-->

Semua Produk Gameboor

Mencari Penyembuhan Di Hutan Sukabumi-Cianjur     Edit


Saat Pandemi Covid-19 atau Virus Corona menyerang, Segala pikiran kita pasti sangat terkuras memikirkan itu semua sampai-sampai terkena Psikomatis dimana tubuh merasa sakit padahal kita dalam keadaan sehat dan bugar. Setelah Pandemi Covid-19 ini berakhir saya merencanakan Pulang ke Rumah di Jakarta dan melakukan perjalanan ke Sukabumi untuk melakukan Healing Forest atau melakukan penyembuhan dari stress pandemi Covid-19 di Hutan.

Healing Forest bisa dibilang semacam terapi yang dilakukan dengan memanfaatkan salah satu fungsi hutan yang tidak disadari oleh manusia yaitu sebagai media penyembuh alami. Saat memasuki hutan atau berada di alam, kita menghirup udara segar, melihat pemandangan, merasakan aroma, mendengarkan suara burung atau gemerincik air. Hal-hal tersebut secara tidak sadar bisa mengurangi produksi hormon stress kita sehingga kita merasa lebih baik saat berada di alam atau hutan.

Kenapa Melakukan Healing Forest di Cianjur-Sukabumi
Seperti yang kita ketahui, daerah Cianjur dan Sukabumi memiliki kawasan pegunungan dan kawasan pantai. Daerah pegunungannya saja menakjubkan, Ada Taman Nasional (TN) Gunung Gede Pangrango, TN Gunung Halimun Salak dimana dua Taman Nasional ini mempunyai potensi alam hutan serta ekosistem yang menakjubkan sehingga kita sebagai pengunjung bisa melepaskan kepenatan di Hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan TN Gunung Gede Pangrango. Selain itu, Sukabumi juga mempunyai wisata perbukitan dengan pemandangan yang indah, Hutan-hutan Pinus, telaga dan air terjun  di Sukabumi yang terkenal di kalangan traveller. Memilih Cianjur dan Sukabumi selain dekat dengan Jakarta yang bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi, saya ingin mengulang momen masa muda bersama ke keluarga saat piknik di Sukabumi dan Cianjur.

Kemana aja saat di Cianjur - Sukabumi
Sudah jelas kita tidak bisa memasukan semua destinasi alam di Cianjur-Sukabumi. Selain karena wisata alam di Cianjur dan Sukabumi sangat banyak, waktu yang kita punya juga terbatas sehingga saya memilih beberapa tempat yaitu:

Kemah di Bumi Perkemahan Mandalawangi
Perkemahan Mandalawangi dan pemandangan sekitarnya
Bumi Perkemahan Mandalawangi ini letaknya di daerah Cibodas, Kabupaten Cianjur dekat sekali dengan kawasan Kebun Teh dan Puncak Pass. Bumi Perkemahan ini sangat indah, dengan pemandangan hutan kecil di pinggir Hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Dari Bumi Perkemahan Mandalawangi kita bisa pemandangan indah Gunung Gede Pangrango baik secara jelas maupun perlahan-lahan tertutup kabut. Malam harinya, walau udara cukup dingin, kita bisa dihibur dengan suara gemerincik air yang ada dari telaga kolam yang ada di dekat perkemahan, belum lagi suara serangga-serangga malam yang membuat malam di Mandalawangi serasa tentram.

Tracking ke Air Terjun Cibereum
Air Terjun Cibereum
Karena dekat dengan jalur pendakian ke Puncak Gunung Gede Pangrango, pagi harinya kita bisa loh tracking seru ke Jalur Pendakian menuju air terjun Cibereum. Kita tinggal melewati jalan setapak yang cukup bagus dengan petunjuk jalan yang sudah jelas sehingga tak perlu khawatir tersesat. Coba nikmatiperjalanannya, rasakan udara sejuk dari iklim mikro yang terbentuk akibat rimbunnya pepohonan di hutan, suara-suara serangga dan burung yang bersahut-sahutan. Jika beruntung, kita bisa bertemu dengan rombongan kelompok satwa Owa Jawa yang sedang turun gunung mencari makan. Suasana tersebut yang bisa diri kita sembuh dari rasa stress menghadapi Pandemi Covid-19 .  Setelah 1 Jam perjalanan kita akan sampai di Air Terjun Cibereum. Air terjunnya cukup besar, alirannya deras sehinga menghasilkan angin yang cukup besar membawa embun-embun atau partikel air yang pecah menghujani tubuh kita. Sejuk sekali rasanya. Air tersebut serasa merefresh diri kembali segar seperti sedia kala.

Telaga Situ Gunung
Pemandangan Telaga Situgunung saat pagi (FB:Backpacker,
Situ Gunung merupakan Danau yang terletak di Desa Kadudampit, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Telaga ini juga masuk dalam Kawasan TN Nasional Gunung Gede Pangrango dan berada di ketinggian sekitar 850 Mdpl sehingga membuat suasana di Telaga Situ Gunung begitu sejuk. Rekomendasi waktu yang baik untuk mengunjungi Telaga Situ Gunung ini adalah waktu pagi hari. Kalian bisa datang pada hari sebelumnya dan menginap di area camping groundnya atau juga bisa datang menjelang pagi dengan bermalam di penginapan atau Hotel di Sukabumi karena letak Telaga Situ Gunung juga tidak jauh dan mudah ditempuh dari kota Sukabumi.

Pemandangan menjelang pagi di Telaga Situ Gunung ini menakjubkan. Dari cahaya malam yang terlihat samar-samar dari pantulan air telaga, perlahan terang. Dari telaga seolah-olah ada kumpulan kabut yang keluar perlahan-lahan. Perlahan pula kita bisa melihat sekeliling telaga ditumbuhin rimbunan pohon-pohon besar dan berselimut kabut. Saat sudah terang, hawa dingin berganti sejuk, suara serangga dan kicau burung bisa menjadi penghilang rasa penat dan stress. Hal ini juga merupakan bagian dari Healing Forest, Penyembuhan dari Hutan.

Jembatan Suspension Bridge Situgunung dan Curug Sawer
Jembatan Suspension Situgunung saat sepi pengunjung
Setelah puas menikmati pemandangan dan suasana asri dari telaga Situ Gunung pagi hari, kita bisa beranjak ke Jembatan Suspension Brigde yang merupakan salah satu jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara. Letaknya masih berdekatan dengan Telaga Situgunung yaitu di Kawasan TN Gunung Gede Pangrango sehingga kalian bisa sekalian mampir ke Jembatan Suspension Brigde ini. Jembatan ini menghubungkan bukit satu dengan bukit disebrangnya dengan panjang jembatan sejauh 243 meter, lebar jembatan 2 meter dan tinggi sekitar 150 meter. Kedatangan di Jembatan Suspension Bridge pagi-pagi ini menyenangkan, kondisinya sepi tidak banyak orang sehingga jika kita foto tidak tampak lalu lalang orang lain. Selain itu dengan datang pagi hari disana, kita bisa melihat Kabut yang seakan-akan keluar dari pohon-pohon dan bergerak mengikuti arah angina. Karena kita berada diantara bukit dan jurang, kita bisa merasakan angin sejuk sepoi-sepoi yang berhembus saat kita berada diatas jembatan. Rasa dingin dari anginya serasa menyegarkan badan, terhirup dan menyebar ke seluruh tubuh sehingga badan rasanya plong sekali.

Air Terjun Sawer dari Kejauhan
Setelah puas menikmati suasana di Jembatan Suspension Bridge, kita bisa mampir ke air terjun Sawer yang letaknya masih dekat dengan jembatan, mungkin kita akan berjalan kaki selama 10-15 menit saja. Jalannya pun sudah enak, sudah padat dan ada petunjuk jalan jadi tidak usah khawatir tersesat. Curug Sawer ini berada di ketinggian 1025 Mdpl dengan tinggi air terjun sekitar 35 meter. Main ke Curug sawer ini menyenangkan karena udaranya sejuk karena adanya efek iklim mikro yang diciptakan oleh pohon-pohon hutan sekitar air terjun juga butiran-butiran air dari air terjun yang terhempas angina ke arah kita. Di depan Curug Sawer terdapat jembatan yang dilewati untuk kita yang ingin melihat dan menikmati curug sawer lebih dekat atau berfoto-foto.

Situs Megalitikum Gunung Padang
pemandangan pagi di Situs Megalitikum Gunung Padang
Masih belum puas melihat keindahan alam, saya memilih menginap di sekitaran kota Sukabumi semalam lagi. Selain banyak hotel murah di Sukabumi, juga dekat dengan tujuan saya berikutnya yaitu mengunjungi Situs Megalitikum Gunung Padang yang secara administrasi masuk di dalam Kabupaten Cianjur.  Waktu yang tepat untuk datang ke Gunung Padang adalah pagi hari, hawa sana sejuk sekali, apalagi Situs Megalitikum Gunung Padang berada pada ketinggian 885 Mdpl. Gunung Padang ini mempunyai beberapa teras dan di setiap terasnya mempunyai pemaknaan sendiri. Menaiki Situs Megalitikum tak perlu buru-buru, nikmati saja setiap langkah naik dari teras ke teras. Nimkati juga suasana dan cerita di setiap terasnya. Melihat sekeliling di situs megalitikum Gunung Padang ini seperti bukan berada di belahan bumi. Kesannya berbeda sekali, bongkahan batu-batu besar berbentuk balok yang potongannya cukup rapih seakan-akan ada yang sengaja meninggalkannya disini. Apalagi kalau kita melihat pemandangan pagi di sekelilingnya juga indah. Kabut-kabut tipis masih terlihat menghiasi bukit-bukit di sekitar gunung padang bergerak mengikuti arah angin. Ada yang menarik di Teras kedua, disana ada pohon besar cendana dan hamirung yang diantaranya ada gundukan batu. Jika kita melihat ke arah barat bisa melihat Gunung Gede. Duduk diatas bongkahan batu tersebut, pejamkan mata dan nikmati semilir angin sejuk yang nantinya akan berhembus melewatimu dan kedua pohon besar tersebut. Rasanya ini seperti orang melakukan meditasi, badan juga rongga dalam tubuh seakan segar sekali diterpa angin dingin seakan-akan angin tersebut mereset tubuh kita menjadi segar kembali,

Saya percaya Cianjur dan Sukabumi punya tempat lain yang tidak kalah dari tempat-tempat yang saya sebutkan ini. Namun lima tempat ini ingin sekali saya kunjungi kembali setelah Pandemi Covid-19 ini berakhir sekalian melakukan terapi penyembuhan hutan atau Healing Forest mengurangi stress yang bertumpuk-tumpuk setelah mengadapi Pandemi.

Jaga kesehatan teman-teman, patuhi protokol covid-19 dengan menggunakan masker, menjaga jarak, keluar rumah saat perlu saja. Nanti saat Pandemi berakhir kita piknik ke alam sama-sama ya :)

Pengalaman Menjual Foto Hasil Traveling Di Shutterstock     Edit

menjual foto di Shutterstock
Dari file yang ada di Hardisk PC dan Eksternalmu, berapa banyak file yang berupa file foto. Kalau kalian suka jalan-jalan dan mengabadikan momen dengan berfoto, pasti banyak sekali, karena saya juga begitu haha. Beberapa tahun belakangan ini saya mulai mengumpulkan dan memilah foto-foto yang ada di Hardisk PC dan Eksternal. Foto tersebut hendak saya jual lewat Shutterstock.

list foto yang berhasil di jual di Shutterstock
Seperti yang kita ketahui, Shutterstock adalah salah satu microstock yang menjadi wadah menampung karya para seniman seperti pembuat vector, animasi, fotografer freelance dan penghobi foto seperti saya ini. Shutterstock ini juga terkenal dan memiliki jangkauan pasar yang luas sehingga jika ada yang membutuhkan vector gambar atau foto tema tertentu mereka bias mencari dan membeli di Shutterstock ini.

Dulu untuk menjadi Kontributor di Shutterstock ini cukup sulit, karena harus mengupload beberapa contoh karya terbaik dan Scan Identitas yang diakui Dunia Internasional, salah satu contohnya adalah Paspor. Saat ini untuk mendaftar ke Shutterstock cukup mudah, hampir sama seperti mendaftar Sosial Media Facebook, Instagram dan sejenisnya dengan syarat kalian mempunyai email aktif untuk mendaftar.
Upload foto ke shutterstock
Untuk menjadi Kontributor foto di Shutterstock, Kalian bisa melakukan beberapa langkah ini.
  1. Mendaftar di Web Resmi Kontributor Shutterstock disini. Daftar Contributor Shutterstock.
  2. Isi Form dengan data yang benar untuk mempermudah proses pencairan uang dari karya yang terjual.
  3. Verifikasi Akun lalu Login kembali dengan email dan password yang sebelumnya telah didaftarkan.
  4. Mudahkan cara mendaftar menjadi Kontributor di Shutterstock hehe. Selanjutnya adalah mencari foto yang layak untuk diupload ke Shutterstock. 
Foto yang ditolak akan diberikan alasan kenapa foto kita ditolak

Foto-foto apa saja yang bisa diupload dan dijual di Shutterstock.
foto apa saja bisa diupload di shutterstock selama foto tersebut tidak melanggar ketentuan dan berukuran minimal 4 Megapixel. Misal saya mempunyai foto ukuran 2000 x 2400 pixel berarti ukuran pixel foto kalian sebesar 4.8 Megapixel yang artinya lolos untuk bisa di upload di Shutterstock. Jadi jika kalian baru memulai, setingan ukuran foto di kamera kalian jangan kurang dari 4 Megapixel.

Genre foto apa saja bisa kalian upload. Kalian bisa mengupload hasil foto kuliner, makanan yang pernah dicoba saat travelling atau memasak sendiri di rumah. Bisa juga foto daun pintu, jendela bangunan yang kita temukan saat mengunjungi suatu tempat.

Dari pengalaman yang saya lakukan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar foto kalian bisa lolos kurasi/penilaian dari tim shutterstock yaitu diantaranya:
  1. Foto Berukuran paling rendah 4 MP. Foto berkualitas baik, tidak shake saat pengambilan foto. Tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap. Jika terlalu terang dan gelap kalian bisa memperbaikinya lewat aplikasi editing foto seperti Photoshop atau Lightroom.
  2. Jika dalam foto terdapat model atau talent diharapkan melampirkan form model realease yang formatnya telah diberitahu oleh pihak shutterstock.
  3. Isi deskripsi foto yang kita upload dengan menggunakan bahasa inggris yang baik. Foto saya pernah ditolak karena curator (penilai) foto di Shutterstock tidak mengerti apa yang dituliskan di dalam deskripsi. 
Saya rasa dengan memperhatikan hal tersebut, foto-foto yang kita kumpulkan bisa lolos kurasi penilaian oleh tim shutterstock dan selanjutnya ada yang tertarik membelinya. Jika kalian tertarik, mulai dari sini cobalah daftar menjadi Kontributor Shutterstock dan pilah-pilah foto jual untuk diupload di Shutterstock.



Paranormal Experience: Semalam Menginap Di Musholla Sebuah Desa     Edit

Foto merupakan ilustrasi semata
Melakukan perjalanan traveling mempunyai cerita-cerita yang berkesan yang berbeda di setiap daerah tujuan. Ada kisah seru, ada kisah menyenangkan, ada kisah apes seperti mengalami kejadian horor atau paranormal experience. Sekitar beberapa tahun lalu, saya melakukan perjalanan malam hari bersama 3 orang teman menuju salah satu spot sunrise. Kami berangkat jam 9 malam dan sudah berencana akan tidur di masjid atau musholla yang ada di dekat sana.

Singkat cerita kami sampai sudah masuk lingkungan desa, suasana memang sudah malam sekitar jam 22.30, sebenarnya ragu juga menginap di musholla dan berencana menginap di atas bukit tempat melihat sunrise aja, namun karena menerabas kebun rakyat, kami merasa aman kalau istirahat dulu menunggu pagi di Musholla desa dekat jalan naik menuju bukit.

"Mushollanya buka nih, kita bisa tidur di belakang nih"

Setelah mengunci motor, kami masuk ke musholla bagian belakang yang masih terbuat kayu dengan arsitektur bentuk Joglo khas Jawa. Sisi bangunan depan musholla sudah ditutup pintu kaca dan dikunci. Sempat melihat jalan, siapa tau ada penduduk yang lewat atau petugas ronda dan hendak minta izin untuk istirahat di musholla tapi tidak ketemu.

"Kita tidur saja, nanti sebelum subuh bangun ya, ga  enak kalau ada yang datang mau sholat", ujarku dan dua teman mengiyakan saja.

Kami tidur berjejer tiga, menggelar jaket sebagai alas untuk tidur dan tas menjadi bantal. Tidak ada hal aneh diawal namun setelah beberapa lama saya dikejutkan dengan suara tokek tapi suaranya aneh.

"Tokkkkeeeek, Tokkkeeeek, Tokkeeeekk, khihihihihihihi"
"Tokkkkeeeek, Tokkkeeeek, Tokkeeeekk, khihihihihihihi"
"Tokkkkeeeek, Tokkkeeeek, Tokkeeeekk, khihihihihihihi"

Sotak saya kaget dong.kok suara tokek ada suara mba-mba ketawanya, tiga kali lagi. Saya masih berusaha tenang aja dan berpikir

"ah itu tokek jenis baru paling haha", pikirku.

karena teringat perjalanan terakhir ke Toraja, disana mendengar menjelang subuh suara ayam berkokok diikuti dengan suara orang tertawa. Ternyata memang ada jenis ayam ketawa yang dipelihara oleh masyarakat Toraja.

"Tokkkkeeeek, Tokkkeeeek, Tokkeeeekk, khihihihihihihi"
"Tokkkkeeeek, Tokkkeeeek, Tokkeeeekk, khihihihihihihi"
"Tokkkkeeeek, Tokkkeeeek, Tokkeeeekk, khihihihihihihi"

Suara tokek aneh tersebut terdengar lagi dan saya sadar dua teman juga terbangun karena suara itu. Namun kami memutuskan untuk tidak membahasnya dan kembali berusaha tidur. Suara Tokek aneh tertawa tersebut masih terdengar terus sepanjang malam.

Karena suara tokek tertawa tersebut, tidurku ga beres dan gelisah guling ke kanan, guling ke kiri tapi ga berani membuka mata, dipikiran udah kacau aja nanti saat membuka mata malah muncul melihat yang tak diinginkan.  Benar, pikiran saya kejadian, terbangun saat posisi tidur telentang kepala menghadap ke atas. Secara jelas melihat kain putih agak bercahaya terbang berkeliling di langit-langit musholla lalu terbang pergi keluar. Hiii.

Mata berusaha terpejam untuk tertidur namun tidak bisa, serasa kalau terpejam, bayang-bayang kain putih masih terbang-terbang diatas kami, diatas langit-langit musholla. Setelah beberapa lama, suara tokek aneh yang ketawa masih berlangsung. Ini kalau tokek beneran suaranya begini tak bisa mahal kalu dijual lah kalau dicari ternyata jadi-jadian -_-.

Semakin malam makin terasa dinginnya, suara tokek mendadak sunyi lalu tiba-tiba ada tangan yang  berusaha membangunkan dan kami bertiga terbangun bersama. Saya melihat sosok Mbah-mbah namun tidak terlihat jelas wajahnya karena lampu musholla yang tidak menyala, cahaya hanya dari lampu jalan yang ada tidak jauh dari musholla ini. Sosok mbah tersebut mengenakan seperti blangkon atau udeng menyapa kami dan mulai berbicara. Karena mendadak bangun, saya jadi kurang konsentrasi mbah tersebut bicara atau karena perbedaan bahasa karena mbah tersebut menggunakan bahasa jawa kromo.

“Mbah, kami boleh numpang istirahat disini?”

Saya sudah tidak lagi mengerti lagi pembicaraan mbahnya bersama kedua teman karena menggunakan bahasa jawa, katanya mereka beliau mengingatkan bahwa barang kita yang ada di motor dibawah masuk saja ke musholla. Mbahnya langsung pamit ke arah dalam musholla .

Lanjut tidur, saya merasa malam ini panjang sekali. Sesekali terbangun karena suara tokek aneh tertawa yang datang lagi setelah kepergian mbah tadi dan kadang saat saya tidur mata terpejam, saya bisa melihat langit musholla, dan sekitar kami tidur. Sesekali saya lihat mba-mbah tadi melihat ke arah kami dan mengawasi kami dengan dan berjalan mengelilingi kami.

Sampai akhirnya kami terbangun karena ada suara lalu lalang motor yang parkir di samping musholla. Kami bangun, sholat subuh dan lanjut menuju ke bukit tempat melihat sunrisenya . Saat hendak kembali pulang, kami bercerita tentang kejadian semalam dan ternyata memang kami semua mengalaminya haha. Jadi ini merupakan salah satu pengalaman yang tak terlupakan saat travelling.

Menikmati Suasana Sore Dan Senja Di Masjid Agung Jawa Tengah - Semarang     Edit

Suasana Sore di Masjid Agung Jawa Tengah
Udah lama pingin mampir sore-sore di Masjid Agung Jawa Tengah yang ada di Semarang. Masjid Agung Jawa Tengah ini memang terkenal sekali dengan arsitektur yang menawan dengan payung-payung yang dibuat mirip dengan yang ada di Masjid Nabawi Madinah.

Rencana saya ke Semarang ini mendadak banget, sepulang kerja langsung berangkat malam harinya dari Banyuwangi menggunakan kereta api mutiara timur malam dari stasiun banyuwangi kota menuju stasiun Surabaya gubeng dan sampai jam 4 pagi. Perjalanan berlanjut jam 6 pagi menggunakan Kereta Maharani dari Stasiun Surabaya Pasar Turi dan sampai ke Stasiun Semarang Tawang jam 10 siang. Cari penginapan dahulu lalu, istirahat, jalan-jalan sekitar Kota Lama Semarang lalu sorenya lanjut ke Masjid Agung Jawa Tengah ini untuk menikmati Senja sekaligus beribadah sholat magrib.

Rute Menuju Masjid Agung Jawa Tengah dari Pusat Kota Semarang
Masjid ini terletak tidak jauh dari pusat kota Semarang yaitu di jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang Jawa Tengah. Kalian bisa menggunakan Bis Trans Semarang untuk menuju ke Masjid Agung Jawa Tengah ini. Jika kalian naik dari Stasiun Tawang ke Masjid Agung Jawa Tengah kalian bisa naik Bis Trans Semarang Koridor 7 turun di Halte Gajah Jalan Soekarno Hatta. Dari situ bisa lanjut jalan kaki atau bisa naik angkutan umum sebentar menuju Masjid Agung Jawa Tengah Tersebut. Paling gampang memang naik Ojek Online, taksi atau ojek pangkalan ya hehe.

Menara Al-Husna Masjid Agung Jawa Tengah
Sesampainya di Halaman Masjid Agung Jawa Tengah ini saya takjub, lokasinya sangat luas. Rimbunan pohon flamboyan meneduhkan area parker yang amat luas. Masjid ini sangat siap sekali menyambut kedatangan rombongan wisatawan dengan banyak bis sekalipun. Sebelum memasuki area masjid, saya tertarik menaiki menara Masjid Agung Jawa Tengah yang tingginya mencapai 99 meter, Namanya Al-Husna Tower. Dinamakan demikian karena melambangkan Asma Ul Husna yang juga berjumlah 99 buah. Ternyata menara hendak tutup istirahat, untung masih diperbolehkan naik ke lantai tertinggi di lantai 19, tidak bisa naik ke lantai 2 dan 3 yang merupakan Museum Sejarah Perkembangan Islam di Pulau Jawa dan Lantai 18 yaitu Resto Putar. Yah nanti di coba kapan-kapan kalau ada waktu ke Semarang lagi.

Sejarah Masjid Agung Jawa Tengah
Sambil antri lift Menara Al-Husna ini, saya membaca sejarah singkat dari Masjid Agung Jawa Tengah. Ternyata masjid ini merupakan masjid yang baru saja dibangun mulai tahun 2002 tepatnya pada hari Jum’at tanggal 6 September 2002 pada tanah seluas 10 Hektar. Akhirnya setelah 4 tahun Masjid ini selesai dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 16 November 2006. Walau diresmikannya pada tanggal tersebut ternyata selama pembangunan telah dipakai untuk ibadah sholat Jum’at pertama kalinya pada tanggal 19 Maret 2004.

Teropong yang dapat di sewa di lantai teratas menara Al-Husna
Jika kalian ingin naik ke Menara Masjid Agung datanglah pada jam 08.00 hingga 21.00 dan hindari jam tutup istirahat pada waktu dzuhur dan magrib. Untuk masuk ke area menara kita diwajibkan membayar tiket masuk Rp. 7.500/orang saja. Dari puncak Menara Al-Husna kita bisa melihat pemandangan kota Semarang , Masjid Agung Jawa Tengah, pegunungan di selatan kota Semarang serta melihat jelas laut jawa di sebelah utara. Jika kita punya uang koin Rp 1.000 kita bisa menggunakan teropong untuk melihat jelas kejauhan entah melihat kearah laut,atau ke sebuah bangunan. Matahari mulai turun keperaduannya, menandakan menara akan tutup jam istirahat, saya turun dan siap-siap ke halaman utama atau teras utama Masjid Agung Jawa Tengah.
Pemandangan Masjid Agung Jawa Tengah dari Menara
Melihat foto orang, melihat langsung saya takjub sekali dengan arsitektur terasnya. Pilar-pilar ala timur tengah menopang pilar lengkungan setengah lingkarang yang tertuliskan huruf kaligrafi. Pilar gaya timur tengah dengan garis lengkung terlihat seperti gapura memasuki halaman masjid. Nuansa Masjid Nabawi terasa sekali dengan melihat payung-payungnya, lalu terbayang-bayang suatu saat bisa kesana. Katanya payung Masjid Agung Jawa Tengah ini akan terbuka saat hendak melaksanakan Sholat Jum’at, Sholat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Kalau hari biasa seperti ini bangunan utama masjid tidak seramai hari jum’at dan hari raya sehingga pembukaan pilar payung tersebut belum diperlukan. Di sebelah barat pilar-pilar payung hanya ada bangunan utama dengan arsitektur bergaya Jawa Tengah dengan atap Tumpang da nada kubah ditengah-tengahnya.

Senja Menawan di Masjid Agung Jawa Tengah Semarang
Saya beruntung, kedatangan pertama kali ke Masjid ini mendapatkan sambutan dari langit berupa atraksi senja dengan warna yang menawan. Dinding dan Lantai Masjid ini seakan regfleksikan segala warna yang dipancarkan oleh langit. Hingga akhirnya Adzan Magrib berkumandang dari menara masjid ke segala penjuru kota Semarang.

Dalam keadaan ketidakpastian karna pandemi Covid 19 atau virus corona ini, saya rasa semua orang sudah merindukan sholat di masjid, apalagi sudah memasuki Bulan Ramadan dan nanti aka nada sholat hari raya Idul Fitri yang dinanti-nantikan oleh umat Islam. Doa saya sembari menulis ini agar semua bisa secepatnya kembali normal. Saya harap nanti Idul Adha saya bisa mengambil hari libur untuk sholat hari raya Masjid Agung Jawa Tengah ini.

Jaga kesehatannya ya teman-teman pembaca :)

Tips Melakukan Virtual Photoshoot Agar Hasil Bisa Maksimal     Edit


Pandemi Covid 19 atau Virus Corona membuat kita mau tidak mau melakukan kegiatan di Rumah saja. Tidak bias dipungkiri rasa bosan pasti ada, namun kita harus tetap yakin pasti bias mengatasi rasa bosan dengan kegiatan-kegiatan baik dan positif di rumah. Belakangan ini ada istilah yang baru saya dengar yaitu Virtual Photo Shoot. Kalian yang sering buka Instagram dan mengikuti beberapa artis juga selebgram mungkin pernah membaca dan mendengar istilah Virtual Photoshoot kan.

Virtual Photoshoot atau disebut juga Virtual Photo Session adalah semacam kegiatan foto-foto yang dilakukan dengan sebatas virtual. Fotografernya di rumah, talent model atau orang yang akan difoto juga dirumah. Dengan cara ini pelaku kegiatan tetap berada di rumah saja sehingga bisa meminimalisir penularan dan resiko tertular virus corona. Terus fotonya bagaimana?.  Menggunakan aplikasi tatap muka virtual dari laptop dan smartphone dari tempat masing-masing.  Aplikasi tatap muka yang digunakan saat ini cukup banyak, yang saya ketahui seperti Zoom Meeting, Google Duo, Facetime, Skype dan lain-lainnya. Saya dan teman saya tertarik mencoba bagaimana Virtual Photo Shoot ini.

Setelah kami mencobanya, ternyata virtual photo shot ini mudah mudah sulit kok. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan virtual photo shot versi saya.

Menggunakan Laptop atau Smartphone dan siapkan alat bantu lain
Khusunya untuk model yang difoto, menggunakan Smartphone lebih leluasa dalam berpose, apalagi jika hanya berpose seperti selfi seperti biasanya. Foto dengan pose gaya selfi seperti biasanya menggunakan laptop cukup menyulitkan karena nantinya harus mengangkat laptop tersebut haha. Alat bantu yang harus disiapkan jika menggunakan smart phone adalah tripod dan jika menggunakan laptop bisa mempersiapkan tatakan seperti meja yang nyaman untuk bertatap muka virtual.

Peralatan untuk Virtual Photoshot juga Botol dan Gelas Kaca digunakan sebagai foreground
Foreground atau latar depan untuk menjadi daya tarik dan nilai tambah dari foto kita. Dalam virtual photo shot ini, bisa menggunakan foreground berupa benda-benda yang ada di rumah. Letakan di depan layar atau di dekat lensa. Saya menggunakan gelas kaca untuk foreground membuat bayangan putih bening dan refleksi dengan gelas bening tersebut.

Manfaatkan dan kenali cahaya di sekitar rumah talent atau model.
Jika model foto difoto dengan kondisi pencahayaan yang gelap akan membuat objek tidak terlalu jelas, sehingga lebih baik berada di tempat yang cahayanya cukup terang atau bisa manfaatkan cahaya dekat jendela atau pintu atau bisa juga melakukan pada pagi atau sore hari memanfaatkan cahaya yang menyorot dari samping.


jika menggunakan shuter speed diatas 1/500s
Cara Memfoto Layar.
Cara ini ditulis berdasarkan pengalaman saat mencoba melakukan virtual shot saja dan mungkin tiap fotografer punya cara tersendiri. Versi saya, kamera jangan terlalu dekat dengan layar PC atau Laptop karena hasil fotonya terlihat jelas ada garis-garis titik titik yang mungkin sebagian dari kita terlihat terganggu dengan garis titik-titik tersebut. Saat memfoto gunakan shuter speed yang cenderung lambat, shuter speed diatas 1/500s memunculkan garis hitam pada layar sehingga membuat foto terlihat tidak bagus. Saat saya memfoto, shutter speed yang saya gunakan berkisar 1/60s-1/200s. ISO dan Diafragma menyesuaikan keinginan membut foto seperti apa.

Hasilnya pada percobaan pertama seperti ini. Perlu coba-coba lagi
Percobaan pertama saya masih bisa banyak kekurangan terutama soal jarak memfoto yang terlalu dekat layar sehingga ada garis-garis layar monitor laptop yang masih terlihat. Nanti akan diperbaiki saat mencobanya kembali hehe. Menurut saya, masih banyak hal yag perlu diperhatikan dalam Virtual Photo Shot dan hal-hal kreatif dalam virtual photo shot ini masih bisa dikembangkan lebih banyak lagi, Mungkin jika teman pembaca ada yang sudah mencoba dan punya tips menarik soal virtual photo shot ini bisa menuliskannya dikolom komentar. Tertarik mencobanya kan?

Suasana Eropa Di Gedung Djoeang 45 Solo     Edit


Suasana di Gedung Juang 45 Solo
Kota Solo banyak bangunan yang punya banyak cerita sejarah seperti Kraton Surakarta, Masjid Agung Surakarta, Pasar Gede dan juga banyak bangunan lama bergaya arsitektur khas Eropayang bisa kita temukan di sekitar Kraton Surakarta hingga ke alun-alun selatan. Salah satunya adalah Gedung  Djoeang 45 yang mulai dibuka untuk umum sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Solo.
Gedung Djoeang 45 (Gedung Juang 45) Solo ini dibuka untuk umum pada bulan September 2019 dan kunjungan pun membludak apalagi di hari-hari libur, mungkin pada awalnya pengelola Gedung Juang 45 ini tidak memungut biaya tiket masuk alias gratis. Belum lagi nuansa arsitektur Eropa dari Bangunan Gedung Juang 45 ini bagus untuk foto-foto dan menikmatinya.

Rute Menuju Ke Gedung Djoeang 45 Dari kota Solo
Letak Gedung Juang 45 ini strategis sekali dengan pusat Kota Solo dan wisata Kota Solo lainnya seperti Benteng Vastenburg, Kraton Surakarta, Pusat Grosir Batik Solo, Pasar Gede atau alamat Gedung Djoeang 45 ini berada di Jalan Mayor Sunaryo, Kelurahan Kedung Lembu, Kecamata Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Jika kalian menaiki angkutan umum kalian bisa naik Bis BST Solo (Batik Solo Trans) Koridor 8 dan turun di Halte Jalan Mayor Sunaryo atau Gedung Juang 45. Kalau kalian tidak mau menunggu bis BST kalian bisa naik Ojek Online, Taksi, Ojek Pangkalan atau Becak.

untuk masuk ke Gedung Juang 45 Solo, Beli Gelato dulu di Kafenya
Harga Tiket Masuk
Berbeda dengan tahun 2019, pada tahun 2020 ini untuk wisatawan yang ingin masuk ke area tengah Gedung Juang 45 Solo ini diwajibkan untuk membeli Produk Eskrim Gelato dari Gelatoku yang berada pintu masuk ruang utama. Harga paling murah dari Gelatonya yaitu seharga Rp. 15.000 untuk cup gelato kecil dengan dua rasa. Rasa Gelato yang ditawarkan beragam mulai dari bahan buah-buahan seperti Buah Naga, Mint, Jeruk dan bahan-bahan lainnya seperti choco mint, caramel dan lain-lainnya. Masih di dalam ruang depan terdapat foto-foto Gedung Juang 45 tempo dulu serta foto suasana Solo Tempo Dulu.

Ruang depan berisi foto-foto tentang sejarah yang terjadi di Kota Solo
Keluar dari ruang utama kita bisa  zona tengah, ada halaman yang dikelilingi oleh bangunan yang ada di Gedung Djoeang 45 ini. Di halaman tersebut disediakan bangku-bangku taman yang bisa digunakan untuk duduk-duduk santai menikmati Gelato atau camilan yang kita pesan di ruang depan. Disini juga merupakan titik kumpul wisatawan, wisatawan bisa mengambil gambar dengan latar bangunan dengan arsitektur eropa, apalagi jika datang malang hari, lampu temaramnya menyala seakan-akan kembali ke era masa lampau. Ada beberapa zona larangan wisatawan yaitu zona di lantai dua yang mungkin belum sempat direnovasi dan lantai beranda lantai duanya masih menggunakan kayu yang dikhawatirkan akan rusak jika diinjak. Selain itu zona ruang belakang juga tidak diperkenankan masuk kecuali kalian menginap di Gedung Djoeang karena ruang belakang merupakan bagian dari hotel yang dikelola oleh pihak Gedung Djoeang 45 Solo. Sayangnya beberapa fasilitas tambahan yang difungsikan untuk spot foto kurang sesuai dengan kondisi arsitektur sehingga saya malah mengurangi daya tarik dari arsitektur bangunan gaya eropa di Gedung Juang 45 Solo ini. Malah saya berpikir jika ada penyewaan baju klasik ala zaman dahulu malah menarik.
Lampu lampion warna-warni ini menurut saya tidak cocok untuk bangunan gaya eropa
Sejarah Gedung Djoeang 45 Solo dari masa ke masa
Jika dilihat dari Sejarahnya Gedung Djoeang 45 ini sudah mengalami beberapa perubahan. Gedung Ini dibangun tahun 1876 oleh Pemeritah Hindia Belanda sebagai pelengkap dan pendukung dari Benteng Vastenburg yang ada di utara dari Gedung Djoeang ini. Awalnya sebagian gedung ini menjadi kantin lalu menjadi asrama tentara dan fasilitas kesehatan. Setelah kemerdekaan, gedung ini sempat terbengkaai dan akhirnya direnovasi dan pernah menjadi Panti Asuhan, markas kesatuan TNI dan akhirnya menjadi kantor oleh pengurus Dewan Harian Cabang 45 (DHC 45) sehingga Gedung Djoeang ini juga terkenal dengan nama Gedung DHC 45. AKhir Tahun 2019, Gedung ini difungsikan sebagai tempat rekreasi sejarah di Kota Solo.

Suasana  malam di Gedung Djoeang 45 Solo
Menurut saya, dengan diberlakukannya kewajiban membeli Gelato untuk masuk ke area tengah Gedung Djoeang 45 Solo ini bisa mengurangi keramaian pengunjung yang datang sehingga wisatawan yang datang lebih leluasa menikmati suasana Gedung Juang 45 Solo tersebut. Kalau Pandemi Corona ini berakhir dan punya waktu jalan-jalan ke Solo, sempatkan mampir ke Gedung Djoeang 45 Solo ya.


Rekomendasi Itinerary Paket Tour Wisata Di Bogor     Edit

Tugu Kujang, Landmark kota Bogor
Bicara soal kegiatan happy bersama keluarga atau teman memang lebih asyik jika melakukan tour wisata. Salah satu tempat yang paling menarik untuk dijadikan tujuan wisata adalah kota Bogor.  Salah satunya tempat yang kemarin secara tidak sengaja saya menemukan tempat kuliner menarik yaitu di Teras Salak yang menyuguhkan keindahan  Kota Bogor dari ketinggian dan panorama Gunung Salak. Selain itu, Kota hujan tersebut masih memiliki banyak sekali tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Teman-teman tertarik berkunjung ke Bogor? Saya punya rekomendasi paket tour wisata di Bogor yang bisa kamu coba.
Itinerary Paket Tour Wisata di Bogor
Untuk berwisata di Bogor, kamu bisa mencoba membuat paket one day tour Bogor. Untuk memudahkan perjalan wisatamu, kamu bisa menggunakan jasa sewa mobil secara online agar kamu lebih nyaman dan mudah untuk berwisata di Bogor yang kebanyakan berada di kawasan pegunungan.
Berikut ini rekomendasi itinerary liburan ke Bogor yang bisa kamu coba.
1.Taman Safari
Ketika kamu berjalan jalan di Bogor, tempat wisata pertama yang bisa kamu kunjungi adalah Taman Safari Bogor. Taman Safari sendiri berada di Kecamatan Cisarua, Bogor, Jawa Barat.
Di sana kamu bisa memberi makan dan berinteraksi langsung dengan hewan disana melalui kendaraan yang disediakan. Di program ini kurang lebih ada 20 wahana bermain, 7 exhibit satwa dan 9 pertunjukan edukasi seperti safari theater, elephant show, raja rimba, dolphin dan masih banyak lagi.
2.The Ranch Mega Mendung Bogor
Selanjutnya kamu bisa travel ke Puncak Bogor mengunjungi the Ranch Bogor yang hampir mirip dengan the Ranch Bandung. Di tempat ini menyajikan arsitektur bangunan seperti di kawasan Benua Amerika yang indah. Kamu bisa berkuda, memanah, berkuliner dan berfoto di spot foto menarik di sana.
3.Taman Bunga Nusantara
Salah satu kemudahan yang bisa kamu dapatkan dengan menyewa mobil online, kamu bisa memilih jenis mobil yang kamu inginkan dan tentunya memudahkanmu untuk mengunjungi wisata satu ke wisata yang lain.  Nah setelah itu, kamu bisa lanjut ke Taman Bunga Nusantara.
Di sana ada berbagai jenis taman, seperti Taman Jepang yang berdesain seperti taman Jepang asli, kemudian ada Taman Labirin yang berbentuk labirin dimana kamu bisa membeli peta dan bermain petak umpet disana. Kemudian ada Taman Air, Taman Perancis, Rumah Kaca dan masih banyak lagi. Kamu juga bisa sekalian beristirahat dan makan di restoran di sana.
4.Little Venice
Selanjutnya kamu bisa melanjutkan perjalanan wisata di Little Venice, sebuah miniatur dari kota Venesia di Italia. Tempat wisata yang satu ini benar benar akan membawamu seperti di Italia. Kamu bisa menaiki gondola untuk berkeliling sungai, berfoto di spot spot foto menarik dan merasakan wahana lainnya.
5.The Lake House Pesona Alam Sedayu
Setelah menghabiskan waktu untuk berkeliling wisata, saatnya berhenti sejenak di wisata kuliner. The Lake ini adalah sebuah restoran cantik yang berada di tengah kolam dengan dikelilingi banyak pepohonan hijau. Ada banyak sajian menu yang bisa kamu nikmati di sana. Kamu juga bisa berfoto ria di tengah kolam dan pepohonan nan indah.
Sangat menarik bukan? Untuk mendapat pengalaman menjelajah yang lebih seru, kamu bisa menyewa mobil secara online dengan TRAC. TRAC memberikan akses jaringan mudah dan luas, kemudahan menyewa mobil secara online, jaminan proteksi dan layanan prima. Kamu bisa melihat harga sewa mobil  dan memilih varian kendaraan yang ingin kamu sewa di TRAC.
Standar keamanan dan kebersihan armada TRAC memprioritaskan keamanan kamu dalam perjalanan. TRAC menerapkan prosedur kesehatan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Seluruh kendaraan dibersihkan secara rutin dengan pengemudi yang bertugas benar benar sehat dan tidak memiliki gejala sakit. Jadi, paket tour wisata di Bogor kamu bisa berjalan dengan nyaman.