struktur batuan dan bukitnya dan masuk dalam salah satu bagian dari kawasan Geopark Dunia.

Pawon Purba ternyata bisa terbilang warung kuliner pedesaan baru di Jogja, karena baru didirikan sekitar bulan Mei atau 2 (dua) bulan lalu. Letaknya cukup strategis karena berada di sekitar objek wisata Gunung Nglanggeran dan memiliki pemandangan yang bagus.

Rute Menuju Pawon Purba dari Kota Jogja.
Untuk ke Pawon Purba dari Kota Jogja cukup mudah, dari kota Jogja, bisa arahkan kendaraan ke arah jalan Wonosari – Pertigaan Pasar Piyungan – Bukit Bintang – sampai di perempatan Patuk ambil arah Kiri atau ke arah Ngoro-oro atau Nglanggeran (ada papan petunjuknya) – ikuti jalan tersebut hingga melewati area tower televisi dan terus ikuti petunjuk arah ke Nglanggeran – Masuk desa Nglanggeran sebelum tempat parkir wisata Gunung Nglanggeran akan ada papan petunjuk jalan kecil bertuliskan Pawon Purba, ikuti petunjuk tersebut, kita akan sampai di Pawon Purba.

Joglo Pawon Purba tampak depan
Sampai disana saya langsung takjub pemandangannya, area persawahan dan Gunung Merapi Purba Nglanggeran yang gagah. Bangunan Pawon Purba merupakan bangunan Joglo yang sudah berdiri sejak tahun 1950. Namun tidak semuanya utuh menggunakan kayu tahun 1950, sepertinya hanya tiang-tiang kayu utamanya saja yang sudah ada sejak tahun tersebut.

Area Indoor Pawon Purba
Area Outdoor di Pawon Purba
Sepertinya kami datang kepagian, dari Jogja jam 8 pagi dan sampai Pawon Purba jam 9. Sudah ada beberapa sayur dan kita diminta tunggu sebentar karena nasi akan segera siap. Tempat makannya ada di area outdoor dan indoor yang berada di dalam Joglo. Area Joglo menarik karena terdapat meja dan kursi yang terbuat dari Batu Putih yang berasal dari daerah sekitar Gunungkidul. Meja tersebut memberi kesan kembali ke masa purba :D. Karena tidak ada peneduh di area outdoor, kami memilih meja di dalam Joglo yang sudah ditata menggunakan 1 set meja dan kursi jadul Sedan dari kayu.

Menu di Pawon Purba
Akhirnya nasi sudah siap. Pawon Purba menyajikan makanan ala prasmanan dengan 2 jenis Nasi, Nasi Putih dan Nasi Merah. Jelas saya memilih nasi merah yang jarang ditemukan di warung-warung lain. Sayur yang ada pun khas pedesaan seperti sayur tempe, sayur daun pepaya, sayur lodeh dengan lauk berupa tahu, tempe garit maupun bacem, telur, dan ikan. Minuman pun juga beragam, karena Nglanggeran punya produk Coklat dan disekitarnya banyak pohon Kakao, saya tertarik memesan es coklat sekaligus pelepas dahaga dari cuaca teriknya gunungkidul.

Telur Dadar dan Tempe Pawon Purba Enak bener
Saya rasa, saya cocok dengan masakannya. Terutama telur dadar dan tempe garitnya enak, pas sekali dimakan saat panas-panasnya. Sambelnya mantap, pedes saya rasa bagi penyuka pedas pasti cocok. Coklatnya pun demikian, dibuat dengan takaran yang pas sehingga coklatnya pun terasa enak.

Waktu Yang Tepat Ke Pawon Purba
Waktu yang tepat mengunjungi Pawon Purba saya rasa sore hari, sekitar jam 3-4 sore. Setelah makan kita bisa menikmati senja disana atau bisa pindah lokasi menikmati senja di Embung Nglanggeran yang lokasinya tidak jauh dari Pawon Purba. Bisa juga setelah pagi-pagi tracking naik Gunung Nglanggeran turunnya bisa mampir makan di Pawon Purba. Namun menurut saya sore adalah waktu yang terbaik karena matahari tidak terlalu panas, kita bisa memilih duduk di meja kursi dari batu putih memandangi area persawahan dan Gunung Merapi Purba Nglanggeran.


Tertarik datang Ke Pawon Purba kan?

Warung Klangenan, Jogja - Angkringan Nyaman Di Barat Kota Jogja     Edit

Waroeng Klangenan Jogja

“Aku di Jogja, ayo ketemuan”. 
“Dimana?”
“Pengen di Angkringan yang bebas pengamen”
“Warung Klangenan gimana?”
“Ok, jam 7 yak”
Percakapan singkat lewat aplikasi chat untuk mengajak teman-teman bertemu atau kopdar. Pilihan jatuh pada Warung Klangenan, sebuah warung angkringan yang di konsep kekinian di sebuah rumah sederhana di daerah Wirobrajan yang tidak jauh dari kawasan Malioboro dan pusat kota Jogja.
Angkringan masa kini tidak identik dengan Gerobak, tenda, lesehan dan berada di pinggir jalan. Angkringan masa kini berkembang dengan berada di sebuah bangunan yang dikonsep sesuai rencana pemilik. Biasanya konsepnya tidak mewah-mewah, dibuat klasik, sederhana namun nyaman. Seperti halnya yang saya rasakan ketika berkunjung di Warung Klangenan.

Rute Ke Warung Klangenan
Warung Klangenan beralamat di Jl. Patangpuluhan No.28, Patangpuluhan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta cukup dekat. Rute ke Warung Klangenan cukup mudah, misal kalian dari Malioboro, ambil arah selatan menuju KM 0, Perempatan KM 0 Jogja ambil kanan, ikuti jalan tersebut hingga perempatan bangjo Parkiran Bis Ngabean ambil ke kiri atau arah selatan melewati Jokteng Lor hingga perempatan Bangjo Benteng Tamansari ambil kanan atau ke arah Barat. Warung Klangenan ada di belakang warung Mie Nyinyir. Rute tersebut mudah ditempuh dari Malioboro atau pusat kota Jogja. Bisa menggunakan ojek pangkalan atau Ojek Online atau bisa juga menggunakan kendaraan pribadi. Tidak disarankan menggunakan kendaraan umum karena jalan tersebut tidak di lewati kendaraan umum ataupun Trans Jogja.

Hidangan makanan yang tersaji di Warung Klangenan
Warung Klangenan mulai buka jam 4 sore. Kedatangan kami jam 7 malam, suasana disana sudah mulai ramai, memang sudah memasuki waktu jam makam malam juga sih. Namun kursi kosong masih banyak yang tersedia. Setelah datang di Warung Klangenan kita harus memilih makanan yang nanti ingin kita makan. Konsep Warung Klangenan adalah angkringan sehingga disini kita akan menjumpai makanan ala-ala angkringan seperti aneka jenis Nasi Kucing, Sate-satean seperti sate usus, ati, telur puyuh dan lainnya, juga ada gorengan dan jajanan pasar lainnya. Minuman pun juga ada macam-macam wedangan. Harga makanan dan minumannya terjangkau, kisaran harganya dari 1.000-8.500, cukup murah dan terjangkaukan untuk kalangan anak kos maupun traveller macam saya.
Sate-sate Angkringan di Warung Klangenan
Setelah memilih, makanan-minuman yang kita pilih akan dihitung dan langsung membayarnya. Setelahnya kita bisa memilih meja yang kosong, dan kami memilih meja di dekat halaman belakang supaya bisa merasakan angin malam yang sepoi-sepoi.  Ada baguan yang menarik disini, jika kita memilih makanan yang perlu dibakar, alat bakar dan bara arangnya akan dibawa ke meja kita untuk kita bakar sendiri.  

Halaman belakang Warung Klangenan
Seru!!. Sambil berbincang ngobrolin ini-itu, tangan juga ikut berbicara dengan gerakan kipas-mengipas. Sesekali ada aroma asap dan asap yang keluar dari bara, kadang bikin tidak sabar memakan sate atau nasi yang sedang kami bakar.

Karena nyamannya tempat, tidak riuh lalu lalang kendaraan, tidak ada seniman kaki lima yang mondar mandir membuat kopi darat atau pertemuan di Warung Klangenan ini berkesan. Padahal rencana hanya bertemu singkat dan lanjut tidur karena harus pergi pagi-pagi, tapi karena nyamannya, secara tidak sadar menghabiskan waktu lebih dari 2 jam.
Suasana di dalam Warung Klangenan
Jika ke Jogja, coba deh sesekali makan dan menghabiskan waktu malammu ke Warung Klangenan ini. Enaknya jangan datang sendiri, coba hubungi teman-teman lama yang tinggal di Jogja dan ajak bertemu dan nongkrong di Warung Klangenan.

Cengkir Heritage Resto, Warung Dan Sajian Khas Desa Di Dekat Pusat Kota Jogja     Edit

Cengkir Heritage Resto tampak depan
Sudah beberapa tahun lalu Warung Kopi Klotok menjadi pilihan tempat makan wisatawan maupun warga jogja, tumbuh juga Resto Tradisional ala desa di sekitarnya, salah satunya adalah Cengkir Heritage Resto And Coffe yang letaknya lebih dekat dengan pusat kota Jogja.

Baru-baru ini teman cerita tentang Cengkir Heritage yang berkonsep ala desa dengan bangunan berupa Joglo. Sesuai konsep dan namanya, Cengkir Heritage menawarkan makanan dengan suasana desa dan masakan desa yang dekat dengan Pusat Kota Jogja. Resto ini ternyata belum lama buka namun sudah menjadi tempat pilihan makan warga Jogja dan sebagian wisatawan yang sudah mengetahui tempat ini.


Rute Ke Cengkir Heritage
Cengkir Heritage beralamat di Jalan Sumberan II No.4 Dusun Ngentak, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Untuk kesini cukup mudah, kalian bisa menggunakan jasa Ojek Online atau jika menggunakan kendaraan pribadi dari Palagan ambil arah ke pertigaan Jalan Damai setelah itu ambil ke timur (ke arah Jalan kaliurang) setelah melewati Captain Urban Lounge ada perempatan, ambil ke Jalan Sumberan II ke arah utara dan kalian akan menemukan Cengkir Heritage yang ada di kanan jalan.

tempat makan di Cengkir Heritage
Cengkir Heritage ini buka mulai jam 08.00- 00.00. Janjian sama teman-teman di Jogja jam 08.00 pagi dan sampai disana paling duluan haha. Karena masih menunggu teman –teman saya menyempatkan keliling Cengkir Heritage untuk melihat-lihat dan nyari tempat duduk yang nyaman. Ada 3 bangunan yang bisa digunakan, 2 bangunan berbentuk Joglo dan 1 Bangunan berupa rumah yang bisa digunakan untuk meeting dan pertemuan. Joglo yang berada dibangunan utama terdapat sajian prasmanan berupa masakan khas desa. Sayur Lompong (batang daun talas) yang menarik perhatian saya karena sayuran ini sudah jarang sekali ditemukan. Memasak lompong menjadi sayuran juga tidak bisa sembarangan karena jika cara membuatnya salah bisa membuat gatel. Mungkin itu sebabnya jarang sekali menemukan sayur lompong di warung-warung prasmanan lainya.

Nasi yang ditanak secara tradisional
Memilih lauk dan sayuran
Setelah anno, aqid, mas ilham, mba indah sekeluarga datang. Kami langsung mengambil nasi yang masih diatas tungku pembakaran, sepertinya nasi tersebut dimasak secara tradisional. Saya jelas memilih sayur lompong karena penasaran sekali rasanya,karena sayur lompong yang saya cobain pertama kali di Banyuwangi tidak ditumis seperti sayur lompong yang ada di Resto Cengkir Heritage ini.  Memilih lauknya juga seperti biasanya, telur yang dilihat dari penampakannya di goreng dengan api dan panas yang pas.

makanan berupa sayur dan lauk yang bisa dipilih
Setelah memenuhi piring dan memesan minum, pesanan kita akan dihitung oleh pelayan dan kita dipersilahkan menuju tempat duduk yang kita pilih. Suasana masih sepi, kami bisa bebas memilih tempat duduk dimana saja, kami lebih memilih duduk di bangunan berbentuk joglo tanpa sekat dinding agar lebih leluasa dan bisa melihat pemandangan sekitar Cengkir Heritage.

Nasi Telur, Sayur Tempe dan Lompong
Kalau dilihat-lihat, fasilitas dari Resto Cengkir Heritage ini cukup lengkap dari tempat ibadah, kamar mandi, tempat makan yang luas dan banyak pilihan, juga parkiran yang menurut saya cukup luas dan memungkinkan rombongan bis besar untuk masuk dan parker di halaman parkir Cengkir Heritage ini. Sambil makan, saya piker tempat ini cocok banget untuk acara kumpul-kumpul dan bisa menjadi alternatif bagi kalian yang mencari resto dengan konsep dan masakan khas desa yang tidak jauh dengan pusat kota Jogja.

Nikmatnya Teh Racikan Kedai Teh Kalasan, Yogyakarta     Edit

Racikan Teh di Kedai Teh Kalasan Untuk Dunia
Jogja kini sudah banyak kafe-kafe yang identik dengan kopinya dan kafe kopi di jogja seakan berlomba merebut hati pelanggan dengan suasana kafe dan desain serta interior kafe yang asik untuk foto-foto. Namun di daerah Kalasan dekat Candi Prambanan, ada sebuah kedai yang menghadirkan Teh sebagai menu utama mereka. Teh-teh yang ditawarkan tidak sembarangan teh. Mereka menawarkan berbagai jenis teh premium lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Kedai tersebut bernama Kedai Teh Kalasan.
Sesuai namanya, Kedai Teh Kalasan terletak di Kalasan tepatnya di Dusun Ringin Sari, Kelurahan Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Jika dilihat dari gmaps, letaknya memang tidak jauh dari Candi Prambanan sehingga cocok sekali buat melepas dahaga setelah kepanasan di Prambanan selain membeli Es Dawet Pandawa yang Legendaris. Apalagi di Kedai Kalasan menawarkan suasana teduh karena banyak hijau tanaman markisa dan angin sepoi-sepoi dari arah persawahan.

Rute Menuju Kedai Teh Kalasan
Cara menuju ke Kedai Teh Kalasan cukup mudah. Dari pusat kota Jogja, kita ambil arah menuju Candi Prambanan melewati Bandara Adisucipto Jogja lalu setelah bertemu jalan rindang yang ada pohon mahoni di tengah dan pinggir. Pada jalan tersebut akan ada Perempatan Bangjo/ Lampu Lalu Lintas. Ambil Kiri lalu ikuti jalan tersebut hingga mentok di pertigaan jalan besar, ambil kiri. Dari sana tinggal ikuti jalan hingga pertigaan pertama akan ada petunjuk jalan menuju Kedai Teh Kalasan. Kalian bisa mengikuti petunjuk di Gmaps karena penandaan lokasinya juga valid.

Penampakan area hijau di Kedai Teh Kalasan
Interior Kedai Teh Kalasan
Kedai Teh Kalasan bangunannya berbentuk Joglo dengan sekeliling Joglo ditanami tanaman merambat jenis Markisa berbuah besar. Adanya markisa ini membuat kesan adem dan membuat nyaman sekitar.  Di dalam Joglonya juga nyaman, dengan meja dan kursi yang dipilih cocok dengan Joglonya. Ada meja kursi tinggi ada meja kursi rendah yang ada di rumah adat jawa jaman dulu. Saya suka dari kedai ini, disediakan buku-buku baik tentang Teh maupun buku pengetahuan, majalah bahkan buku anak-anak.

menu kedai teh kalasan
Kedai Teh Kalasan ternyata menawarkan varian teh yang unik dan bahkan nama tehnya terlihat asing semua. Beda dengan teh yang ditawarkan di Doro Dongker yang sempat saya kunjungi saat ke Karanganyar.  Varian teh yang disuguhkan bermacam-macam dan Kedai Teh Kalasan membagi ke empat bagian Teh yaitu Indonesian Tea, Chinese Tea, Blended Tea dan Fancy Tea. Indonesia Tea menarik perhatian saya, terutama Redolent Tea yang berupa Tea Hijau dari Sukabumi, Sumatera Tea dengan Jenis White Tea dan Black Tea dari Jawa Barat. Ada Teh Cina yang menarik perhatian yaitu  teh yang sudah difermentasi selama 9 tahun, Raw Pu’erh DaXueShan. Namun sayangnya saat berkunjung ke Kedai Teh Kalasan, teh tersebut sedang habis stoknya. Walau terlihat mewah, namun harga tehnya cukup mengejutkan karena menurut saya cukup murah. Harga teh di kedai Teh Kalasan mulai 12.000 sampai 20.000 dan 1 menu disajikan dalam sebuah poci ukuran kecil yang bisa dinikmati oleh 2 orang.
Tempe Mendoan jadi makanan cocok untuk teman minum teh
Setelah memilih beberapa Teh, juga memesan beberapa snack yang cocok untuk teman minum teh. Saya rasa Mendoan dan Pisang Goreng Panas cocok sekali sebagai teman ngeteh. Buat kalian yang ingin minum selain teh juga jangan khawatir, ada beberapa varian kopi, Ice Cream, Milkshake, Mocktail dan Smooties. Kedai Teh Kalasan Juga menyediakan makanan berat seperti nasi ayam, nasi goreng, capcay dan tofu seafood.

Kami memilih duduk di kursi dan bangku lawas yang kami rasa bakal nyaman lama-lama duduk disana. Mengambil beberapa buku yang sudah disediakan dan tentu saja saya mengambil buku tema teh sembari nunggu teh yang dihidangkan jadi. Di dekat tumpukan buku dekat meja bar terdapat kumpulan toples berisi sampel teh-teh yang ditawarkan oleh kedai Teh Kalasan. Kami ditawari untuk menghirup aroma teh yang ada disana.

halaman belakang kedai teh kalasan berupa lahan untuk tempat pertemuan dan acara wedding di Jogja
Sudah setengah jam di Kedai Teh Kalasan dan saya penasaran dengan area belakang kedai Teh ini. Disana terdapat halaman luas dengan bangunan yang berada di setiap sisi halaman tersebut. Ternyata tempat tersebut bisa disewakan untuk acara-acara dan bangunan yang ada juga bisa digunakan untuk paket meeting. Saya membayangkan jika mengadakan acara minum teh bareng dengan teh berkualitas racikan kedai teh kalasan di halaman yang luas ini sehabis magrib. Pasti syahdu. Riuh suara katak dan Jangkrik yang bersahut-sahutan dari arah sawah. Apalagi sekitar Kedai Teh Kalasan adalah lingkungan pedesaan yang tidak terlalu ramai bikin akcara lebih khidmat.
Botol Sample Aroma Teh yang ada di Kedai Teh Kalasan
Teh Dingin Fruhlingzauber
Cuaca Jogja hari itu makin panas, teh yang kami pesan pun sudah hampir habis. Saya tergoda untuk memesan teh lagi namun jenis teh dingin. Biar ga lama memilih teh, saya tanya sajalah ke peraciknya, teh yang cocok untuk diminum dingin. “coba teh Fruhlingzauber aja mas” kata peraciknya sambil menyodorkan toples kecil untuk dihirup aromanya. Katanya teh dengan rasa campuran buah, melon dan peachnya agak kuat cocok diminum dingin.

Hidangan Teh dingin kembali datang, membuat kami makin lama duduk menikmati suasana Kedai Teh Kalasan. Jika kalian pergi ke Jogja dan berada di sekitar candi prambanan, ratu boko san sekitarnya, coba deh mampir ke Kedai Teh Kalasan ini dan nikmati citarasa Teh yang berbeda dari bisanya.

Sepeda Ontel JogjaBike Gratis Untuk Jalan-Jalan Seru Keliling Malioboro dan Sekitarnya     Edit


Halte Sepeda Jogja Bike
Pernah membayangkan menggunakan sepeda onthel keliling Malioboro, Kraton, Alun-alun dan sekitarnya?  Pasti seru. Tapi dimana bisa sewa atau pinjam sepeda ontel?

Dulu tahun 2007 di Gang Dagen ada yang menyewakan sepeda Ontel, namun hilang seiring berjalannya waktu. Saat ini ada tempat peminjaman sepeda ontel yang berbasis aplikasi yang bernama Jogja Bike dengan aplikasinya bernama InaBike. Jogja Bike ini Lauching pertama kali setahu saya pada bulan September 2018 lalu dengan jumlah awal sepeda yang tidak terlalu banyak. Kini terminal/halte sepeda dan jumlah sepedanya sudah banyak, mulai dari Selatan Tugu Jogja, Sepanjang Jalan Mangkubumi, Jalan Malioboro hingga KM Nol Jogja. Di wilayah pedestrian Kotabaru sudah ada.

Tampilan Aplikasi Sewa Sepeda di Jogja, InaBike
Cara Meminjam Sepeda Jogjabike
Pinjam sepedanya gampang kok. Kalian tinggal Install Aplikasi InaBike, lalu Daftar. Setelah daftar dan Log In kalian tinggal menuju Halte Sepeda Jogja Bike yang terdekat sesuai yang tertera pada aplikasi yaitu di sepanjang Jalan Mangkubumi (selatan tugu), Jalan Malioboro hingga KM Nol. Setelah sampai di Halte Sepeda Jogja Bike, kalian tinggal klik Sewa Sepeda dan scan Barcode yang ada di sepedanya, lalu sepedanya tinggal kita bawa ke tempat yang ingin kita Tuju. Disetiap Halte Sepeda sudah ada petugas rmah yang siap membantu.

Petugas Jogjabike Sigap membantu wisatawan yang ingin meminjam sepeda
Halte Jogjabike buka mulai dari jam 7 pagi hingga jam 9 malam dan bisa meminjam sepeda selama 5 jam. Setelah 5 Jam akan ada operator yang menelpon posisi sepeda dan jika meminjam sudah lebih dari jam 9 malam akan di telepon oleh operator Jogja Bike. Menurut info dari petugas Halte Sepeda Jogja Bike, peminjaman atau sewa sepeda Jogja Bike tidak selamanya Gratis, nanti akan ditarik biaya dengan sistem pembayaran cashless atau uang digital yang disimpan didalam aplikasi.

Start dari Halte Tugu Jogja
Sepeda di Sekitaran Malioboro, Enaknya kemana aja?
Mumpung masih gratis dan sedang di Jogja, saya meluangkan waktu meminjam sepeda ini.  Start dari persewaan Tugu Jogja. Bisa foto-foto naik sepeda dengan Background Tugu Yogyakarta. Lanjut berjalan ke selatan melewati perlintasan Rel Kereta Api. Melewati Rel kereta api kita harus mendorong sepeda, dan setelah menyebrang jalan raya bisa berfoto di tulisan Jalan Malioboro dan bisa istirahat di kursi-kursi kawasan pendestrian Malioboro. Ada spot foto menarik di Sisi Selatan Kantor Gubernur DIY yaitu di Taman Kepatihan Danurejan tepatnya di Jalan Suryatmajan. Di Dekat taman ada bangunan tua yang direnovasi sehingga tampak bagusdengan warna dominan abu-abu. Dari sekitar taman Danurejan bisa jalan ke selatan menyelusuri gang kecil dan masuk ke area Kampung Ketandan. Kampung ini merupakan kawasan Pecinan yang dibeberapa lokasinya masih ada pintu-pintu cina yang menarik untuk dilihat dan menjadi background foto. Jika lanjut menyelusuri gang sempitnya kalian akan menembus pintu belakang pasar Beringharjo dan menuju kawasan KM Nol Jogja yang berada di depan Kantor Pos dan Bank BNI.
Di selatan Kantor Gubernur DIY
Salah satu sudut Kampung Ketandan
Di kawasan KM Nol ini sepertinya menjadi kawasan titik kumpul para pesepeda apalagi jika kalian bersepeda di hari sabtu atau minggu pagi. Para pesepeda beristirahat disini dan mengabadikan foto mereka dengan latar belakang kawasan KM Nol Jogja. Dari sini kalian bisa lanjut ke Kawasan Alun-alun Utara, Plengkung Wijilan, Alun-alun Selatan, Taman Sari dan Kraton. Boleh saja bersepeda jauh namun perlu diingat jika kalian meminjam sepeda di Halte Tugu Yogyakarta, harus di kembalikan di Halte tersebut hahaha. Jadi simpan tenaga baik-baik dan mengayuh sepedanya jangan terlalu jauh jika malas mengembalikan.
Rehat dulu di KM Nol Jogja
Kesan bersepeda menyelusuri kawasan Tugu Jogja hingga KM Nol menggunakan Jogja Bike menyenangkan, sepedanya tersedia banyak sehingga tidak khawatir kehabisan sepeda, petugasnya pun selalu menyambut wisatawan yang ingin meminjam dengan ramah. Jika boleh memberi masukan baiknya beberapa sepeda perlu perawatan terutama Rem. Karena dua kali meminjam sepeda, dapat sepeda dengan Rem yang tidak pakem. Walau memang tidak dipakai untuk bersepeda ngebut-ngebut, rem yang pakem dalam bersepeda itu diperlukan. Mungkin nanti bisa ditambahkan semacam kanopi pada halte sepedanya agar sepeda yang terparkir pasti terjemur sinar matahari atau kehujanan di Halte Sepeda Jogja Bike tidak mudah rusak karena faktor cuaca.

Jika ke Jogja, coba deh Luangkan waktu Menyelusuri Kawasan Malioboro Jogja dan Sekitarnya dengan menggunakan Sepeda Ontel Jogja Bike. Mumpung masih Gratisan juga ahahaha.

Yuk Sepedaan di Jogja


Geblek Pari, Jogja - Warung Pinggir Sawah Dengan Sajian Khas Pedesaan Kulonprogo     Edit

Geblek Pari, Nanggulan, Kulonprogo
Kulonprogo menurut saya adalah sudut Barat Jogja yang punya daya magis sendiri, tidak hanya pesona pemandangan pegunungan menoreh, tapi juga kesederhanaan desanya. Saya tiba di Stasiun Lempuyangan, Kota Yogyakarta. Tumben Cerah, katanya beberapa hari kemarin hujan terus. Mungkin karena ini hari ini hari bahagia si Relunglangit dan mas Mblusuk. Acara resepsi mereka akan berlangsung siang hari, saya memutuskan untuk menghabiskan waktu sampai jam 12.00 siang di Daerah Kulonprogo.

Beberapa waktu yang lalu, mba Rini merekomendasikan tempat sarapan enak di Jogja. Namanya Geblek Pari. Warung ini terletak di Dusun Pronosutan, Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo, Jogja. Warung Geblek Pari tidak jauh dari pusat Kota Jogja, mungkin lama perjalanan sekitar 30 menit jika arus lalu lintas lancar. Setelah saya cek di Google map, ternyata letaknya searah dan dekat dengan Pasar Wage Kenteng, dimana pasar tersebut punya kenangan berkesan buat saya. Setiba di Stasiun , saya menyewa motor di salah satu tempat langganan sewa motor di Jogja “Amin Transport”. Lalu setelah itu langsung berangkat menuju Geblek Pari.

belok kiri di pertigaan ini setelah pasar kenteng

Rute Menuju Geblek Pari dari Kota Jogja
Rute ke Geblek Pari, Kulonprogo itu cukup mudah kok. Dari Tugu Jogja arahkan kendaran kalian menuju arah barat saja terus, ke arah jalan Godean – melewati Perempatan Demangan Ring Road Barat – Pasar Godean – Jembatan Sungai Progo – setelah melewati jembatan sungai progo akan ada perempatan, ambil lurus ke arah perbukitan menoreh nanti kalian akan melewati Pasar Kenteng lalu setelah pasar kenteng jalanlah pelan-pelan akan ada pertigaan dengan petunjuk jalan yang mengarahkan kita ke Warung Geblek Pari. Di Pertigaan tersebut ambil kanan dan ikuti petunjuk jalan tersebut, melewati jalan di pinggir jalur irigasi dengan suasana pedesaan. Sejuk, saya membawa kendaraan dengan santai dengan menikmati suasana desa di sana dan akhirnya sampai di warung Geblek Pari.

perkarangan yang dijadikan warung Geblek Pari
Kolam Ikannya
Geblek Pari adalah warung di sebuah perkarangan milik warga, perkarangannya cukup asri, ditumbuhi oleh pohon dan tumbuhan-tumbuhan bawah yang sudah ditata dengan rapi, juga kolam-kolam berisikan ikan mas. Terdapat pula sebuah joglo sederhana, dengan penataan interior meja yang sederhana dengan beberapa hiasan di biliknya. Meja-meja juga tertata di bawah pepohonan, juga di samping kolam ikan. Saya memilih meja di sudut Joglo yang bisa memandang pemandangan sawah dan pegunungan menoreh Kulonprogo.
bisa ambil sesuai porsinya

menunya
Hidangan yang saya pesan
Tipe pemesanannya adalah prasmanan dengan menu makanan khas desa berupa nasi, lauk telur dadar, ayam, ceker, ikan, tempe, tahu, brongkos, dan sayur khas desa seperti sayur tempe, lodeh, sayur gori. Geblek Pari juga menawarkan makanan khas Kulonprogo yaitu Geblek, selain itu juga ada gorengan pisang. Minuman pun beragam, saya senang ternyata di warung ini menawarkan teh jenis lain yaitu Teh Rosela. Setelah mengambil makanan, tidak lama pula, hidangan seperti pisang goreng, geblek dan teh rosela yang dipesan datang.

yang di dalam Joglo
kursi meja yang di perkarangan


 Ada yang berkesan di warung ini selain pemandangan sawah beserta pegunungan menorehnya juga suasana adem khas pedesaan adalah ketika sedang melakukan ritual foto makanan, makanan lain saya tinggal di kursi malas yang letaknya lebih pendek dari bangku.
Tiba-tiba2 pengunjung belakang sedikit berteriak “mas, makanannya mas”.
Saya masih belum ngeh, siapa yang diteriakin, asik foto makanan sendiri :D. 
teriakan kedua agak kencang, “Mas telurnya mas”. 
Ketika saya menoleh, telur di piring makanan saya sudah dibawa lari si ayam. Ayam makan Ayam.

pemandangan alam persawahan dan pegunungan menorehnya
Kalau ingat-ingat, warung dengan konsep sederhana semacam Geblek Pari sudah banyak ada di Yogyakarta, namun belum banyak ada di Kulonprogo, mungkin Geblek Pari yang pertama, mungkin juga saya tidak tahu jika ada yang lainnya. Letaknya juga strategis, sejalur dengan rute air terjun yang ada di daerah pegunungan menoreh, rute para pesepeda sehingga warung Geblek Pari ini bisa menjadi pilihan tempat mereka meredakan rasa lapar mereka setelah berwisata maupun bersepeda.

Mengunjungi Jogja,coba sesekali lirik objek wisata di pegunungan menoreh Kulonprogo juga mencicipi warung Geblek Pari ini ^^



Ada pilihan lain, untuk makanan khas desa dengan pemandangan persawahan Kulonprogo yang menawan. Kalian bisa kunjungi Kopi Ampirono yang letaknya dekat dengan Pasar Kenteng. Tulisan tentang Kopi Ampirono bisa dibaca disini >> https://www.catatannobi.com/2020/02/kopi-ampirono-kulonprogo-jogja.html